• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Kamis, April 16, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Artikel

HR Rasuna Said: Bunga Ranah Minang Pendorong Pendidikan bagi Perempuan

by Adara Relief International
Januari 19, 2023
in Artikel, Biografi
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
HR Rasuna Said: Bunga Ranah Minang Pendorong Pendidikan bagi Perempuan
39
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Bagi warga Jakarta, Rasuna Said dikenal sebagai nama sebuah jalan protokol di area Kuningan, Jakarta Selatan. Namun, belum jamak diketahui bahwa nama tersebut diambil dari nama seorang perempuan pahlawan asal Sumatera Barat, yaitu HR Rasuna Said.

Beberapa waktu lalu, Google mengangkat sosok Rasuna Said dalam karya seni doodle sebagai bentuk penghargaan sekaligus memperingati ulang tahun ke-112 Rasuna Said, yang dikenang sebagai “Lioness of the Indonesian Independence Movement” (Singa Betina Pergerakan Kemerdekaan Indonesia).

Hajjah Rangkayoh Rasuna Said atau lebih dengan HR Rasuna Said, lahir di Agam, Sumatera Barat, pada 14 September 1910. Ia merupakan anggota Persatuan Muslim Indonesia (PERMI), sebuah partai politik yang berlandaskan Islam dan kebangsaan. Rasuna Said dikenal sebagai penulis dan perempuan orator yang ditakuti penjajah Belanda.

Ia tercatat pernah menimba ilmu di Pondok Pesantren Ar-Rasyidiyah di dekat kota kelahirannya dan merupakan satu-satunya santri perempuan yang mondok di pesentren tersebut. Ia sangat tertantang dan antusias dalam belajar ilmu agama di sana. Memasuki usia remaja, ia pindah ke sekolah agama khusus perempuan di Diniyah Putri Padang Panjang.

Setelah menyelesaikan pendidikan formalnya, Rasuna Said menjadi guru Diniyah Putri Panjang. Selain mengampu pelajaran agama, ia juga memberikan materi motivasi kepada muslimah agar memiliki cita-cita yang tinggi agar lebih maju dalam pemikiran dan perilaku . Pada saat Belanda menjajah Indonesia, Belanda membatasi perempuan untuk belajar dan menimba ilmu. Namun, bagi Rasuna Said, perlakuan bias, diskriminatif, dan tidak adil tersebut harus dilawan. Itulah yang membuat ia dikenal sebagai perempuan yang memperjuangkan kaumnya agar mendapatkan hak untuk belajar. Rasuna Said pun teguh membela Indonesia agar menjadi negara merdeka.

Pada 1930, dalam usia 20 tahun, ia keluar dari Diniyah Putri dan mulai mengikuti organisasi pergerakan untuk memperjuangkan nasib kaum perempuan yang saat itu masih terbelakang. Rasuna Said juga aktif sebagai sekretaris di Sarekat Rakyat (SR),terlibat dengan gerakan Islam modern Soematra Thawalib, dan mendirikan Persatoean Moeslimin Indonesia (PERMI) di Bukittinggi pada 1930.

Rasuna Said berorasi pada setiap kegiatan mengenai hak-hak perempuan yang mulai dilupakan. Tidak jarang ia mengritik pemerintah Belanda yang menyebabkan sistem dan budaya perempuan menjadi lemah. Ajakan Rasuna Said mendapatkan dukungan dari pribumi, tetapi mendapatkan perlawanan dari penjajah Belanda yang merasa terancam akan ada gejolak di masyarakat. Pada 1932, pemerintah Belanda kemudian mengasingkan Rasuna Said ke Semarang, Jawa Tengah, dalam usianya yang masih beliau, 22 tahun. Meski dalam pengasingan, semangat perjuangan dan perlawanan Rasuna Said terus menggebu. Ia tetap rajin menulis sebagai kritik kepada penguasa saat itu.

Identitas Rasuna Said sangat kokoh pada gerakan Islam reformis, misalnya dalam isu reformasi perkawinan dan nasionalismenya tampak sebagai kekuatan pendorong yang paling kuat. Sepanjang hidupnya, Rasuna Said menunjukkan komitmennya yang konsisten terhadap nasionalisme dan Islam, serta sangat teguh dalam membela terhadap hak-hak perempuan.[1] Baginya, kemerdekaan bukanlah sebatas terbebas dari penjajah kemudian selesai, melainkan juga ketika masyarakatnya menjadi sosok yang terdidik, tersadar, dan tercerahkan.

