Roadmap Gaza kembali menjadi sorotan setelah pemerintah setempat resmi membubarkan Komite Darurat. Langkah strategis ini dilakukan untuk mempercepat transisi pemerintahan menuju Komite Nasional Administrasi Gaza (NCAG) sekaligus memperjelas alur pemulihan wilayah pasca-perang.
Nikolay Mladenov, utusan utama Board of Peace untuk Gaza, menegaskan bahwa roadmap tersebut krusial sebagai jembatan antara kesepakatan politik dan implementasi nyata di lapangan. Jika negosiasi rampung, NCAG akan segera mengambil alih kendali administratif di Gaza.
Selanjutnya, NCAG dapat mulai menjalankan tugas administratif setelah semua ketentuan implementasi disepakati. Di sisi lain, roadmap Gaza juga membuka peluang pelucutan senjata, penarikan pasukan Israel, serta mulainya rekonstruksi dalam skala besar.
Sebelumnya, Mladenov memperkenalkan rancangan berisi 15 poin untuk melaksanakan rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Rencana itu mencakup rekonstruksi, penarikan pasukan Israel, pembentukan pasukan stabilisasi internasional, serta pemulihan layanan kepolisian Gaza.
Selain itu, roadmap Gaza mengatur masuknya bantuan kemanusiaan, bahan bakar, obat-obatan, tempat penampungan sementara, dan pembukaan kembali perlintasan sebelum memasuki tahap berikutnya.
Namun, Israel menolak langkah pembubaran Komite Darurat. Penyiar publik Israel, KAN, mengutip seorang pejabat yang menyebut keputusan tersebut sebagai tindakan tanpa arti praktis.
Hingga kini, NCAG masih beroperasi dari Kairo dan belum menjalankan tugasnya di dalam Gaza. Sementara itu, serangan Israel terus berlanjut meski gencatan senjata berlaku. Pembatasan bantuan juga masih berlangsung. Akibatnya, sekitar 2,4 juta warga Palestina menghadapi krisis kemanusiaan, termasuk 1,5 juta pengungsi. Sejak Oktober 2023, lebih dari 73.000 warga Palestina terbunuh dan lebih dari 173.000 lainnya mengalami luka-luka.








