Otoritas Israel menerbitkan dua tender baru untuk pembangunan 91 unit permukiman di wilayah utara Tepi Barat yang diduduki. Selain itu, Israel mengubah jadwal tender proyek permukiman E1 di sebelah timur Al-Quds.
Komisi Perlawanan Kolonisasi dan Tembok Palestina menyampaikan informasi tersebut pada Kamis (5/11). Kedua tender mencakup pembangunan di permukiman Oranit, yang berdiri di atas tanah wilayah Qalqilya.
Unit tersebut terbagi dalam tujuh kompleks. Tender pertama mencakup empat kompleks dengan 86 unit hunian bertingkat. Sementara itu, tender kedua mencakup tiga kompleks dengan lima unit hunian bertingkat rendah. Proses penawaran dijadwalkan berlangsung pada 16 November hingga 29 Desember 2026.
Baca juga: Ketika Luka Sesama Adalah Luka Kita: Upaya Menyatukan Kepingan Ukhuwah Melalui Kepedulian
Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan
Di sisi lain, Israel juga mengubah jadwal tender proyek E1 dekat permukiman Ma’ale Adumim. Proyek tersebut mencakup pembangunan 2.167 unit permukiman. Israel menunda pembukaan penawaran tender tersebut hingga 28 Desember.
Sejak Oktober 2023, serangan militer Israel dan kekerasan pemukim terhadap warga Palestina di Tepi Barat semakin meningkat. Tindakan tersebut mencakup pembunuhan, penangkapan, penghancuran rumah, perusakan lahan pertanian, dan pengusiran warga.
Warga Palestina memperingatkan bahwa perluasan permukiman ini membuka jalan bagi aneksasi resmi Tepi Barat. Langkah tersebut juga semakin mengancam peluang terbentuknya negara Palestina yang merdeka.
Sumber: MEMO








