Aktivis flotilla Gaza mengalami kekerasan dan penghinaan setelah Israel mencegat kapal bantuan menuju Gaza. Aktivis ini berasal dari puluhan negara dan berusaha menembus blokade Israel terhadap Gaza.
Menteri ekstremis Israel, Itamar Ben-Gvir, mengunggah video yang memperlihatkan aktivis flotilla Gaza yang dipaksa berlutut dengan tangan terikat. Video itu juga memperdengarkan lagu kebangsaan Israel yang diputar keras.
Sementara itu, lembaga hukum Adalah mengungkap banyak aktivis flotilla Gaza mengalami kekerasan fisik dan pelecehan. Pengacara lembaga tersebut menemukan aktivis yang mengalami patah tulang rusuk, kesulitan bernapas, hingga luka akibat peluru karet dan senjata listrik.
Baca juga : “Israel Tahan Ratusan Aktivis Global Sumud Flotila”
“Bantuan Gaza Turun Drastis”
Bahkan, sejumlah perempuan melaporkan aparat Israel memaksa mereka melepas hijab selama penahanan. Aktivis lain juga dipaksa berlutut dalam waktu lama dan berjalan dengan posisi membungkuk.
Menurut Adalah, tindakan Israel terhadap aktivis Sumud Flotilla merupakan pelanggaran hukum dan hak asasi manusia. Karena itu, organisasi tersebut meminta pembebasan seluruh peserta tanpa syarat.
Di sisi lain, beberapa negara Eropa, termasuk Italia, Prancis, dan Spanyol, mengecam tindakan Israel. Mereka menilai perlakuan terhadap aktivis flotilla Gaza telah merendahkan martabat manusia dan melanggar hukum internasional. Italia juga memanggil duta besar Israel dan menuntut penjelasan resmi atas insiden tersebut.








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)