• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, April 21, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Kementerian Kesehatan: 65% Institusi Kesehatan di Gaza Tak Lagi Berfungsi

"Ratusan pasien dialisis meninggal dunia akibat minimnya perawatan kesehatan dan minimnya layanan dialisis di banyak rumah sakit. Diperkirakan banyak pasien yang meninggal dunia akibat minimnya layanan medis,"

by Adara Relief International
Oktober 9, 2024
in Berita Kemanusiaan, International, Kesehatan, News
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Kementerian Kesehatan: 65% Institusi Kesehatan di Gaza Tak Lagi Berfungsi

Tentara pendudukan Israel menargetkan 65% institusi kesehatan di Jalur Gaza, dan dengan sengaja menghalangi ribuan pasien menerima perawatan medis selama setahun penuh perang genosida Israel. [english.palinfo.com]

21
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Kementerian Kesehatan di Gaza mengatakan bahwa tentara pendudukan Israel menargetkan 65% institusi kesehatan di Jalur Gaza, dan dengan sengaja menghalangi ribuan pasien menerima perawatan medis selama setahun penuh perang genosida Israel.

Hal itu disampaikan dalam pernyataan yang dikeluarkan kementerian tersebut pada peringatan 7 Oktober, saat dimulainya perang pemusnahan Israel di Jalur Gaza.

Baca Juga

Sistem Kesehatan Gaza di Ambang Kehancuran

Aksi Solidaritas Tenaga Medis Gaza untuk Rekan di Penjara Israel

Pernyataan tersebut mengatakan, “Hampir 65% lembaga kesehatan (termasuk fasilitas pemerintah, swasta, dan UNRWA) menjadi sasaran, dengan catatan bahwa sisanya beroperasi sebagian dengan tingkat okupansi 300%, terutama di bagian perawatan intensif dan ruang bayi.”

Ditambahkannya, tentara pendudukan Israel juga menghancurkan infrastruktur, jaringan pembuangan limbah, dan mencegah masuknya deterjen dan bahan sterilisasi, yang menyebabkan penyebaran epidemi dan penyakit, seperti hepatitis, polio, dan penyakit kulit.

Laporan itu menunjukkan bahwa penargetan sektor kesehatan yang sistematis dan permanen telah membuat lebih dari dua juta orang di Jalur Gaza tidak dapat menerima layanan kesehatan dasar.

Menurut pernyataan itu, sebanyak 12.000 pasien kanker tidak dapat menerima perawatan dasar atau bahkan sekadar obat analgesik. Selain itu, 50.000 perempuan hamil tidak mendapatkan layanan kesehatan dan perawatan bersalin.

“Ratusan pasien dialisis meninggal dunia akibat minimnya perawatan kesehatan dan minimnya layanan dialisis di banyak rumah sakit. Diperkirakan banyak pasien yang meninggal dunia akibat minimnya layanan medis,” tegas pernyataan tersebut.

Disebutkan bahwa jumlah syuhada di sektor kesehatan di Gaza mencapai 986, termasuk empat syuhada yang meninggal di dalam penjara pendudukan Israel. Lebih dari 60% korban perang genosida Israel di Gaza adalah anak-anak dan wanita, dari total 41.909 korban yang terbunuh sejak 7 Oktober 2023.

Pernyataan itu menyerukan penghentian agresi Israel serta agar diizinkannya ribuan korban luka meninggalkan Jalur Gaza untuk menerima perawatan di rumah sakit khusus.

Kementerian Kesehatan Palestina juga meminta semua otoritas terkait untuk memfasilitasi kedatangan pasokan medis ke semua rumah sakit tanpa batasan, dan mengizinkan masuknya delegasi medis.

Pada Rabu (9/10) Dr. Hussam Abu Safia, Direktur Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza, mengatakan “situasinya sangat buruk” di tengah ancaman dan peringatan dari militer Israel bahwa semua staf dan pasien harus meninggalkan rumah sakit.

