Puluhan siswa Palestina di Tepi Barat terpaksa mengikuti kegiatan belajar di luar ruangan setelah pemukim Israel menutup akses utama menuju sekolah mereka dengan pagar dan kawat berduri.
Insiden terjadi di Desa Umm al-Khair, wilayah Masafer Yatta, Tepi Barat selatan. Warga menyebut penutupan jalan terjadi sejak pagi hari, menghalangi sekitar 55 siswa Palestina untuk mencapai sekolah. Sebagai respons, warga menggelar aksi duduk menuntut pembukaan kembali akses tersebut.
Namun, pasukan Israel membubarkan aksi itu dengan tembakan gas air mata yang turut mengenai anak-anak. Seorang guru sekaligus aktivis, Tareq al-Hazzalin, menyatakan bahwa penutupan jalan oleh pemukim bukan insiden terpisah, melainkan bagian dari pola sistematis yang membatasi hak anak-anak atas pendidikan.
Baca juga : “Penutupan Al-Khalil (Hebron) Lumpuhkan Akses Pendidikan, Ribuan Siswa Terdampak”
“Kami sudah melaporkan ke polisi, tetapi tidak ada tindakan,” ujarnya. Ia menambahkan, sekitar 300 warga tinggal di desa tersebut, dan puluhan siswa kini kehilangan akses pendidikan, dengan dampak luas terhadap kehidupan sehari-hari.
Seorang siswi kelas enam, Sara, mengungkapkan kekecewaannya setelah kembali ke sekolah usai libur 40 hari akibat ketegangan regional, hanya untuk mendapati akses kembali ditutup. “Kami ingin belajar dan hidup seperti anak-anak lain di dunia,” katanya. Ia menambahkan bahwa mereka terpaksa melanjutkan pelajaran di jalan setelah pembubaran aksi protes.
Warga menilai pembatasan akses ini merupakan bagian dari meningkatnya insiden yang melibatkan pemukim Israel di Tepi Barat. Pembatasan ini berdampak langsung pada kehidupan sipil, termasuk hak atas pendidikan.
Menurut data Palestina, sejak Oktober 2023, lebih dari 1.100 warga Palestina terbunuh dan sekitar 11.700 lainnya terluka. Di samping itu, hampir 22.000 orang Israel tangkap dalam berbagai operasi militer dan kekerasan oleh pemukim di wilayah tersebut.
Sumber: MEMO








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)