Israel secara sistematis terus menghancurkan dan menghalangi pemulihan sistem pendidikan di Jalur Gaza. Ini terus terjadi selama 28 bulan sejak awal agresi genosida Israel. Sebuah pernyataan oleh Euro-Med Human Rights Monitor mengungkap hal tersebut.
Organisasi itu mengatakan bahwa tindakan Israel, termasuk blokade yang sedang berlangsung, penghancuran sekolah dan universitas, serta pembatasan bahan rekonstruksi, telah mencegah pemulihan pendidikan bagi ratusan ribu siswa.
Euro-Med Monitor melaporkan bahwa lebih dari 780.000 siswa telah kehilangan pendidikan reguler selama tiga tahun akademik berturut-turut. Sementara itu, sebagian besar pembelajaran yang tersisa berlangsung di gedung-gedung yang rusak, tenda, atau inisiatif masyarakat sementara. Tempat-tempat tersebut tidak memiliki standar keselamatan dan pendidikan dasar untuk anak-anak.
Kelompok ini mendokumentasikan pembunuhan terhadap 18.911 siswa dan 1.362 mahasiswa, serta 794 guru dan 246 tenaga pendidikan di universitas. Penargetan siswa dan tenaga pendidikan terus terjadi selama serangan yang sedang berlangsung. Israel juga telah mengebom 668 bangunan sekolah, menghancurkan total 179 sekolah, dan merusak sebagian besar fasilitas pendidikan yang tersisa di Gaza.
Menurut Euro-Med Monitor, 95 persen sekolah Gaza telah rusak. Di samping itu, lebih dari 90 persen membutuhkan rekonstruksi atau rehabilitasi besar sehingga sebagian besar bangunan tidak dapat digunakan.
Euro-Med menyebutnya pola “skolastik,” sebuah penghancuran sistematis terhadap sistem pendidikan sebagai bagian dari serangan Israel yang lebih luas terhadap masyarakat Palestina. Mereka memperingatkan bahwa gangguan yang sedang berlangsung mengancam seluruh generasi anak-anak Palestina dengan merampas hak mereka untuk mendapatkan pendidikan, stabilitas, dan peluang masa depan.
Euro-Med Monitor meminta masyarakat internasional untuk menekan Israel agar menghentikan serangan terhadap fasilitas pendidikan. Israel juga harus mencabut pembatasan bahan rekonstruksi dan persediaan sarana pendidikan. Terakhir, dunia harus mendukung rencana mendesak untuk memulihkan sekolah dan membangun kembali infrastruktur pendidikan Gaza.
Sumber: Palinfo








