JAKARTA-Menjelang waktu berbuka puasa, biasanya setiap keluarga akan memasak hidangan khusus untuk disantap bersama-sama. Akan tetapi, Ramadan kali ini, penduduk Gaza tidak bisa melakukannya akibat dampak genosida. Oleh sebab itu, pada 8 Maret 2026, Sahabat Adara mengirimkan hidangan istimewa sebagai menu berbuka penduduk Gaza. Makanan berbuka puasa tersebut telah menjangkau 2.235 orang yang tinggal di As-Shabrah, Gaza utara.

Ramadan tahun ini hadir di tengah kelangkaan gas untuk memasak di Jalur Gaza. Otoritas Energi Gaza melaporkan bahwa sektor gas untuk memasak tengah menghadapi situasi yang sangat sulit akibat pembatasan pasokan gas oleh Israel. Selama empat bulan sebelum Ramadan, hanya ada 361 truk berisi gas yang mendapatkan izin untuk memasuki Jalur Gaza. Truk-truk tersebut hanya membawa sekitar 7.000 ton gas.
Kepala Otoritas Energi, Iyad al-Shurbaji, mencatat bahwa kebutuhan gas minimum penduduk Gaza adalah sekitar 8.000 ton per bulan. Dengan kata lain, penduduk Gaza membutuhkan sekitar 260 ton gas per hari. Namun, ia menyampaikan bahwa tingkat ketercapaian pasokan gas untuk memasak tidak pernah melebihi 20 persen dari kebutuhan bulanan penduduk Gaza. Akibatnya, memasak yang tadinya merupakan kegiatan sehari-hari berubah menjadi perjuangan yang sangat sulit.

Karena penduduk Gaza sangat sulit memasak akibat kelangkaan gas, maka Sahabat Adara melalui Adara Relief International berinisiatif menyalurkan makanan untuk berbuka puasa. Pada 8 Maret 2026, hidangan berbuka berupa nasi dan daging dimasak langsung di Jalur Gaza. Makanan berbuka tersebut kemudian dibagikan kepada 2.235 orang yang tinggal di tenda-tenda pengungsian di As-Shabrah, Gaza utara.


Meski gas untuk memasak masih langka di Gaza, namun kini ribuan penduduk Gaza bisa kembali menikmati hidangan yang dimasak dengan penuh cinta. Terima kasih Sahabat Adara, makanan berbuka puasa darimu telah menjadi pelipur lara bagi saudara-saudara kita yang merindukan momen berbuka puasa dengan bahagia.








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)