Pasukan Pertahanan Sipil Palestina menyatakan bahwa pasukan pendudukan Israel (IOF) menghalangi upaya evakuasi jenazah warga Palestina yang terbunuh dalam pembantaian sebelumnya di wilayah barat laut Jalur Gaza. Hingga kini, keluarga para korban masih belum dapat memakamkan orang-orang tercinta mereka dengan layak dan bermartabat.
Dalam pernyataan resmi pada Ahad (22/06), Pertahanan Sipil menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu tanggapan dari IOF terkait permintaan resmi kedua yang telah diajukan melalui Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), untuk memberikan akses bagi tim mereka memasuki wilayah Al-Sudaniya guna mengevakuasi sisa jenazah syuhada.
Wilayah tersebut merupakan lokasi pembantaian yang dilakukan IOF terhadap puluhan pemuda Palestina yang saat itu tengah berkumpul dengan harapan mendapatkan bantuan kemanusiaan. Lima hari setelah kejadian, Israel sempat mengizinkan tim penyelamat mengevakuasi 15 jenazah, namun kemudian Israel menolak memberikan akses lanjutan untuk menyelesaikan proses evakuasi.
“Hingga saat ini, IOF terus menolak memberikan akses bagi kami untuk mengevakuasi sisa jenazah,” ungkap pernyataan tersebut.
Pertahanan Sipil juga melaporkan bahwa IOF telah menolak permintaan untuk membantu pencarian dan penyelamatan dua perempuan yang dilaporkan hilang dalam dua insiden terpisah: satu dari keluarga Salem yang terakhir terlihat di pintu masuk Proyek Beit Lahia, dan satu lagi dari keluarga Al-Attar yang hilang di Sekolah Abu Tamam, Beit Lahia.
Mengutuk sikap yang disebut sebagai “kekerasan hati yang tidak manusiawi”. Pertahanan Sipil Gaza memperingatkan bahwa penghalangan akses untuk mengevakuasi jenazah syuhada merupakan pelanggaran terhadap prinsip-prinsip dasar hukum humaniter internasional dan hak asasi manusia.
Mereka menyerukan kepada organisasi-organisasi kemanusiaan dan hak asasi internasional untuk segera turun tangan dan mendesak Israel agar mengizinkan operasi penyelamatan, sehingga jenazah dapat dimakamkan secara layak dan bermartabat.
Sumber:
Civil Defense: Israel blocks recovery of bodies of Gaza aid massacre victims



![Aksi protes yang diadakan sebagai bagian dari Hari Solidaritas Internasional dengan Rakyat Palestina di Ramallah, Tepi Barat pada 30 November 2025. [Issam Rimawi – Anadolu Agency]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2026/01/AA-20251130-39852262-39852259-PROTEST_IN_RAMALLAH_ON_INTERNATIONAL_DAY_OF_SOLIDARITY_WITH_PALESTINIAN_PEOPLE-120x86.webp)
![Sejumlah warga, kerabat, dan kolega jurnalis Enes Ganim, Abd Shaat, dan Muhammed Kashta yang meninggal akibat serangan Israel yang melanggar gencatan senjata di Koridor Netzarim menghadiri upacara pemakaman setelah jenazah dibawa dari Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis, Gaza pada 21 Januari 2026. [Abed Rahim Khatib – Anadolu Agency]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2026/01/AA-20260121-40326715-40326696-3_JOURNALISTS_AMONG_11_GAZANS_KILLED_IN_ISRAELI_ATTACKS_AMID_CEASEFIRE_VIOLATIONS-1-1-120x86.webp)
![Pasukan Israel melakukan serangan besar-besaran di lingkungan Cebel Cevher di Hebron, Tepi Barat pada 19 Januari 2026. [Mamoun Wazwaz – Anadolu Agency]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2026/01/AA-20260119-40301036-40301035-ISRAELI_FORCES_CARRY_OUT_A_LARGESCALE_RAID_IN_HEBRON-1-120x86.webp)


![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)