• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan Anak

Para Pelajar di Gaza Kehilangan Satu Tahun Ajaran, Sementara Dunia Memulai Tahun Ajaran Baru Tanpa Gaza

by Adara Relief International
September 6, 2024
in Anak, Berita Kemanusiaan, News, Pendidikan
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Para Pelajar di Gaza Kehilangan Satu Tahun Ajaran, Sementara Dunia Memulai Tahun Ajaran Baru Tanpa Gaza

Seorang gadis Palestina bermain di halaman sekolah UNRWA, pada 9 Oktober 2023 [Ruwaida Amer/Al Jazeera]

20
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Seorang guru di Gaza merenungkan bagaimana hari pertama sekolah membawa kegembiraan bagi siswa, orang tua, dan guru. 

Awal tahun ajaran di Gaza merupakan momen istimewa, ditandai dengan kegembiraan saat ribuan siswa bersiap untuk perjalanan akademis baru. Banyak orang dengan penuh semangat menantikan terwujudnya masa depan yang selalu mereka impikan.

“Sebagai seorang guru, saya sangat merindukan dimulainya tahun ajaran baru. Saya sendiri akan merasakan kesan serupa dengan yang dialami oleh para siswa; kegembiraan menyambut hari pertama kembali ke sekolah dan kebahagiaan bertemu dengan siswa-siswi baru.”

“Satu atau dua pekan sebelum sekolah dimulai, saya biasa menyegarkan energi saya dengan membeli alat tulis, hadiah, dan peralatan untuk pelajaran saya. Saya bersusah payah menyusun rencana belajar baru yang membuat pelajaran sains tidak terlalu kaku dan lebih menyenangkan bagi murid-murid saya.”

Belanja sekolah membawa banyak momen menyenangkan. Hari-hari sebelum sekolah dimulai juga merupakan hari yang berkesan bagi para orang tua. Pasar-pasar akan dipenuhi orang tua dan anak-anak mereka yang datang untuk memilih seragam sekolah dan alat tulis. Anak-anak akan menanyakan alat tulis favorit mereka.

Gaza memiliki banyak toko alat tulis populer termasuk Pens and Pins, yang menjadi tempat favorit siswa untuk membeli perlengkapan sekolah mereka. Toko itu membawa begitu banyak kebahagiaan bagi banyak anak.

“Pada hari pertama sekolah, anak-anak selalu berseri, seolah matahari bersinar dari wajah mereka.”

Setelah tiga bulan liburan musim panas, para siswa akan bersemangat untuk kembali ke sekolah dan melanjutkan rutinitas harian mereka.

Alih-alih Kembali ke Sekolah, Sedikitnya 625.000 Anak Gaza Kehilangan Kesempatan Bersekolah.

“Saya tidak berhenti menangis sejak awal Agustus– bulan di akhir liburan musim panas”, Lina al-Saadi, 37, kata seorang ibu yang mengungsi dari Kota Gaza.

Lina memiliki empat orang anak yang biasanya harus ia persiapkan untuk sekolah.

“Yang paling membuat sedih adalah karena saya harus memikirkan putri saya, Kenzi, yang seharusnya sudah duduk di kelas satu. Saya membayangkan bagaimana seragam sekolahnya nanti dan apa yang akan saya lakukan pada rambutnya setiap pagi agar dia terlihat cantik.” Lina menambahkan.

Lina sekarang tinggal di tenda, tempat putrinya menghabiskan sebagian besar harinya bermain di pasir sementara ketiga putranya mencari air.

“Mereka kehilangan pendidikan, kehidupan, dan semua yang mereka cintai. Ketika saya melihat tenda-tenda di dekat kamp dan mendengar suara anak-anak belajar di dalamnya, saya menangis. Apakah ini yang kita impikan untuk anak-anak kita? Berakhir di dalam tenda, duduk di atas pasir, belajar dengan cara seperti ini?”

