• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Kamis, April 16, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Lebih dari 110 Tawanan Palestina Terbunuh dalam Penjara Israel, di Tengah Dorongan Ben-Gvir untuk Legalkan Hukuman Mati

by Adara Relief International
Desember 9, 2025
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 2 mins read
0 0
0
Lebih dari 110 Tawanan Palestina Terbunuh dalam Penjara Israel, di Tengah Dorongan Ben-Gvir untuk Legalkan Hukuman Mati
14
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Media Israel Walla merilis data baru yang mengguncang fokus politik Israel terkait usulan undang-undang hukuman mati bagi tawanan Palestina. Saat Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir terus mendorong RUU tersebut, Walla mengungkap bahwa Israel telah membunuh sedikitnya 110 tawanan Palestina melalui penyiksaan di pusat-pusat penahanan antara Januari 2023 hingga Juni 2025. Sebagian besar dari mereka meninggal di rumah sakit setelah dipindahkan dari penjara.

Angka ini digambarkan sebagai rekor tertinggi dalam beberapa dekade, melampaui jumlah kematian yang sebelumnya pernah tercatat. Temuan tersebut muncul setelah laporan dari Kantor Pembela Umum Israel yang menunjukkan penurunan tajam kondisi kesehatan para tawanan Palestina akibat kerasnya kondisi penjara.

Tidak ada data resmi pembanding sebelum Ben-Gvir menjabat, tetapi organisasi HAM yang memantau penjara Israel menyebut bahwa sebelumnya jumlah kematian berada pada angka puluhan. Kementerian Urusan Tawanan Palestina mencatat bahwa pada periode 1967–2007 terdapat 187 tawanan Palestina meninggal sehingga angka terkini jelas memperlihatkan lonjakan kematian pada beberapa tahun terakhir.

Pada saat yang sama, jumlah tawanan Palestina meningkat drastis. Sejak dimulainya agresi Israel di Gaza pada Oktober 2023, yang telah membunuh lebih dari 70.000 warga Palestina, jumlah warga Palestina yang dipenjara melonjak dari kurang dari 5.000 menjadi hampir 11.000 orang pada September 2025, menurut B’Tselem.

Laporan Physicians for Human Rights Israel (PHRI) mengungkap bahwa setidaknya 94 tawanan Palestina meninggal antara 7 Oktober 2023 dan 31 Agustus 2025–angka tersebut diyakini hanya sebagian dari total sebenarnya. PHRI menyimpulkan bahwa peningkatan ini menunjukkan adanya “taktik sengaja Israel untuk membunuh tawanan Palestina.”

Sejak Ben-Gvir mengambil alih sistem penjara pada 2023, laporan penyiksaan dan kekerasan melonjak tajam. Ben-Gvir, pemimpin partai ekstremis Jewish Power, bahkan mensponsori RUU yang melegalkan eksekusi tawanan Palestina, dan menghadiri sidang RUU tersebut sambil mengenakan pin berbentuk tali gantungan berwarna kuning yang melambangkan dukungannya pada hukuman mati.

Sementara itu, Komite PBB Menentang Penyiksaan melaporkan bahwa Israel memiliki “kebijakan negara secara de facto berupa penyiksaan yang terstruktur dan meluas”. Komite tersebut menyampaikan keprihatinan mendalam atas bukti pemukulan brutal, serangan dengan anjing, penyetruman, waterboarding, pemaksaan tubuh dalam posisi yang sangat menyakitkan selama berjam-jam (stress positions), kekerasan seksual, serta penolakan sistematis terhadap perawatan medis. Para tawanan juga dilaporkan ditelanjangi, kekurangan makanan dan air, menjalani operasi tanpa anestesi, hingga dipaksa bertingkah seperti hewan atau bahkan disiram urin.

Di tengah kondisi tersebut, Komite Keamanan Nasional Israel tetap mendorong pembacaan kedua dan ketiga RUU hukuman mati, yang oleh Ben-Gvir disebut sebagai “bayi” politiknya.

Baca Juga

Siswa Palestina Terpaksa Belajar di Jalan Usai Akses Sekolah Diblokir Pemukim

Meta Diduga Raup Untung dari Konten Anti-Palestina

 Sumber:

Palinfo, Qudsnen

ShareTweetSendShare
Previous Post

Adara Turut Serta dalam Seruan Global untuk Menghentikan Likuidasi dan Genosida Melalui The Jerusalem Covenant Conference

Next Post

Kondisi Tenaga Medis di Gaza ‘Paling Sulit dari Sebelumnya’ Meski Ada Gencatan Senjata, kata MSF

Adara Relief International

Related Posts

754 Warga Gaza Terbunuh di tengah Gencatan Senjata
Berita Kemanusiaan

754 Warga Gaza Terbunuh di tengah Gencatan Senjata

by Adara Relief International
April 15, 2026
0
29

Sedikitnya 754 warga Gaza terbunuh dan ribuan lainnya terluka di Jalur Gaza sejak berlakunya gencatan senjata pada Oktober 2025, di...

Read moreDetails
Warga Palestina Gagalkan Upaya Perampasan Rumah di Tepi Barat

Warga Palestina Gagalkan Upaya Perampasan Rumah di Tepi Barat

April 15, 2026
19
Siswa Palestina Terpaksa Belajar di Jalan Usai Akses Sekolah Diblokir Pemukim

Siswa Palestina Terpaksa Belajar di Jalan Usai Akses Sekolah Diblokir Pemukim

April 15, 2026
18
Meta Diduga Raup Untung dari Konten Anti-Palestina

Meta Diduga Raup Untung dari Konten Anti-Palestina

April 15, 2026
19
Serangan Hama Melanda Gaza

Serangan Hama Melanda Gaza

April 15, 2026
23
Pakar PBB Desak Hentikan Serangan dan Pengusiran

Pakar PBB Desak Hentikan Serangan dan Pengusiran

April 14, 2026
15
Next Post
Kondisi Tenaga Medis di Gaza ‘Paling Sulit dari Sebelumnya’ Meski Ada Gencatan Senjata, kata MSF

Kondisi Tenaga Medis di Gaza ‘Paling Sulit dari Sebelumnya’ Meski Ada Gencatan Senjata, kata MSF

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Dermawan yang Hakiki; Memberi Tanpa Diminta

    Dermawan yang Hakiki; Memberi Tanpa Diminta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Eskalasi dan Agresi; Dalih Israel untuk Mengambil Alih Kendali Masjid Al-Aqsa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630