UN Women melaporkan bahwa sedikitnya 47 perempuan dan anak perempuan terbunuh setiap hari selama agresi di Jalur Gaza yang telah berlangsung lebih dari dua tahun. Lembaga tersebut menegaskan bahwa korban terus berjatuhan meski gencatan senjata telah berlaku sejak Oktober 2025.
Berdasarkan data hingga Desember 2025, lebih dari 38.000 perempuan dan anak perempuan terbunuh, mencakup lebih dari setengah total korban jiwa yang tercatat oleh Kementerian Kesehatan Gaza. Dari jumlah tersebut, sekitar 22.000 adalah perempuan dewasa dan 16.000 anak perempuan.
Kepala kemanusiaan UN Women, Sofia Calltorp, menyatakan bahwa tingginya angka korban mencerminkan dampak yang tidak proporsional terhadap kelompok rentan. Ia juga mengungkapkan bahwa sekitar 11.000 perempuan dan anak perempuan mengalami luka berat yang berujung pada disabilitas permanen.
Meski gencatan senjata telah berlaku, korban terus berjatuhan akibat pelanggaran yang berulang di lapangan. Calltorp menekankan bahwa keterbatasan data terperinci berdasarkan usia dan gender menyulitkan pemantauan dampak pascagencatan senjata secara akurat.
Selain korban jiwa, sekitar satu juta perempuan dan anak perempuan mengalami pengungsian berulang. Sekitar 790.000 lainnya menghadapi tingkat kerawanan pangan akut hingga katastrofik, di tengah keterbatasan akses terhadap air bersih, makanan, dan bantuan kemanusiaan.
Kerusakan infrastruktur juga memperparah kondisi. Data dari World Health Organization menunjukkan lebih dari 500.000 perempuan di Gaza tidak memiliki akses terhadap layanan kesehatan dasar. Layanan tersebut mencakup perawatan kehamilan dan pascapersalinan.
UN Women menyerukan agar perempuan dan anak perempuan menjadi prioritas utama dalam respons kemanusiaan. Tanpa intervensi yang memadai, lembaga itu memperingatkan bahwa dampak jangka panjang terhadap kelompok ini akan semakin parah, baik dari sisi kesehatan, sosial, maupun ekonomi.








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)