Kelompok hak asasi manusia Israel, Yesh Din, melaporkan lonjakan signifikan kekerasan pemukim terhadap warga Palestina di Tepi Barat. Kekerasan oemukim ini terjadi dengan dukungan pemerintah Israel.
Dalam laporan terbarunya, Yesh Din mendokumentasikan 378 insiden kekerasan oleh pemukim. Ratusan kekerasan terjadi hanya dalam 40 hari selama periode perang dengan Iran, rata-rata sekitar 10 serangan per hari. Insiden tersebut menyasar warga Palestina serta properti mereka di berbagai wilayah.
Serangan terjadi di 148 desa dan kota Palestina di seluruh Tepi Barat. Dalam periode yang sama, sedikitnya delapan warga Palestina terbunuh akibat tembakan pemukim. Sementara itu, sekitar 200 lainnya mengalami luka-luka. Selain itu, kasus pembakaran properti juga terjadi, sebagai bagian dari pola kekerasan yang meningkat.
Yesh Din menilai bahwa kekerasan ini bukan fenomena spontan, melainkan bagian dari pola yang didukung oleh kebijakan negara. Dalam pernyataannya, organisasi tersebut menyebut bahwa pemerintah Israel memiliki kapasitas untuk menghentikan kekerasan, namun justru “mendorong pemukim kriminal” dan memperluas praktik pendirian pos-pos pertanian ilegal.
Metode ini, menurut Yesh Din, digunakan untuk memaksa warga Palestina meninggalkan tanah mereka. Dengan membangun pos-pos baru, pemukim secara bertahap memperluas kontrol atas lahan dan mempersempit ruang hidup masyarakat Palestina.
Lebih jauh, peta sebaran insiden menunjukkan bahwa kekerasan tersebut bertujuan menciptakan kondisi yang mendorong pemindahan paksa warga Palestina ke wilayah-wilayah yang lebih sempit dan padat.
Meskipun militer Israel sempat mengerahkan unit untuk menahan aksi pemukim, laporan menunjukkan bahwa kekerasan tetap berlanjut, dengan setidaknya 120 insiden tambahan terjadi hingga akhir periode tersebut.
Temuan ini memperkuat kekhawatiran bahwa kekerasan pemukim di Tepi Barat bukan hanya meningkat secara kuantitas, tetapi juga semakin terstruktur dalam konteks yang lebih luas.
Sumber: MEMO








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)