Pasukan kepolisian Israel menggerebek Teater Nasional Palestina, Al-Hakawati, di Al-Quds bagian timur (Yerusalem Timur) pada Kamis (5/11) malam. Mereka membubarkan acara budaya dan mengusir seluruh peserta secara paksa atas perintah Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir.
Menurut Kegubernuran Al-Quds, pasukan Israel menghentikan acara seni dan budaya yang diselenggarakan Forum Warisan Pemuda Al-Quds. Mereka lalu memaksa seluruh peserta meninggalkan gedung teater.
Baca juga: Ketika Luka Sesama Adalah Luka Kita: Upaya Menyatukan Kepingan Ukhuwah Melalui Kepedulian
“Pandemi Disabilitas” Ciptakan Penderitaan Tak Berujung Bagi Perempuan dan Anak-Anak Gaza
Kegubernuran Al-Quds mengecam tindakan tersebut sebagai bagian dari kampanye represif Israel terhadap lembaga kebudayaan dan organisasi masyarakat Palestina. Kampanye ini juga menyasar kegiatan pelestarian warisan budaya di Al-Quds yang diduduki.
Menurut Kegubernuran Al-Quds, pembatasan tersebut bertujuan melemahkan identitas nasional dan budaya Palestina, sekaligus sebagai upaya untuk mengurangi keberadaan identitas Palestina di ruang publik kota. Insiden ini mencerminkan berlanjutnya pembatasan Israel terhadap lembaga kebudayaan dan komunitas Palestina di Al-Quds bagian timur, termasuk pembatasan pertunjukan seni, kegiatan warisan budaya, hingga pertemuan publik.
Akibatnya, organisasi kebudayaan Palestina menghadapi tekanan yang semakin besar dalam menyelenggarakan kegiatan. Kondisi ini turut membatasi peran mereka dalam menjaga warisan sejarah, identitas, dan kehidupan budaya Palestina di Al-Quds.
Sumber: Palinfo