Bangsa Indonesia punya sejarah tentang seorang muslimah yang melampaui zamannya. Ia memegang sikap Atas keberaniannya dalam membela kaum perempuan dengan orasi-orasi dan tulisannya yang tajam, ia diberi gelar Pahlawan Nasional. Rasuna Said wafat pada 2 November 1965, ketika menjabat sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA). Ia dikebumikan di Taman Pahlawan Kalibata, Jakarta. (FAA)

 

[1] Sally White. CHAPTER 4 Rasuna Said: Lioness of the Indonesian Independence Movement. Page 118.

 

Sumber:

CHAPTER 4 Rasuna Said: Lioness of the Indonesian Independence Movement by Sally White

https://www.viva.co.id/siapa/read/622-hr-rasuna-said

https://kumparan.com/kumparannews/mengenang-duo-wonder-woman-indonesia-rasuna-said-dan-malahayati/4

 

***

Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.

Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.

Baca Juga

Dari Tiang Gantungan Inggris 1930 hingga Meja Legislasi Israel Hari Ini, Eksekusi Tidak Membungkam Palestina

Sejarah Palestina di Masa Kekhalifahan (Part 3): Rangkaian Tantangan pada Masa Kekhalifahan Abbasiyah

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar  program bantuan untuk Palestina.

Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Donasi

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.

Tags: Artikel
ShareTweetSendShare
Previous Post

Keutamaan Surah Al-Israa dan Keteladanan Nabi Nuh dalam Bersyukur

Next Post

Ketakutan Dikejar Tentara Israel, Anak Palestina Tewas

Adara Relief International

Related Posts

Tiga warga Palestina yang dieksekusi di penjara Akka – Fouad Hijazi, Atta al-Zeer, dan Mohammed Khalil Jamjoum. (Samidoun)
Artikel

Dari Tiang Gantungan Inggris 1930 hingga Meja Legislasi Israel Hari Ini, Eksekusi Tidak Membungkam Palestina

by Adara Relief International
April 13, 2026
0
72

Min sijn Akka wa tala’at al-janaza... (Dari Penjara Akka, jenazah itu diberangkatkan...) li tsalatsati rijal zinati as-shabab (tiga lelaki, pahlawan...

Read moreDetails
Situs Nabi Yaqin di dekat Al-Khalil (Hebron), tempat peninggalan Dinasti Ikhshidiyah (MDPI)

Sejarah Palestina di Masa Kekhalifahan (Part 3): Rangkaian Tantangan pada Masa Kekhalifahan Abbasiyah

April 6, 2026
67
Istana Hisham, salah satu kastil peninggalan Kekhalifahan Umayyah (MEE)

Sejarah Palestina di Masa Kekhalifahan (Part 2): Kemajuan Pembangunan pada Masa Kekhalifahan Umayyah

April 2, 2026
58
Pos pemeriksaan di Tepi Barat (PCHR)

Palestina dalam Kebutaan Dunia: Di Tengah Eskalasi Regional, Tepi Barat dan Gaza Menghadapi Teror Tanpa Akhir

Maret 18, 2026
507
Sepuluh Terakhir Ramadan, Apa yang Terjadi dengan Masjid Al-Aqsa?

Sepuluh Terakhir Ramadan, Apa yang Terjadi dengan Masjid Al-Aqsa?

Maret 11, 2026
272
Rahasia Malam Seribu Bulan: Mengapa Waktunya Disembunyikan dan Bagaimana Cara Kita Bersiap?

Rahasia Malam Seribu Bulan: Mengapa Waktunya Disembunyikan dan Bagaimana Cara Kita Bersiap?

Maret 11, 2026
34
Next Post
Ketakutan Dikejar Tentara Israel, Anak Palestina Jatuh Hingga Tewas

Ketakutan Dikejar Tentara Israel, Anak Palestina Tewas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Dermawan yang Hakiki; Memberi Tanpa Diminta

    Dermawan yang Hakiki; Memberi Tanpa Diminta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Eskalasi dan Agresi; Dalih Israel untuk Mengambil Alih Kendali Masjid Al-Aqsa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630