• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Kamis, April 23, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Laporan Terpadu: Kematian Massal, Penyiksaan, dan Kekerasan Seksual Sistematis terhadap Tawanan Palestina di Penjara Israel

by Adara Relief International
November 18, 2025
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Laporan Terpadu: Kematian Massal, Penyiksaan, dan Kekerasan Seksual Sistematis terhadap Tawanan Palestina di Penjara Israel
20
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Setidaknya 98 warga Palestina telah meninggal di penjara Israel sejak agresi Gaza dimulai pada Oktober 2023, menurut laporan terbaru Physicians for Human Rights–Israel (PHRI). Laporan ini disusun berdasarkan respons resmi, dokumen medis, laporan autopsi, serta kesaksian tenaga medis dan mantan tawanan.

PHRI menegaskan bahwa Israel menyembunyikan penyebab kematian para tawanan dan menutupi jumlah korban yang sebenarnya. Organisasi ini menilai adanya taktik sistematis berupa pembunuhan, penganiayaan, dan penelantaran medis terhadap tawanan Palestina. Dari total 98 kematian yang terdokumentasi, 94 terjadi antara Oktober 2023–Agustus 2025, sementara empat kematian lainnya terjadi hanya dalam dua bulan terakhir. Angka ini belum termasuk tujuh tawanan yang dieksekusi sesaat setelah penangkapan mereka. Sebanyak 52 korban berasal dari Gaza, dan tidak ada komentar resmi dari Otoritas Penjara Israel maupun militer.

Laporan tersebut mengungkap pola kekerasan berat oleh penjaga penjara dan kelalaian medis serius. Pemeriksaan terhadap sepuluh laporan autopsi menunjukkan: cedera kepala, pendarahan internal, patah tulang rusuk, serta kondisi berbahaya lainnya. Dokumen medis juga mencatat malnutrisi ekstrem, penolakan pemberian insulin bagi pasien diabetes, kegagalan penanganan kanker, serta infeksi serius yang tidak diobati. Temuan ini sejalan dengan dokumentasi dua tahun terakhir mengenai kelaparan, dehidrasi, serta paparan panas dan dingin ekstrem di pusat-pusat penahanan Israel.

Selain kekerasan fisik, laporan tersebut menyoroti upaya Israel menghalangi keluarga untuk mengetahui penyebab kematian kerabat mereka melalui pembatasan autopsi, penolakan dokumen, dan pembungkaman informasi.

Baca Juga

Empat Warga Palestina Terbunuh di Tepi Barat, Dua di Antaranya Anak-anak

PBB: Kekerasan di Gaza Meningkat Tajam Meski Ada Gencatan Senjata

Terpisah dari laporan PHRI, sejumlah kesaksian dari penyintas, dokter, pengacara, dan organisasi HAM mengungkap bahwa tindakan yang secara hukum internasional dikategorikan sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan—termasuk pemerkosaan, pelecehan seksual, dan penghinaan seksual—telah dilakukan secara sistematis di pusat-pusat detensi Israel.

Pernyataan tegas ini disampaikan oleh pengacara anti-Zionis Ben Marmarelli saat membahas video bocoran kasus pemerkosaan di kamp Sde Teiman. Menurutnya, kasus yang terungkap hanyalah “kambing hitam”, sementara kamera yang seharusnya menyala 24 jam tidak pernah diaktifkan untuk menutup skala pelanggaran sebenarnya. Kesaksian dari mantan tawanan Gaza yang dibebaskan selama jeda perang memperkuat klaim bahwa kekerasan seksual merupakan kebijakan yang diizinkan, bukan penyimpangan.

Di Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa, dr. Ezeddin Shaheen menerima sejumlah mantan tawanan yang akhirnya mengakui bahwa mereka telah diperkosa oleh tentara Israel. Mereka datang dengan keluhan medis lain, namun ketika diperiksa, luka-luka yang melekat pada tubuh mereka mulai membuka cerita yang sesungguhnya. Selain tanda-tanda kekerasan seksual, dr. Shaheen menemukan bekas gigitan anjing, memar akibat pukulan tongkat kayu, serta luka menganga kecil yang ia identifikasi berasal dari penggunaan bor listrik pada tangan, kepala, dan bagian tubuh lainnya. Baginya, pola luka yang sama pada banyak pasien menunjukkan satu hal: penyiksaan itu sistematis.

Temuan dokter ini selaras dengan laporan Pusat HAM Palestina yang sejak berbulan-bulan mencatat pola penyiksaan seksual yang berulang di pusat-pusat detensi Israel. Para penyintas menggambarkan pengalaman mereka ketika diperkosa, baik secara individu maupun berkelompok, dipaksa telanjang, diserang dengan benda yang digunakan untuk penetrasi, diancam secara seksual, dan dikejar serta digigit anjing yang sengaja dilepas untuk meneror mereka. Semua tindakan ini dirancang untuk mematahkan mental dan kemanusiaan para tawanan, hingga mereka kehilangan batas antara rasa sakit fisik dan penghinaan psikologis.

Dalam kesaksiannya, seorang penyintas dari penjara Negev menggambarkan hari-hari pertamanya sebagai pengalaman traumatik berupa penelanjangan massal, pemukulan tanpa henti, dan anjing yang dibiarkan menyerang tubuh para tawanan. Ia juga menyaksikan Menteri Israel Itamar Ben-Gvir berjalan di antara barisan tawanan yang telanjang, lalu menginjak dada dan kepala mereka sebelum kemudian membanggakan aksi tersebut di media sosial.

Namun kekerasan ini tidak selalu langsung diungkap para korban. Menurut psikiater Dr. Alaa Al-Froukh, sebagian besar tawanan tidak mampu langsung membicarakan apa yang mereka alami. Beban stigma sosial membuat banyak penyintas memilih diam, sementara trauma mendalam memicu mekanisme psikologis penghindaran, membuat mereka berusaha menghapus peristiwa itu dari memori. Mereka hidup di antara keinginan untuk melupakan dan kebutuhan untuk bertahan. Dr. Al-Froukh menegaskan bahwa ketika penyiksaan seksual sudah menjadi “kebijakan negara”, setiap tawanan seketika berubah menjadi target.

Keseluruhan laporan ini menunjukkan pola yang tidak lagi bisa disangkal: kematian mencurigakan, penyiksaan ekstrem, kelaparan, penelantaran medis, dan kekerasan seksual yang dilakukan secara sistematis. Semua temuan ini mengarah pada satu kesimpulan yang sama, bahwa kekerasan di dalam pusat-pusat penahanan Israel bukanlah insiden terisolasi, melainkan bagian dari kebijakan yang terstruktur dan disengaja untuk menghancurkan tubuh serta mental para tawanan Palestina.

Sumber: MEMO, Qudsnen

ShareTweetSendShare
Previous Post

PBB: Situasi Kemanusiaan di Gaza Semakin Sulit, Bantuan Tenda Berulang Kali Ditolak

Next Post

Universitas Harvard Diam-diam Mengarsipkan Warisan Budaya Israel “Jika Israel Suatu Hari Hilang”

Adara Relief International

Related Posts

Mahasiswa Gaza Tuntut Perbatasan Dibuka: Beasiswa Ada, Akses Tidak
Berita Kemanusiaan

Mahasiswa Gaza Tuntut Perbatasan Dibuka: Beasiswa Ada, Akses Tidak

by Adara Relief International
April 22, 2026
0
21

Ratusan mahasiswa di Jalur Gaza menggelar aksi protes menuntut pembukaan kembali perlintasan, khususnya Rafah, setelah mereka gagal melanjutkan studi ke...

Read moreDetails
Krisis Air Gaza Memburuk, Warga Hidup dengan Kurang dari 10 Liter per Hari

Krisis Air Gaza Memburuk, Warga Hidup dengan Kurang dari 10 Liter per Hari

April 22, 2026
16
Empat Warga Palestina Terbunuh di Tepi Barat, Dua di Antaranya Anak-anak

Empat Warga Palestina Terbunuh di Tepi Barat, Dua di Antaranya Anak-anak

April 22, 2026
20
PBB: Kekerasan di Gaza Meningkat Tajam Meski Ada Gencatan Senjata

PBB: Kekerasan di Gaza Meningkat Tajam Meski Ada Gencatan Senjata

April 22, 2026
16
Serangan Israel Bunuh 6 Warga Gaza

Serangan Israel Bunuh 6 Warga Gaza

April 22, 2026
19
Citra Satelit Ungkap Ekspansi Militer Israel di Gaza

Citra Satelit Ungkap Ekspansi Militer Israel di Gaza

April 21, 2026
37
Next Post
Universitas Harvard Diam-diam Mengarsipkan Warisan Budaya Israel “Jika Israel Suatu Hari Hilang”

Universitas Harvard Diam-diam Mengarsipkan Warisan Budaya Israel “Jika Israel Suatu Hari Hilang”

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dermawan yang Hakiki; Memberi Tanpa Diminta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menguatkan Mereka yang Bertahan: Laporan Dekap Yatim Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630