Sedikitnya 584 pemukim Israel menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa di Al-Quds bagian timur (Yerusalem Timur) pada Kamis (13/08). Mereka masuk dengan pengawalan ketat polisi Israel.
Menurut pejabat Departemen Wakaf Islam Al-Quds, para pemukim Israel memasuki kompleks melalui Gerbang Magharibah pada pagi hari. Kelompok tambahan kemungkinan kembali masuk setelah salat Zuhur.
Para saksi mata di lokasi melaporkan bahwa aksi penyerbuan tersebut bersamaan dengan berbagai bentuk provokasi. Ini termasuk pelaksanaan ritual keagamaan Talmudiah, ibadah bersama, hingga tarian di dalam area kompleks yang merupakan pelanggaran nyata terhadap status quo Masjid Al-Aqsa.
Baca juga: Israel Perpanjang Larangan Aktivis Hanadi al-Halawani ke Al-Aqsa
Pada saat yang sama, polisi Israel memperketat pembatasan terhadap jemaah Muslim. Sejumlah warga Palestina bahkan Israel larang memasuki Masjid Al-Aqsa melalui pintu dan gerbang kompleks.
Lonjakan eskalasi penyerbuan oleh pemukim ini biasanya terjadi setiap kali memasuki awal bulan baru dalam kalender Ibrani. Praktik penyerbuan sepihak ini sendiri mulai otoritas Israel izinkan sejak 2003. Kini, penyerbuan berlangsung hampir setiap hari kecuali pada Jumat dan Sabtu, dengan jumlah peserta yang terus meningkat dari tahun ke tahun.
Masjid Al-Aqsa diakui dunia sebagai salah satu situs suci umat Islam, sementara kelompok Yahudi radikal menamakannya Temple Mount atas dasar klaim lokasi dua kuil kuno. Eskalasi di kawasan ini terus menciptakan instabilitas, terlebih sejak Israel menduduki Al-Quds bagian timur pada perang 1967 dan mencaplok seluruh kota tersebut secara sepihak pada 1980—sebuah tindakan yang hingga kini tidak pernah komunitas internasional akui.








