JAKARTA-Tahun ini, bulan Ramadan hadir di tengah meningkatnya kekerasan Israel di Tepi Barat. Meski kehadirannya penuh dengan sukacita, namun tak sedikit keluarga yang merasakan suasana berbeda. Anggota keluarga yang tak lagi lengkap dan meja makan yang kosong seolah berkata: “Ramadan tahun ini tak lagi sama”. Namun, di tengah kekosongan tersebut, kebahagiaan hadir dalam bentuk yang berbeda. Pada 22-23 Februari 2026, sebanyak 625 orang di Nablus, Tepi Barat, menerima makanan berbuka puasa dari Sahabat Adara. Bantuan ini telah menjadi pelipur lara bagi mereka yang kehilangan orang-orang tercinta.

Di Tepi Barat, penduduk menyambut bulan Ramadan dengan penuh keterbatasan. Israel melarang orang-orang untuk memasang dekorasi Ramadan yang merupakan tradisi setiap tahun. Selain itu, Israel juga melarang ribuan jemaah untuk melakukan perjalanan ke Masjid Al-Aqsa di Al-Quds (Yerusalem). Israel tetap memberlakukan larangan tersebut, meski sejumlah penduduk sudah memiliki izin yang Israel keluarkan sebelumnya.
Sejak sebelum Ramadan tiba, militer Israel juga telah meningkatkan intensitas penangkapan di Tepi Barat. Banyak keluarga kehilangan ayah, ibu, anak, dan saudara mereka akibat penangkapan tersebut. Tak hanya penangkapan, Israel juga semakin sering melakukan kekerasan, mengancam keluarga tawanan, merusak rumah, serta menyita harta benda milik penduduk Palestina. Di tengah situasi yang tidak menentu tersebut, manisnya kehadiran Ramadan bercampur dengan pahit getir kesedihan.

Namun, meski Ramadan hadir di tengah situasi yang tidak menentu, penduduk Tepi Barat tetap berusaha memaksimalkan ibadah di bulan suci. Untuk membersamai perjuangan mereka, pada 22-23 Februari 2026, Sahabat Adara bersama Adara Relief International mengirimkan makanan berbuka puasa untuk mereka. Bantuan makanan berbuka puasa tersebut telah memberi manfaat bagi 625 orang di Nablus, Tepi Barat.



Meski hidup mereka penuh dengan kesulitan dan ketakutan, namun penduduk Tepi Barat selalu menemukan alasan untuk tersenyum. Kali ini, bantuan makanan berbuka puasa dari Sahabat Adara telah menjadi salah satu alasan mereka untuk tetap bahagia. Terima kasih Sahabat Adara, setiap pintu rumah yang menerima bantuan darimu, semoga akan membuka pintu-pintu kebaikan dalam hidup Sahabat Adara.








