Lebih dari 75.000 warga Palestina melaksanakan salat Jumat berjemaah di Masjid Al-Aqsa. Puluhan ribu jemaah tetap hadir meski pembatasan ketat oleh otoritas Israel masih berlangsung sejak Oktober 2023.
Menurut pernyataan Departemen Wakaf Islam di Al-Quds (Yerusalem), puluhan ribu jemaah berhasil memasuki kompleks masjid, yang sebelumnya sempat Israel tutup selama 40 hari dan baru dibuka kembali pada 10 April. Penutupan tersebut menyebabkan warga Palestina tidak dapat menunaikan salat Jumat sebanyak lima kali berturut-turut, termasuk salat Idulfitri. Pembatasan seperti ini belum pernah terjadi sejak pendudukan Al-Quds bagian timur (Yerusalem Timur) pada 1967.
Saksi mata melaporkan Israel mengerahkan ratusan polisi di sekitar Kota Tua, termasuk di gang-gang dan pintu masuk kompleks. Aparat juga menghentikan sejumlah pemuda Palestina untuk pemeriksaan identitas, sementara akses dari Tepi Barat tetap mereka batasi.
Sejak awal agresi genosida di Gaza, otoritas Israel melarang sebagian besar warga Palestina dari Tepi Barat memasuki Al-Quds untuk beribadah. Akses ke Al-Aqsa kini umumnya hanya Israel berikan kepada penduduk Al-Quds bagian timur dan warga Palestina yang memiliki kewarganegaraan Israel.
Meski demikian, jumlah jemaah yang hadir menunjukkan tingginya komitmen warga untuk tetap beribadah di salah satu situs paling suci dalam Islam tersebut. Situasi ini juga mencerminkan ketegangan yang terus berlangsung di Al-Quds, di tengah pembatasan akses dan pengamanan ketat di kawasan suci tersebut.








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)