Pelanggaran gencatan senjata oleh Israel di Jalur Gaza terus memakan korban jiwa. Pada Sabtu (27/6), seorang anak Palestina berusia 10 tahun, Walid Youssef Abu Jazar, meninggal dunia akibat luka yang ia derita. Ia terluka akibat serangan Israel beberapa hari sebelumnya di kawasan Al-Mawasi, sebelah barat Khan Younis.
Pada hari yang sama, serangan pesawat nirawak (drone) Israel kembali menghantam dua tenda pengungsi di Jalan Al-Rashid, kawasan Al-Mawasi. Serangan tersebut menewaskan dua warga Palestina, termasuk seorang perempuan bernama Islam Hassan Abu Shamala, serta melukai sedikitnya tujuh orang lainnya. Selain menghancurkan kedua tenda, ledakan juga merusak sejumlah tempat pengungsian di sekitarnya.
Menurut para saksi, lokasi yang menjadi sasaran berada di luar wilayah yang seharusnya berada di bawah kendali militer Israel berdasarkan ketentuan gencatan senjata yang berlaku sejak Oktober 2025.
Baca juga: “Sidang DK PBB: Israel Catat Pelanggaran Anak Tertinggi di Dunia”
Sementara itu, pasukan Israel juga melakukan penyusupan terbatas ke wilayah timur Al-Maghazi dan Deir al-Balah. Pasukan Israel menggunakan dua tank dan satu buldoser militer. Di bawah perlindungan tembakan intensif, mereka memindahkan blok-blok beton yang menandai “garis kuning”, yakni zona pembatas yang Israel berlakukan di dalam Gaza, sehingga memperluas wilayah yang berada di bawah kontrolnya.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya mengakui bahwa militernya kini menguasai sekitar 70 persen wilayah Jalur Gaza. Angka tersebut meningkat dari sekitar 53 persen pada awal gencatan senjata menjadi 60 persen pada pertengahan Mei, sebelum kembali meluas hingga 70 persen.
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, hingga Kamis lalu, pelanggaran gencatan senjata oleh Israel telah menyebabkan 1.031 warga Palestina terbunuh dan 3.309 lainnya terluka. Sejak awal agresi genosida pada Oktober 2023, lebih dari 73.000 warga Palestina terbunuh. Selain itu, lebih dari 173.000 orang terluka, sementara sekitar 90 persen infrastruktur sipil Gaza mengalami kehancuran.
Sumber: MEMO








