• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Kamis, Mei 28, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home A

Waves to Gaza: Relawan Indonesia Ungkap Kekerasan Zionis Israel terhadap Aktivis Global Sumud Flotilla

Talkshow online ini menghadirkan Abeng dan Thoudy, Jurnalis Republika yang berlayar ke Gaza, beserta Maryam Rachmayani selaku Dewan Pengarah GPCI

by Marketing Communication
Mei 28, 2026
in A, Activities, Event, Kegiatan
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Waves to Gaza: Relawan Indonesia Ungkap Kekerasan Zionis Israel terhadap Aktivis Global Sumud Flotilla
10
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

ADARA — Misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) kembali menjadi perhatian publik setelah armada sipil yang membawa bantuan untuk Gaza diintersep Israel di laut internasional. Dalam agenda “Waves to Gaza: Kesaksian Jurnalis Global Sumud Flotilla” pada Kamis (28/5), relawan Indonesia membagikan pengalaman mereka selama mengikuti misi tersebut.

Lebih dari 135 peserta mengikuti agenda Waves to Gaza pada Kamis (28/5).
Lebih dari 135 peserta mengikuti agenda Waves to Gaza pada Kamis (28/5).

Diskusi menghadirkan Maryam Rachmayani selaku Dewan Pengarah Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) sekaligus Direktur Utama Adara Relief International. Sementara itu, Bambang Noroyono (Abeng) dan Thoudy Badai, relawan GPCI sekaligus jurnalis Republika yang turut berlayar menuju Gaza. Agenda ini dimoderatori oleh Fathimah Nurus Saadah, Marketing Communication Adara.

Persiapan Misi Global Sumud Flotilla

Maryam, Abeng, dan Thoudy dalam Misi Global Sumud Flotilla 2025.
Maryam, Abeng, dan Thoudy dalam naungan Global Peace Convoy Indonesia pada misi Global Sumud Flotilla di Tunisia, 2025.

Misi ini merupakan misi kedua dari Global Sumud Flotilla yang telah berjalan di tahun lalu. Saat itu, Maryam, Abeng, dan Thoudy mengikuti serangkaian persiapan berlayar di Tunisia, namun belum mendapat kesempatan untuk berlayar.

Maryam menjelaskan bahwa GSF di tahun ini berkembang menjadi misi darat, laut, serta forum advokasi. Semua ini bertujuan untuk semakin menguatkan posisi GSF sebagai misi kemanusiaan untuk mendobrak blokade Gaza. Misi ini juga bertujuan untuk membuka mata dunia terhadap penjajahan yang terus berlangsung di Palestina.

Global Sumud Parliamentary Congress di Brussel, Belgia.
Global Sumud Parliamentary Congress di Brussel, Belgia.

Sebelum keberangkatan, GSF telah membangun berbagai jalur diplomasi internasional. Salah satunya, Global Sumud Parliamentary Congress di Brussel, Belgia yang dihadiri berbagai tokoh publik dari 60 negara. Wanda Hamidah, Prof. Sudarnoto, Feri Amsari, Arif Rahmadi Haryono, Prof. Heru Susetyo, dan Gustika Yusuf Hatta mewakili Indonesia di forum ini.

Sementara itu, GPCI juga telah membangun komunikasi dengan pihak legislatif dan eksekutif Indonesia mengenai rencana keberangkatan relawan dalam GSF.

Abeng dan Thoudy mengaku keberangkatan mereka sebagai jurnalis dalam misi ini bertujuan untuk memberitakan kondisi Gaza. “Kita punya kewajiban untuk mengetahui apa yg terjadi di Gaza, kita harus datang dan menyampaikan apa yang terjadi,” tegas Abeng.

“Kita percaya bahwa kita bisa melawan dengan narasi, dan itu yang membuat Israel takut,” ungkap Thoudy. “Setiap penjajah pasti takut dengan gerakan sipil, karena saat dunia tidak mampu menjalankan mandat internasional untuk menghentikan genosida, masyarakat sipil pasti akan bergerak,” tambah Abeng.

Waves to Gaza: Kesaksian Penculikan Relawan di Laut Internasional

Bambang Noroyono dan Thoudy Badai membagikan pengalaman saat mengalami penculikan di perairan internasional pada Senin (18/5).

Abeng berada di Kapal Boralize yang pertama kali mengalami intersep dari seluruh armada GSF, sementara itu Thoudy berada di Kapal Ozgurluk.

Kapal Boralize
Kapal Boralize.

Keduanya menjelaskan bahwa seluruh partisipan sebenarnya telah memahami risiko intersep sebelum keberangkatan. Oleh karena itu, saat memasuki red zone di hari Ahad (17/5), mereka telah bersiap dengan protokol intersep.

Senin (18/5), perahu karet Zodiac IOF membajak kapal mereka. Militer IOF juga menembakkan peluru karet ke badan kapal. IOF lalu menggeledah setiap peserta untuk mengecek paspor dan memastikan relawan tidak membawa senjata. Mereka juga mencabut atribut Palestina yang melekat pada pakaian relawan secara kasar dengan makian.

Seraya menodong senjata, IOF membawa mereka ke kapal militer besar. Kapal tersebut penuh dengan kontener, dan terdapat kontener khusus eksekusi. Setiap relawan, baik laki-laki, perempuan, maupun lansia mengalami penyiksaan di kontener tersebut. Setelah itu, mereka memasuki ruang tahanan kemudian disiksa secara keji selama 3 hari, baik fisik maupun psikis.

