Jalan menuju sekolah di Umm al-Khair, Masafer Yatta, semakin sulit dilalui anak-anak Palestina. Pemukim Israel menutup akses utama dan membuat perjalanan sekolah lebih panjang serta berisiko.
Sekitar 55 anak di desa tersebut harus menggunakan rute alternatif. Sebagian bergantung pada kendaraan warga karena khawatir menghadapi pemukim di sepanjang perjalanan.
Sebelum penutupan ilegal ini, anak-anak hanya membutuhkan sekitar lima hingga sepuluh menit untuk mencapai sekolah. Kini, perjalanan dapat berlangsung 15 hingga 30 menit melalui rute yang lebih jauh.
Seorang siswa, Fahd al-Hathaleen, mengatakan pemukim membawa senjata dan anjing ketika menghadang anak-anak. Ia juga mengatakan penutupan jalan pernah membuat siswa tidak dapat bersekolah selama sekitar 10 hari. Sementara itu, Mira Khalil, siswi lainnya, mengatakan bahwa rute baru membuatnya terlambat mengikuti pelajaran. Ia juga khawatir pemukim akan menghentikannya di perjalanan.
Pada April lalu, Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) mencatat pemukim menutup jalan utama menuju sekolah Umm al-Khair dengan pagar logam. Rute alternatif melewati area dekat sebuah pos permukiman. Ketika siswa dan keluarga mencoba melewati jalan tersebut, gas air mata ditembakkan ke arah mereka. Sebanyak 55 siswa terdampak, termasuk 23 anak perempuan.
Masalah ini kembali muncul pada 23 September. Pemukim memblokir jalan menuju Umm al-Khair dengan menggunakan batu untuk menghalangi pergerakan warga.
Kondisi tersebut terjadi di tengah tekanan yang lebih luas terhadap pendidikan di Tepi Barat. OCHA mencatat 224 insiden terkait pendidikan pada paruh pertama 2026. Insiden itu berdampak pada 20.450 siswa dan 859 tenaga pendidikan. Sebanyak 122 insiden berkaitan dengan pembatasan akses.
Selain itu, 84 sekolah di Tepi Barat dan Al-Quds bagian timur masih menghadapi perintah pembongkaran atau penghentian pembangunan. Kondisi tersebut berdampak pada sekitar 12.855 siswa dan 1.076 guru.
Bagi anak-anak Umm al-Khair, pergi ke sekolah kini bukan sekadar perjalanan rutin. Mereka harus mempertimbangkan akses jalan, keamanan, transportasi, dan kemungkinan menghadapi pemukim sebelum mencapai ruang kelas.








