Lebih dari 1.200 pemukim Israel memasuki Masjid Al-Aqsa di Al-Quds yang diduduki (28/9). Pada saat yang sama, sejumlah toko Palestina di Kota Tua Israel perintahkan untuk tutup selama hari perayaan Sukkot.
Departemen Wakaf Islam di Al-Quds mengatakan bahwa sebanyak 1.222 pemukim Israel memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa sejak Senin pagi. Mereka melakukan ibadah, bernyanyi, dan melakukan ritual Talmudiyah di sejumlah area kompleks.
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir juga memasuki Masjid Al-Aqsa dengan pengawalan polisi. Menurut pejabat Wakaf yang dikutip Anadolu, kunjungan tersebut berlangsung tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Sehari sebelumnya, sekitar 1.500 pemukim juga memasuki kompleks tersebut. Kantor berita WAFA melaporkan bahwa para pemukim melakukan ritual di sekitar gerbang Bab al-Qattanin serta membawa persembahan tanaman ke dalam area masjid.
Baca juga: Pelanggaran Pemukim Israel di Masjid Al-Aqsa Berlanjut
Peningkatan aktivitas ini berlangsung selama perayaan Sukkot pada 26 September–2 Oktober. Pada 27 September, WAFA mencatat 1.143 pemukim memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa.
Dampak langsung dari perayaan ini telah para pemilik usaha rasakan di kawasan Pasar Qattanin di Kota Tua Al-Quds. Puluhan pemilik toko, kafe, dan restoran mendapat perintah dari aparat keamanan untuk menutup tempat usaha mereka.
Selain itu, sekitar 200 warga Palestina yang bermukim di sepanjang rute ritual mendapat perintah untuk tetap berada di dalam rumah mereka. Berdasarkan catatan Association for Civil Rights in Israel, pasar tersebut menaungi 56 unit usaha yang harus menghentikan aktivitas demi mengakomodasi pelaksanaan doa umat Yahudi.
Pembatasan juga berdampak pada akses warga menuju Masjid Al-Aqsa. Pada hari yang sama, WAFA melaporkan sejumlah jalan menuju Kota Tua dan kompleks masjid Israel tutup untuk mengatur pergerakan pemukim.
Sumber: MEMO