Setiap relawan yang menyanyikan yel-yel untuk Palestina diancam ditembak. IOF menyodorkan roti yang tak layak, juga melempar gelondongan air mineral di atas kepala relawan.

Penyiksaan relawan GSF di Ashdod.
Penyiksaan relawan GSF di Ashdod.

Kapal tahanan ini kemudian membawa para relawan ke Ashdod. Sesampainya di sana, relawan menjalani proses imigrasi, kemudian kembali mengalami penyiksaan. Mereka bersujud dengan kondisi terikat. Jika berusaha untuk bergerak, IOF akan menginjak punggung relawan.

Setelah itu, relawan mengalami penyiksaan di Penjara Ketziot selama satu malam. Mereka mengenakan pakaian tawanan dengan bau najis yang menyengat. Di Ketziot, banyak hewan yang dilatih untuk menyiksa tawanan, dan ini tercermin dari banyaknya bercak pada pakaian tawanan.

“Semua partisipan mengalami perlakuan sama. Tidak ada yang mendapat perlakuan khusus,” ujar Thoudy. “Apalagi narasi bahwa WNI mendapat perlakuan baik. Faktanya, Zionis memperlakukan WNI dengan tidak baik, bahkan teman kami masuk rumah sakit sesampainya di Indonesia.”

Jika pada relawan pun Zionis Israel berani melakukan penyiksaan, bagaimana dengan tahanan Palestina?

Meskipun telah mengalami serentetan penyiksaan, semua aktivis GSF terus menuturkan bahwa penyiksaan ini hanyalah sedikit dari penderitaan para tahanan Palestina.

“Ini hanyalah setetes dari perihnya yang dialami masyarakat Gaza,” ujar Abeng.

Baca Juga

Roadshow Kepalestinaan Adara di Jepang Jangkau Diaspora Indonesia dari Osaka hingga Sapporo

Jelang Idul Adha, Sahabat Adara Terus Membersamai 2000 Yatim Gaza

“Kita yang tidak berdarah Palestina saja mengalami penyiksaan seperti ini. Lalu, bagaimana dengan warga Palestina yang ditahan tanpa alasan dan tidak ada kepastian kapan dibebaskan. Penyiksaan mereka bisa lebih sadis,” papar Thoudy. “Oleh karena itu, teruslah berada di barisan saudara di Palestina apa pun kondisinya.”

“Perjuangan untuk Palestina tidak boleh berhenti. Hidupkan sosmed dan kirim donasi. Gaza tetap butuh bantuan kemanusiaan, itu yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup,” imbuh Maryam. “Kemudian, teruslah mengedukasi. Sesederhana memakai pin semangka pun sudah menjadi edukasi untuk menunjukkan keberpihakan dan menggerakkan orang di sekitar.”

Tags: flotillaglobal peace convoy indonesiaglobal sumud flotillaGPCIgsfJurnalis
ShareTweetSendShare
Previous Post

Garis Oranye Israel Mempersempit Wilayah Gaza

Marketing Communication

Marketing Communication

Related Posts

Kajian kepalestinaan oleh Syekh Fayez dan Ustadzah Maryam dalam rangkaian roadshow Jepang yang berlangsung dari 4–10 Mei 2026.
A

Roadshow Kepalestinaan Adara di Jepang Jangkau Diaspora Indonesia dari Osaka hingga Sapporo

by Marketing Communication
Mei 25, 2026
0
41

TOKYO — Adara Relief International menggelar rangkaian Roadshow Kepalestinaan di Jepang pada 4–10 Mei 2026. Roadshow ini menghadirkan Ustadzah Maryam...

Read moreDetails
Anak yatim Gaza dalam Temu Kangen Dekap Yatim Palestina, Kamis (21/5).

Jelang Idul Adha, Sahabat Adara Terus Membersamai 2000 Yatim Gaza

Mei 24, 2026
132
Konsolidasi Ormas dan Filantropi Islam atas Penculikan WNI oleh Zionis Israel dalam misi Global Sumud Flotilla di Aula Buya Hamka, MUI Pusat, Jakarta, Selasa (20/5).

MUI Kecam Penculikan WNI di Global Sumud Flotilla, Desak Pemerintah Segera Bebaskan Para Aktivis Kemanusiaan

Mei 22, 2026
27
Webinar Fiqih Qurban bertajuk 101 Masalah Fiqih Qurban Kontemporer pada Sabtu (2/5) melalui Zoom Meeting dan YouTube

Ustadz Nur Fajri Jabarkan 101 Masalah Fiqih Qurban Kontemporer

Mei 2, 2026
87
Pelepasan Delegasi Indonesia Global Peace Convoy Indonesia ke Turki untuk GSF 2.0 pada Selasa (28/4).

Delegasi Indonesia Bertolak ke Turki untuk Misi Global Sumud Flotilla 2.0 (GSF 2.0)

April 30, 2026
65
Maryam mengikuti National Solidarity Conference for Palestine and Call for Peace in the Middle East di Davao, Filipina.

Adara Hadiri Rangkaian Konferensi Global untuk Palestina di Filipina

April 27, 2026
30

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • 2.250 Tenaga Medis dan Pasien di RS Asy Syifa, Gaza Terima Makanan Berbuka Puasa

    2.250 Tenaga Medis dan Pasien di RS Asy Syifa, Gaza Terima Makanan Berbuka Puasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bahan Pokok Ramadan untuk 160 Keluarga di Tulkarem Tepi Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jelang Idul Adha, Sahabat Adara Terus Membersamai 2000 Yatim Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630