Wabah penyakit Gaza terus memburuk akibat runtuhnya fasilitas kesehatan dan sanitasi. Selain itu, wabah penyakit Gaza kini mengancam jutaan warga di tengah blokade dan kehancuran. UNRWA mencatat lebih dari 125 ribu kasus infeksi kulit akibat tikus dan parasit sejak Januari 2026. Penyakit itu menyebar cepat karena jaringan air dan limbah yang rusak berat.
Menurut UNRWA, tim medis menangani sekitar 400 pasien setiap hari. Namun, mereka masih kekurangan obat dan perlengkapan medis penting. Selain itu, perang menghancurkan sekitar 90 persen infrastruktur Gaza, termasuk saluran air dan sanitasi. Akibatnya, wabah penyakit Gaza semakin sulit dikendalikan dan risiko epidemi terus meningkat.
WHO juga melaporkan lebih dari 17 ribu kasus infeksi terkait tikus dan parasit pada pengungsi Gaza. Karena itu, UNRWA mendesak masuknya bantuan medis dalam jumlah besar. Di sisi lain, warga Gaza menghadapi krisis pangan, pengungsian, dan layanan kesehatan yang terbatas. Meski gencatan senjata diumumkan pada Oktober 2025, serangan dan pembatasan bantuan masih terus berlangsung.
Selain itu, di penjara Israel, penyakit kudis terus menyebar dan memicu krisis kesehatan serius bagi tawanan Palestina. Masyarakat Tawanan Palestina melaporkan wabah kudis menyebar di penjara Ofer, Megiddo, Negev, dan Ganot. Penjara-penjara itu mengalami lonjakan kasus dalam beberapa bulan terakhir.
Menurut laporan tersebut, banyak tawanan tidak mendapat pengobatan memadai. Bahkan, sebagian tawanan mengalami kudis selama lebih dari lima bulan. Selain itu, sel yang padat mempercepat penularan penyakit. Dalam satu sel, beberapa tawanan biasanya sudah terinfeksi kudis.
Organisasi itu juga melaporkan munculnya bisul, luka infeksi, dan rasa gatal berat yang mengganggu tidur tawanan. Sejumlah tawanan bahkan kesulitan bergerak akibat kondisi kesehatan yang memburuk. Mereka menilai kudis penjara Israel berkaitan dengan kurangnya kebersihan, ventilasi buruk, dan minimnya perlengkapan dasar. Karena itu, mereka mendesak WHO agar segera turun tangan.







![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)