Sedikitnya empat warga Palestina, termasuk dua anak-anak, terbunuh dalam serangkaian insiden di Tepi Barat sejak Selasa (21/4) pagi, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.
Dua korban terbunuh akibat tembakan pemukim Israel di kota al-Mughayyir, timur Ramallah. Kedua korban yaitu Aws Hamdi al-Naasan (14) dan Jihad Marzouq Abu Naim (32). Tiga warga lainnya juga terluka dalam insiden yang sama.
Di Jenin, Raja Fadel Baitawi (49), meninggal akibat luka yang ia derita setelah sebelumnya terkena tembakan pasukan Israel dalam sebuah penyerbuan.
Sementara itu, di Al-Khalil (Hebron), seorang remaja, Mohammed Majdi al-Jaabari (16), menjadi korban. Ia terbunuh setelah kendaraan yang pemukim Israel kemudikan menabraknya saat berada di jalan.
Menurut saksi, bentrokan pecah di al-Mughayyir setelah pemukim Israel memasuki wilayah pinggiran kota dan melepaskan tembakan ke arah warga Palestina. Desa tersebut berada di bawah pengepungan militer Israel sejak beberapa hari terakhir, menyusul serangan pemukim sebelumnya.
Insiden ini memperlihatkan tren peningkatan kekerasan di Tepi Barat sejak Oktober 2023. Data Palestina menunjukkan lebih dari 1.100 warga Palestina telah terbunuh, sekitar 11.700 lainnya terluka, dan hampir 22.000 orang Israel tangkap dalam periode tersebut.
Komisi Perlawanan Kolonisasi dan Tembok juga mencatat ratusan serangan pemukim terhadap warga dan properti Palestina dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini menambah kekhawatiran atas keselamatan warga sipil, terutama anak-anak, di wilayah yang diduduki.








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)