fbpx

ANAK-ANAK PALESTINA TERJAJAH PART 1

Semenjak Palestina berada dalam cengkeraman penjajah, semua penderitaan mulai mengepung kehidupan mereka. Otoritas Penjajah Israel menargetkan siksaan bertubi-tubi untuk rakyat Palestina. Mereka dibunuh, dilukai, ditahan , digusur dan dideportasi dan itu terus berlanjut.

Tidak hanya itu, anak-anak ikut menjadi korban kebiadaban Israel. Kondis yang sangat  berkebalikan dengan Konvensi Anak-anak yang menyeru perlindungan untuk mereka yang tercakup di dalamnya  hak anak untuk hidup, kebebasan , perawatan kesehatan, pendidikan, rekreasi, bermain, keamanan psikologis dan perdamaian.

Di bawah ini beberapa gambaran kekejaman dan penganiayaaan Israel terhadap anak-anak:

  1. Anak-anak yang Syahid

 Penargetan pembunuhan anak-anak menjadi salah satu misi penting Israel, bahkan merupakan tujuan yang diprioritaskan oleh mereka. Terlihat jelas dari jumlah anak-anak yang meninggal. Tercatat dalam  organisasi-organisasi hak asasi manusia kematian anak-anak berjumlah 2080 orang sejak tahun 2000 sejak dimulainya Intifada Al-Aqsa hingga November 2018, kemudian  546 anak-anak Palestina juga meninggal  pada tahun 2014.

Sebagian besar dari mereka terbunuh selama agresi Israel di Jalur Gaza, termasuk pembakaran dan pembunuhan Mohammed Abu Khudair, yang diculik Israel.  Keluarga Dawabsha dibakar hidup-hidup dalam rumah mereka di desa Duma di selatan Nablus. Di antara nama-nama yang dibunuh adalah Mahmoud Sa’id (13 th), Abdul Hamid Mohammed Abdul Aziz Abu Zaher (13 th), dan Mohammed Ibrahim Abdullah Al-Sattari (13). Sebuah rudal di timur laut Khan Younis menghabiskan nyawa mereka. Israel harus dihukum atas kejahatan perang yang mereka lakukan

Rakyat palestina tidak akan melupakan tragedi ribuan anak Palestina yang terbunuh di tangan Israel seperti  Iman Hajo dalam penembakan Khan Yunis pada tahun 2001, dan Muhammad al-Durra, yang menjadi sasaran tentara Israel.

Secara umum, sebagian besar kasus kematian anak-anak berkaitan dengan tindakan sistem  militer Israel,  seperti sisa-sisa ranjau pasca perang terutama di Gaza, juga kekerasan yang mereka lakukan terhadap anak-anak di tepi barat.

Di bawah ini ulasan jumlah anak-anak Palestina yang terbunuh oleh DCI / PS dapat dilihat dalam tabel berikut:

TahunJanuariFebMarAprilMeiJuniJuliAgusSeptOktNovDesTotal
200000000000335451194
200133812958812691598
20023935361510131012191614192
20031112181417816715912130
2004631514368139252166162
2005204232166341052
20063356294014105243124
2007415291028423050
20086102221442120040112
200930141102112110315
20101020100020028
201120421004100115
2012004003000035143
20132000000100025
20141010223681643212546
2015000100400148431
 2016 6 8 8 1 0 2 1 0 5 1 1 2 35
 201710322141000115
201842141049376353

Israel dengan sengaja membunuh anak-anak palestina yang mana ini merupakan pelanggaran besar dalam perlindungan haka anak-anak Internasional. Kejahatan perang yang mereka lakukan tidak bias dibiarkan begitu saja.

  1. Anak-anak yang terluka:

Penargetan pembunuhan anak-anak oleh Israel telah meninggalkan daftar panjang jumlah orang Palestina yang terluka. Menurut data organisasi korban Palestina, jumlah yang terluka dalam Intifada pertama (1987-1993)  lebih dari 70.000 yang orang sebagian besar anak-anak; sekitar 40% menderita cacat tetap, 65% menderita cerebral palsy, (29 September 2000 hingga akhir Desember 2007) . Menurut Biro Statistik Pusat Palestina (PCBS), 31.873 terluka (2010-2014)

 Jumlah korban yang terluka dapat dilihat pada tabel berikut:

Jenis Kelamin20102011201220132014Total
Laki-laki342393639120631675747
Perempuan1856255910801238
Total3604496641265 6985

Laporan tahunan Pusat Studi dan Dokumentasi Organisasi Pembebasan Palestina “Abdullah Al-Hourani”, yang memantau serangan oleh Israel terhadap rakyat Palestina mencatat bahwa tentara Israel  melukai 3230 warga Palestina, 1040 di antaranya anak-anak. Pada tahun 2017, 8300 warga Palestina terluka, kebanyakan disebabkan oleh inhalasi gas air mata di Tepi Barat, Al-Quds dan Jalur Gaza. Bulan Desember mencapai jumlah tertinggi rakyat Palestina yang terluka.

 Pada keputusan Presiden AS “Trump” yang menjadikan Al Quds sebagai ibukota Israel, dilanjutkan pada bulan Juli 2017, di mana  sekitar (1400)  warga Palestina terluka karena mengajukan protes kepada Israel karena menempatkan gerbang elektronik di pintu masuk ke Masjidil Aqsa.

Jumlah yang sangat besar ini  memberikan indikasi serius bahwa Israel terus menempatkan kehidupan anak-anak Palestina dalam lingkaran penargetan. Dipastikan bahwa catatan pelanggaran hak-hak anak-anak Palestina oleh Israel penuh dengan gambar-gambar terorisme tidak bermoral.  Dan kejahatan Israel masih berada di bawah perlindungan Amerika Serikat.

ANAK-ANAK PALESTINA TERJAJAH PART 1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas