• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Jumat, Mei 1, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Mengenang Perempuan Jurnalis Palestina yang Telah Gugur

by Adara Relief International
Maret 9, 2026
in Berita Kemanusiaan, Perempuan
Reading Time: 2 mins read
0 0
0
Mengenang Perempuan Jurnalis Palestina yang Telah Gugur
27
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Dalam menghadapi gempuran genosida Israel, perempuan-perempuan Gaza telah bangkit dan melawan, masing-masing dengan caranya sendiri. Para jurnalis perempuan, khususnya, telah menunjukkan kepahlawanan sejati. Mereka mengambil tugas berbahaya untuk meliput genosida, untuk menjadi saksi dan mendokumentasikan kekejaman.

Kamera, buku catatan, dan telepon mereka telah menjadi alat. Bukan hanya untuk bercerita, tetapi juga untuk bertahan hidup dan menyimpan memori. Atas keberanian mereka, para jurnalis perempuan Gaza telah membayar harga yang mahal. Lebih dari 20 dari 270 jurnalis dan pekerja media yang Israel bunuh adalah perempuan.

Di antara mereka adalah Mariam Abu Daqqa. Ia menjadi sasaran tentara Israel bersama jurnalis lain di Kompleks Medis Nasser di Khan Younis di Jalur Gaza selatan pada bulan Agustus 2025. Dia bekerja sebagai koresponden lapangan selama bertahun-tahun, mendokumentasikan penderitaan warga Palestina di bawah pengepungan, dan melaporkan realita genosida tersebut.

Mariam bukan hanya seorang jurnalis pemberani, melainkan juga seorang putri dan ibu yang penyayang. Ketika masih muda, ia mendonorkan salah satu ginjalnya kepada ayahnya yang sedang berjuang melawan penyakit ginjal. Ia sepenuhnya mengabdikan dirinya kepada putranya, Ghaith. Selama genosida, ia membuat keputusan yang menyakitkan untuk mengirim putranya ke luar negeri agar ia aman. Sebelum meninggal, ia menulis pesan yang memilukan kepada putranya: “Ghaith, jantung hatiku, aku ingin kau berdoa untukku, jangan menangisi kematianku.”

Baca Juga

Israel Jatuhkan Sanksi untuk Flotilla Bantuan Gaza, Ancam Penyitaan Kapal

74 Pekerja Palestina Terbunuh di Tengah Krisis Kerja

Empat bulan sebelum Mariam terbunuh, Israel membunuh seorang fotografer jurnalistik brilian lainnya: Fatima Hassouna.

Baca juga : “Israel Tangkap Kembali Perempuan Jurnalis Palestina yang Dibebaskan“

“Jika aku meninggal, aku menginginkan kematian yang menggemparkan. Aku tidak ingin hanya menjadi berita utama atau sekadar angka di antara banyak orang. Aku menginginkan kematian yang didengar dunia, dampak yang bertahan sepanjang masa, dan gambar-gambar yang tidak dapat dilupakan oleh waktu dan tempat,” tulis Fatima di media sosial sebelum kematiannya.

Sebagai seorang fotojurnalis muda yang berbakat, ia memiliki masa depan yang cerah. Ia juga akan segera menikah dalam beberapa bulan mendatang. Namun, tentara Israel mengebom rumahnya di Gaza utara, membunuhnya bersama enam anggota keluarganya. Ini terjadi hanya sehari setelah pengumuman bahwa film dokumenter tentang dirinya akan diputar di festival film independen di Cannes.

Fatima meninggalkan kita secara tiba-tiba dan terlalu cepat. Namun kepergiannya tidaklah sunyi. Kepergiannya penuh dengan suara lantang, seperti yang ia harapkan. Penayangan film dokumenter tentang dirinya mendapat tepuk tangan meriah di festival tersebut, bersamaan dengan seruan “Bebaskan, bebaskan Palestina!”

Penargetan dan pembunuhan massal terhadap jurnalis Palestina telah menghancurkan mereka yang selamat karena luka psikologis yang mendalam. Para perempuan jurnalis berbicara pelan di antara mereka sendiri tentang rasa takut, sakit, dan kelelahan. Mereka tahu bahwa kematian dapat datang kapan saja dari langit, namun mereka tetap bertahan. Para jurnalis terus meliput serangan yang tidak dapat mereka hindari. Mereka terus meliput genosida yang mereka alami sendiri.

Para jurnalis bekerja dalam kondisi yang membuat jurnalisme menjadi mustahil di tempat lain. Mereka beroperasi di tempat tanpa listrik, hampir tanpa koneksi internet, dan tanpa jalur aman bagi mereka yang mengenakan rompi PRESS.

Namun, bahkan di tengah berbagai rintangan ini, para perempuan jurnalis Gaza terus menulis, merekam, mendokumentasikan, dan menyiarkan berita kepada jutaan orang di seluruh dunia. Pelaporan mereka telah membentuk pemahaman dunia tentang seperti apa kehidupan selama genosida.

Sumber: Al Jazeera

ShareTweetSendShare
Previous Post

Perempuan Tawanan Palestina Hadapi Pelecehan di Penjara Israel

Next Post

Indonesia Tangguhkan Partisipasinya dalam Dewan Perdamaian

Adara Relief International

Related Posts

Israel Jatuhkan Sanksi untuk Flotilla Bantuan Gaza, Ancam Penyitaan Kapal
Berita Kemanusiaan

Israel Jatuhkan Sanksi untuk Flotilla Bantuan Gaza, Ancam Penyitaan Kapal

by Adara Relief International
April 30, 2026
0
31

Israel mengumumkan sanksi terhadap kampanye Global Sumud Flotilla yang tengah berlayar menuju Gaza untuk menembus blokade dan mengirim bantuan kemanusiaan....

Read moreDetails
74 Pekerja Palestina Terbunuh di Tengah Krisis Kerja

74 Pekerja Palestina Terbunuh di Tengah Krisis Kerja

April 30, 2026
29
Krisis Lingkungan Gaza Memburuk, Hama dan Penyakit Ancam Warga

Krisis Lingkungan Gaza Memburuk, Hama dan Penyakit Ancam Warga

April 30, 2026
22
PPS: Penahanan Dokter Gaza Tanpa Dakwaan Langgar Hukum Internasional

PPS: Penahanan Dokter Gaza Tanpa Dakwaan Langgar Hukum Internasional

April 30, 2026
19
Pakar PBB: Rekonstruksi Gaza Gagal Tanpa Akhiri Pendudukan

Pakar PBB: Rekonstruksi Gaza Gagal Tanpa Akhiri Pendudukan

April 30, 2026
23
OKI Desak DK PBB Wujudkan Perdamaian Abadi Gaza

OKI Desak DK PBB Wujudkan Perdamaian Abadi Gaza

April 29, 2026
27
Next Post
Indonesia Tangguhkan Partisipasinya dalam Dewan Perdamaian

Indonesia Tangguhkan Partisipasinya dalam Dewan Perdamaian

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]

    Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dermawan yang Hakiki; Memberi Tanpa Diminta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Palestina dalam Kebutaan Dunia: Di Tengah Eskalasi Regional, Tepi Barat dan Gaza Menghadapi Teror Tanpa Akhir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • “Pandemi Disabilitas” Ciptakan Penderitaan Tak Berujung Bagi Perempuan dan Anak-Anak Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630