Kejahatan pemukim di Tepi Barat terus meningkat sepanjang Agustus 2026. Pusat Informasi Palestina, Muta, mendokumentasikan 1.223 kejahatan terkait permukiman dalam satu bulan. Angka tersebut setara dengan sekitar 39 kejahatan setiap hari. Selain jumlahnya tinggi, bentuk dan wilayah kejahatan pemukim juga semakin luas.
Muta mencatat 721 serangan pemukim terhadap warga Palestina, petani, penggembala, dan properti mereka. Serangan tersebut mencakup penembakan, ancaman, kekerasan, perusakan tanaman, hingga pembakaran pohon.
Selain itu, Muta mencatat 299 kasus penyitaan properti Palestina. Terdapat pula 49 kasus pengambilalihan rumah warga Palestina. Dampaknya tidak hanya berupa kerugian material. Kejahatan pemukim juga meningkatkan risiko warga kehilangan tanah dan rumah mereka.
Pada saat yang sama, Muta mendokumentasikan 154 aktivitas permukiman sepanjang Agustus, yang mencakup perluasan pos permukiman dan pembangunan infrastruktur baru.
Dampak dari rangkaian kejahatan ini jauh melampaui kerugian material semata. Praktik kekerasan terstruktur tersebut secara langsung meningkatkan risiko bagi warga Palestina yang sangat berpotensi kehilangan hak atas tanah dan tempat tinggal mereka secara permanen.
Muta menekankan bahwa seluruh bentuk kejahatan pemukim ini berjalan secara sinkron dengan agenda ekspansi permukiman. Ketika para petani Palestina diserang, diintimidasi, atau diputus aksesnya dari lahan garapan mereka, proyek-proyek pembangunan permukiman ilegal dapat terus melaju tanpa hambatan berarti.
Dengan demikian, angka 1.223 bukan sekadar catatan bulanan. Kejahatan pemukim, penyitaan properti, pengambilalihan rumah, dan ekspansi permukiman saling berkaitan. Tanah yang disita, rumah yang diambil, serta lahan yang diserang dapat mengubah kondisi Tepi Barat secara permanen.
Sumber: Palinfo








