• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Rabu, Juni 24, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
    • Profil Adara
    • Impact Report
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
    • Profil Adara
    • Impact Report
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Israel Manfaatkan Babi Hutan untuk Merusak Lahan Pertanian Warga Palestina

by Adara Relief International
November 14, 2022
in Berita Kemanusiaan, Sosial EKonomi
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Israel Manfaatkan Babi Hutan untuk Merusak Lahan Pertanian Warga Palestina
160
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Pada 2005 di Sebastia, sebuah desa di utara Nablus, keluarga Jawad Ghazal dikejutkan oleh pembunuhan terhadap ayahnya yang berusia 84 tahun. Jawad dan ayahnya saat itu sedang memetik zaitun ketika babi hutan menyerang mereka, membunuh ayah Jawad dan melukai Jawad dengan parah. 

Dulu, babi hutan tidak pernah menjadi masalah di Palestina. Sejarawan terkenal Palestina Mustafa Murad Al-Dabbagh menyebutkan dalam ensiklopedia seminalisnya, Palestine, Our Home, bahwa pada 1943 ada sekitar 12.145 babi hutan di beberapa wilayah Palestina, seperti di Jabal al-Tur dekat Nazareth, serta di Lembah Yordan, al- Hula, dan Wadi Araba. Dia juga menambahkan bahwa orang Palestina juga memelihara babi pada abad pertengahan.

Babi hutan tampaknya diciptakan untuk pertempuran. Mereka kuat dan berotot, ditutupi bulu tipis dan tidak rata kecuali surai berbulu lebat tegak di leher dan punggung mereka, yang menegang dan bergetar ketika mereka marah. Mereka menyerang buruan mereka ketika merasa terancam dan mencengkram musuh mereka dengan taring yang menonjol. Babi hutan biasanya ditemukan di tempat-tempat dengan pohon buah-buahan, hutan, dan area pertanian yang produktif, terutama di wilayah Tepi Barat utara, seperti Salfit–yang dikelilingi oleh 24 permukiman yang tertutup pagar dan 7 posko baru.

Dalam beberapa dekade terakhir, populasi babi hutan meningkat pesat di Palestina karena sejumlah faktor. Menurunnya, populasi manusia di daerah pedesaan telah menyebabkan kekosongan lahan yang luas dengan kepadatan penduduk yang rendah, menciptakan habitat ideal bagi hewan liar seperti babi. Alasan signifikan lainnya adalah penyebaran babi hutan di Palestina adalah praktik kolonial Israel — laporan baru-baru ini menunjukkan bahwa babi hutan milik pemukim sengaja dilepaskan ke desa-desa Palestina. Yang lain mengklaim bahwa militer Israel melepaskan babi hutan dengan tujuan menghancurkan tanaman, sumber pendapatan utama bagi banyak masyarakat pedesaan. 

Mohammad Hassan dari Salfit telah menunjukkan kepada Pusat Penelitian Tanah (LRC) bahwa ia secara pribadi melihat penjajah Israel menurunkan babi hutan di daerah al-Ashara yang terletak di antara Kota Salfit dan Desa Iskaka. Ia menyaksikan truk pemukim menurunkan babi hutan di pegunungan terdekat desa. Selain itu, Otoritas Taman dan Alam Israel telah didokumentasikan mengumpulkan babi liar dari dalam Garis Hijau dan membuangnya ke pegunungan Tepi Barat, agar mereka dapat berkeliaran dengan bebas jauh dari pusat populasi Israel.

Peraturan Otoritas Taman dan Alam Israel menyatakan bahwa tidak ada orang yang boleh menyakiti hewan, tumbuhan, atau benda mati apa pun di dalam area yang ditetapkan sebagai cagar alam di Tepi Barat. Hal ini telah menyebabkan populasi babi hutan di cagar alam melonjak, hingga menyebar ke tanah Palestina terdekat. Penghancuran lahan pertanian bukanlah yang terburuk, sebab babi hutan juga menyerang manusia, dan dalam beberapa kasus membunuh penduduk.