“Saya rindu menjadi ibu yang mengurus anak-anak untuk sekolah. Sekarang, saya tinggal di tenda, berjuang mencari air dan mencari cara untuk memasak di atas api.

“Ini adalah rutinitas yang monoton dan menakutkan dengan agresi yang terus berlangsung, pengeboman, dan pengungsian dari satu tempat ke tempat lain.”

‘Saya Tidak Percaya Kami akan Kalah Tahun ini Juga’

Rima al-Kurd, 11 tahun, siswa kelas tujuh, mengatakan bahwa ia sangat merindukan guru matematikanya, Salma. “Saya sangat mencintainya; ia sangat baik dan biasa memberi kami hadiah perpisahan di akhir tahun ajaran.

“Saya rindu waktu istirahat, saat saya duduk bersama teman-teman, dan kami tertawa. Agresi  ini sangat panjang dan mengerikan. Setiap hari, ibu saya mengatakan perang ini akan segera berakhir, tetapi kenyataannya tidak. Namun, saya tidak percaya jika kami akan kalah. Saya selalu berdoa agar agresi segera berakhir sehingga saya dapat kembali ke rumah saya di Rafah”.

“Saya tidak suka pergi ke kelas di tenda. Saya hanya suka sekolah, dan saya memahami pelajaran yang diberikan. Saya ingin kembali ke kelas dan berharap agresi ini segera berakhir.”

Lebih dari 85 persen (477 dari 564) bangunan sekolah di Gaza telah hancur akibat kampanye pengeboman Israel. Para pelajar di Gaza telah kehilangan satu tahun ajaran penuh, dan sekarang dunia memulai tahun ajaran baru tanpa Gaza.

Sumber: https://www.aljazeera.com

***

Baca Juga

Israel Incar Situs Warisan Tepi Barat

Pejabat Israel Dorong Serbuan ke Al-Aqsa

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

ShareTweetSendShare
Previous Post

Di Balik Agresi ke Tepi Barat, Israel Berupaya untuk Mengambil Alih Kendali Penuh Masjid Al-Aqsa

Next Post

Update Hari ke-325: Israel Membunuh 18 Orang di Gaza

Adara Relief International

Related Posts

Israel Incar Situs Warisan Tepi Barat
Berita Kemanusiaan

Israel Incar Situs Warisan Tepi Barat

by Adara Relief International
Mei 13, 2026
0
16

Parlemen Israel menyetujui pembacaan pertama rancangan undang-undang (RUU) yang menargetkan situs warisan di Tepi Barat. RUU itu akan menempatkan situs...

Read moreDetails
Pejabat Israel Dorong Serbuan ke Al-Aqsa

Pejabat Israel Dorong Serbuan ke Al-Aqsa

Mei 13, 2026
159
15,5 Juta Warga Palestina Tersebar Di Seluruh Dunia

15,5 Juta Warga Palestina Tersebar Di Seluruh Dunia

Mei 13, 2026
18
Cedera Permanen Hantui Warga Gaza

Cedera Permanen Hantui Warga Gaza

Mei 13, 2026
20
Krisis Oksigen Ancam Gaza

Krisis Oksigen Ancam Gaza

Mei 13, 2026
17
Pelanggaran Gencatan Senjata Israel Terus Berlanjut

Pelanggaran Gencatan Senjata Israel Terus Berlanjut

Mei 12, 2026
28
Next Post
Update Hari ke-325: Israel Membunuh 18 Orang di Gaza

Update Hari ke-325: Israel Membunuh 18 Orang di Gaza

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]

    Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2.250 Tenaga Medis dan Pasien di RS Asy Syifa, Gaza Terima Makanan Berbuka Puasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pejabat Israel Dorong Serbuan ke Al-Aqsa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bahan Pokok Ramadan untuk 160 Keluarga di Tulkarem Tepi Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ribuan Warga Gaza di Zaitun Nikmati Makanan Berbuka Puasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630