“Mereka memberi tahu kami secara resmi dan mengancam kami untuk segera meninggalkan rumah sakit. Kami harus mengungsi dan menghentikan operasional rumah sakit,” kata Abu Safiya kepada Al Jazeera.

“Kami juga harus mengevakuasi semua karyawan dari berbagai departemen di dalam rumah sakit, sehingga rumah sakit akan benar-benar tidak beroperasi. Tidak akan ada pasien. Tidak ada staf medis. Jika tidak, pendudukan akan melakukan hal yang sama seperti yang mereka lakukan di Rumah Sakit al-Shifa,” kata Abu Safiya.

“Kami merawat bayi dan terdapat bayi baru lahir yang dirawat di ICU,” katanya. “Meskipun kami dapat mengevakuasi beberapa pasien, kami tidak dapat meninggalkan rumah sakit karena tidak ada rumah sakit lain yang menyediakan layanan dan perawatan untuk anak-anak, kecuali Rumah Sakit Kamal Adwan,” tambahnya.

“Kami akan terus memberikan layanan bahkan jika tentara memasuki rumah sakit. Kami akan terus memberikan layanan karena, pertama-tama, pelayanan kemanusiaan yang kami lakukan tidak melanggar hukum humaniter internasional dan kami mendesak semua organisasi internasional untuk mendukung kami.”

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hanya 17 dari 36 rumah sakit di Gaza yang saat ini beroperasi sebagian, sementara layanan perawatan kesehatan primer ditangguhkan atau tidak dapat diakses dalam banyak kasus karena ketidakamanan, serangan, dan perintah evakuasi berulang yang diarahkan oleh tentara pendudukan Israel kepada penduduk.

Sumber: 

https://english.palinfo.com

https://www.aljazeera.com

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

ShareTweetSendShare
Previous Post

Pelapor Khusus PBB, “Kedaulatan Palestina Tidak Bergantung pada Pengakuan Internasional”

Next Post

Pelapor PBB Kecam Serangan Israel di Gaza sebagai Terorisme Psikologis

Adara Relief International

Related Posts

Sistem Kesehatan Gaza di Ambang Kehancuran
Berita Kemanusiaan

Sistem Kesehatan Gaza di Ambang Kehancuran

by Adara Relief International
April 20, 2026
0
13

Sistem kesehatan di Jalur Gaza kian mendekati titik kolaps di tengah berlanjutnya pembatasan dan dampak perang berkepanjangan. Organisasi kemanusiaan memperingatkan...

Read moreDetails
Aksi Solidaritas Tenaga Medis Gaza untuk Rekan di Penjara Israel

Aksi Solidaritas Tenaga Medis Gaza untuk Rekan di Penjara Israel

April 20, 2026
16
Perundingan Hamas-AS di Kairo Buntu Bahas Gencatan Gaza

Perundingan Hamas-AS di Kairo Buntu Bahas Gencatan Gaza

April 20, 2026
22
PBB: Rata-Rata 47 Perempuan Terbunuh Setiap Hari di Gaza

PBB: Rata-Rata 47 Perempuan Terbunuh Setiap Hari di Gaza

April 20, 2026
13
75 Ribu Jemaah Salat Jumat di Al-Aqsa di Tengah Pembatasan

75 Ribu Jemaah Salat Jumat di Al-Aqsa di Tengah Pembatasan

April 20, 2026
14
UNICEF Kecam Pembunuhan Sopir Distribusi Air di Gaza

UNICEF Kecam Pembunuhan Sopir Distribusi Air di Gaza

April 20, 2026
14
Next Post
Pelapor PBB Kecam Serangan Israel di Gaza sebagai Terorisme Psikologis

Pelapor PBB Kecam Serangan Israel di Gaza sebagai Terorisme Psikologis

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]

    Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dermawan yang Hakiki; Memberi Tanpa Diminta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Palestine Situation Report 86

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630