Iduladha di Gaza kembali berlangsung hanya dengan sedikit kurban dan muramnya suasana perayaan. Selain itu, Iduladha pada tahun ini tiba di Gaza di tengah krisis pangan, kemiskinan, dan pasar yang sepi akibat blokade Israel.
Peternak Gaza, Mazen al-Jerjawi, mengatakan dirinya dulu menjual ratusan kambing dan sapi menjelang Iduladha. Namun sekarang, ia tidak memiliki ternak sama sekali karena Israel melarang masuknya hewan hidup ke Gaza.
Sebelum perang, Gaza mengimpor hingga 60 ribu hewan ternak setiap tahun untuk kebutuhan Iduladha. Kini, jumlah kambing dan domba turun drastis dari 60 ribu menjadi hanya 3.000 ekor. Selain itu, lebih dari 90 persen sektor peternakan Gaza hancur akibat serangan dan pembatasan Israel. Harga seekor domba bahkan melonjak dari sekitar 600 dolar menjadi 7.000 dolar AS.
Baca juga : “Krisis Bahan Bakar, Toko Roti Gaza Terancam Tutup”
Jerjawi mengatakan banyak peternak terpaksa menjual ternak mereka saat mengungsi. Sebab, mereka lebih fokus menyelamatkan keluarga dan membeli kebutuhan pokok. Di sisi lain, pasar pakaian Iduladha Gaza juga terlihat kosong. Banyak keluarga tidak lagi membeli pakaian baru karena kesulitan memenuhi kebutuhan makanan dan air.
Seorang pengungsi, Umm Muhammad Badr, mengaku kini hanya memikirkan cara memberi makan keluarganya. Anak-anaknya pun memahami kondisi tersebut dan menahan keinginan membeli pakaian baru. Sementara itu, para pedagang mengeluhkan hampir tidak adanya pembeli. Warga biasanya hanya menanyakan harga lalu pergi tanpa membeli apa pun.
Para pedagang juga menyebut bantuan dan program pakaian Iduladha Gaza menurun tajam tahun ini. Akibatnya, pasar semakin lesu dan suasana Iduladha Gaza kehilangan kebahagiaan seperti tahun-tahun sebelumnya.








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)