Orang-orang Palestina hanya memiliki sedikit jalan ketika dihadapkan pada pilihan untuk menangani populasi babi hutan. Mereka menggunakan alat-alat kecil yang mereka miliki, seperti memagari dan menempatkan perangkap besar di daerah yang sering dikunjungi babi, serta menggunakan racun seperti insektisida karbamat. Berburu babi hutan tidak boleh dilakukan oleh warga Palestina. Penggunaan senjata api oleh warga sipil Palestina dilarang keras oleh rezim kolonial Israel. Setengah-setengah membangun pagar atau tembok juga terbukti tidak efektif, karena babi hutan dapat menghancurkan atau melompatinya. Racun yang digunakan juga sulit didapat di pasar, dan ketika petani menemukannya, mereka masih berisiko dipenjara karena melanggar peraturan Otoritas Taman dan Alam. 

Menggunakan babi hutan adalah bagian dari strategi Zionis untuk menjajah alam Palestina. Babi hutan telah menjadi alat pembasmi kolonial, dengan tujuan ganda; memusnahkan flora dan fauna lokal, sekaligus menyerang mata pencaharian warga Palestina. Lebih penting lagi, praktik-praktik kolonial ini bertujuan untuk memutuskan hubungan warga Palestina dengan tanah dan lingkungan mereka. Perjuangan Palestina melawan babi hutan menjadi bagian dari perjuangan melawan penjajahan-kolonialisme.

Sumber:

https://mondoweiss.net

Baca Juga

Tawanan Badui Palestina Meninggal dalam Penjara Israel

Genosida Berlanjut: Anak-Anak Palestina Jadi Sasaran Utama di Gaza

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

Tags: EkonomiPalestinaPertanianUpdate Palestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

Puluhan Ribu Warga Somalia Mengungsi ke Kenya Akibat Kekeringan dan Konflik

Next Post

Israel Larang Pengiriman Ikan dari Gaza ke Tepi Barat

Adara Relief International

Related Posts

Tawanan Badui Palestina Meninggal dalam Penjara Israel
Berita Kemanusiaan

Tawanan Badui Palestina Meninggal dalam Penjara Israel

by Adara Relief International
Juni 24, 2026
0
11

Seorang pria Badui berusia 21 tahun dari Naqab (Negev) meninggal setelah otoritas keamanan Israel menahannya selama hampir dua minggu. Kasus...

Read moreDetails
Genosida Berlanjut: Anak-Anak Palestina Jadi Sasaran Utama di Gaza

Genosida Berlanjut: Anak-Anak Palestina Jadi Sasaran Utama di Gaza

Juni 24, 2026
11
Jasad 40 Warga Palestina Ditemukan dan Dipindahkan dari Pemakaman Sheikh Radwan

Jasad 40 Warga Palestina Ditemukan dan Dipindahkan dari Pemakaman Sheikh Radwan

Juni 24, 2026
11
Perjalanan Peneliti Gaza Berakhir di Penjara Israel

Perjalanan Peneliti Gaza Berakhir di Penjara Israel

Juni 24, 2026
13
Palestina Kecam Pembongkaran Kanopi Masjid Ibrahimi oleh Israel

Palestina Kecam Pembongkaran Kanopi Masjid Ibrahimi oleh Israel

Juni 24, 2026
13
Pernikahan di Gaza: Tantangan Berlapis di Tengah Bayang-Bayang Genosida

Pernikahan di Gaza: Tantangan Berlapis di Tengah Bayang-Bayang Genosida

Juni 23, 2026
20
Next Post
Pihak berwenang Israel telah melarang pengiriman ikan dari Jalur Gaza yang diblokade ke Tepi Barat dengan dalih bahwa terdapat upaya penyelundupan ikan ke pasar Israel, surat kabar Haaretz melaporkan. Surat kabar itu

Israel Larang Pengiriman Ikan dari Gaza ke Tepi Barat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Bahan Pokok Ramadan untuk 160 Keluarga di Tulkarem Tepi Barat

    Bahan Pokok Ramadan untuk 160 Keluarga di Tulkarem Tepi Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bahan Pokok Ramadan untuk 150 Keluarga di Al Quds

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sapi Merah Lahir di Galilea, Peneliti Al-Quds: Ancaman Baru bagi Masjid Al-Aqsa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
    • Profil Adara
    • Impact Report
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630