JAKARTA-Di Indonesia, menjelang Ramadan dan Idul Fitri, biasanya toko-toko pakaian akan mengeluarkan berbagai model baru. Mulai dari dress dengan berbagai macam motif hingga hijab dengan warna yang beragam, semuanya menghiasi etalase toko untuk menyambut Hari Raya. Akan tetapi, di Jalur Gaza, para perempuan tidak merasakan kebahagiaan tersebut. Karena itu, pada 8 Maret 2026, Sahabat Adara ingin membahagiakan hati para perempuan Gaza dengan mengirimkan mereka pakaian baru. Pakaian muslimah tersebut telah memberi manfaat bagi 268 orang di As-Shabrah, Gaza utara.

Di saat orang-orang membeli pakaian baru untuk lebaran, genosida Gaza yang berlangsung selama dua tahun lebih telah membuat para perempuan terpaksa mengungsi berulang kali. Serangan yang sering terjadi di waktu yang tidak terduga membuat tak sedikit perempuan hanya mengungsi dengan pakaian yang melekat di tubuh mereka. Meski kotor, penuh debu, bahkan noda darah akibat luka, namun hanya pakaian itu yang mereka punya untuk bertahan.
Di Gaza, jangankan untuk membeli pakaian baru, bahkan untuk bertahan hidup sehari-hari sudah merupakan perjuangan yang sangat sulit. Ribuan perempuan di Gaza juga telah kehilangan suami mereka, membuat mereka harus menjadi pencari nafkah sekaligus merawat anak-anak mereka. Dalam kondisi tersebut, membeli pakaian baru tidak lagi menjadi prioritas, sebab para perempuan setiap harinya harus berusaha mencukupi kebutuhan keluarga mereka.

Di tengah krisis tersebut, Sahabat Adara sangat ingin membahagiakan para perempuan Gaza dengan mengirimkan pakaian baru untuk mereka. Pada 8 Maret 2026, niat baik tersebut telah terlaksana. Sebanyak 268 perempuan di As-Shabrah, Gaza utara, telah menerima pakaian muslimah dari Sahabat Adara setelah sekian lama mereka tidak membeli pakaian baru.



Kini, di Hari Raya, para perempuan Gaza telah memiliki pakaian baru untuk mereka kenakan. Terima kasih Sahabat Adara, bantuan pakaian muslimah darimu telah membahagiakan hati ratusan perempuan di Jalur Gaza.








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)