Sistem pengelolaan sampah di Jalur Gaza berada di ambang keruntuhan di tengah berlanjutnya serangan Israel dan penutupan fasilitas pembuangan utama. Kondisi ini memicu krisis lingkungan dan kesehatan yang kian memburuk bagi warga sipil.
Kepala Dewan Layanan Bersama Pengelolaan Limbah Padat untuk Khan Younis, Rafah, dan wilayah tengah, Ahmed Al-Sufi, memperingatkan bahwa situasi telah melampaui krisis kemanusiaan dan berkembang menjadi bencana lingkungan yang mengancam langsung kehidupan warga dan pengungsi.
Penutupan tempat pembuangan utama Al-Fukhari, yang melayani wilayah selatan dan tengah Gaza, memaksa munculnya lokasi pembuangan liar di dekat permukiman dan tenda pengungsi. Akses ke sejumlah area juga terhambat akibat pembatasan militer sehingga memperparah penumpukan sampah di ruang publik.
Al-Sufi menyebutkan bahwa agresi yang berlangsung lebih dari 900 hari telah memperburuk kondisi ini. Pembatasan masuknya bahan bakar, oli, dan suku cadang menyebabkan sebagian besar kendaraan pengangkut sampah tidak dapat beroperasi. Pada saat yang sama, larangan masuknya bahan pengendali hama mempercepat penyebaran tikus dan serangga di antara tumpukan limbah.
Akibatnya, risiko wabah penyakit meningkat, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Dampak krisis ini bahkan diperkirakan dapat meluas melampaui wilayah Gaza.
Data Dewan Layanan menunjukkan sekitar satu juta meter kubik limbah telah menumpuk sejak awal perang, sementara kapasitas pengangkutan harian hanya mencapai sekitar 1.400 meter kubik. Ketimpangan ini mempercepat degradasi lingkungan di wilayah yang sudah mengalami kerusakan parah.
Al-Sufi mendesak intervensi internasional segera, termasuk pembukaan kembali akses ke tempat pembuangan Al-Fukhari serta masuknya pasokan operasional penting. Ia juga menyerukan dukungan finansial dan teknis bagi otoritas lokal untuk mencegah runtuhnya sistem layanan dasar di Gaza.
Tanpa langkah cepat, krisis ini berpotensi berkembang menjadi ancaman kesehatan publik berskala luas.
Sumber: Palinfo








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)