Pemilik toko buku Palestina, Mahmoud Muna, dan keponakannya, Ahmad Muna, ditempatkan di bawah status tawanan rumah selama lima hari pada Selasa (11/2) setelah Israel menggerebek toko buku mereka di Al-Quds bagian timur. Polisi Israel menyerbu Toko Buku Pendidikan di Al-Quds (Yerusalem) pada Ahad (9/2), menangkap keduanya atas tuduhan menjual buku yang mempromosikan “hasutan dan dukungan untuk terorisme.” Petugas Israel memborgol mereka, menggeledah toko, dan menyita banyak publikasi.
Setelah dibebaskan, Ahmad menggambarkan bahwa penangkapan itu merupakan tindakan “brutal dan keras” tanpa adanya alasan yang jelas. Dia dan pamannya telah dilarang memasuki salah satu lokasi toko buku selama 20 hari ke depan. Ahmad mengatakan kepada Times of Israel bahwa ketika dia menghabiskan dua malam di kantor polisi, pamannya, Mahmoud, ditahan secara terpisah di pusat penahanan Al-Maskobiyah.
Murad Muna, saudara laki-laki Mahmoud, mengatakan kepada Haaretz bahwa polisi Israel menggerebek dua lokasi toko buku di bawah surat perintah penggeledahan yang dikeluarkan oleh Hakim Israel Chavi Tucker. Sebagian besar buku yang disita telah dikembalikan, namun polisi Israel tetap menahan sepuluh judul.
Penangkapan pemilik toko buku itu segera memantik berbagai reaksi. Pada Senin pagi, sebuah protes terjadi di luar Pengadilan Negeri Al-Quds selama sidang tentang penggerebekan tersebut. Di antara mereka yang hadir adalah pemimpin Partai Hadash-Ta’al, Ayman Odeh, dan penulis pemenang Hadiah Pulitzer, Nathan Thrall. Serangan itu juga memicu kecaman dari diplomat asing yang turun ke media sosial untuk mengekspresikan kemarahan mereka.
Menurut Times of Israel, penegak hukum Israel awalnya berusaha untuk menahan pemilik toko buku selama delapan hari lagi, tetapi pengadilan hanya memberikan perpanjangan satu hari. Pemilik toko buku Palestina dituduh Israel mengganggu ketertiban umum, sedangkan tuduhan kedua yaitu menyebarkan hasutan masih membutuhkan konfirmasi persetujuan dari jaksa.
Sumber: https://www.#
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)