• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Januari 19, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Artikel

Kisah Nyata Para Perempuan Palestina Penyintas Agresi Israel ke Gaza (Bagian 1): Kebenaran Janji Allah akan Ahl Al-Qur’an

by Adara Relief International
Juni 13, 2024
in Artikel, Sorotan
Reading Time: 4 mins read
0 0
0
Kisah Nyata Para Perempuan Palestina Penyintas Agresi Israel ke Gaza (Bagian 1): Kebenaran Janji Allah akan Ahl Al-Qur’an

(Rombongan Adara Relief International mendengarkan kisah dari para perempuan Gaza di ruang rapat GWCQP pada Jumat, 17 Mei 2024)

239
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Waktu menunjukkan waktu Zuhur, ketika rombongan perjalanan kemanusiaan Adara Relief International yang terdiri atas pengurus, komunitas, dan mitra, tiba di kantor Global Women Coalition for Al-Quds and Palestine (GWCQP). Kami disambut oleh ustadzah Rabab yang merupakan sekretaris jendral dari organisasi perempuan tingkat dunia ini.

Kami tengah berbincang ringan saat pintu ruangan dibuka; terlihat empat perempuan setengah baya dan seorang bayi. Kami menyambut mereka dengan penuh suka cita berbalut keharuan. Bagaimana tidak, mereka adalah para perempuan Gaza yang mengalami kengerian agresi Israel ke Gaza dan dievakuasi dari Gaza untuk pengobatan atau karena mereka juga memiliki 2 kewarganegaraan, yaitu Turki dan Palestina.

Setelah rehat sejenak untuk makan siang bersama, kami berkumpul di ruang pertemuan. Doktor Syaima, Ustazah Abeer, Doktor Sifjan, dan Ukhti Maryam duduk di hadapan kami bertiga belas.

Kebenaran Janji Allah akan Ahl al-Qur’an

(Foto dari kiri ke kanan: Ibu Nurjanah, ketua KPIPA; Ibu Maryam Rachmayani, Direktur Utama Adara Relief Internasional; Ibu Maryam dan bayinya, Dr. Abeer, dan Dr. Sifjan tengah berbincang-bincang di ruang tamu GWCQP)

Ustazah Abeer menjadi yang pertama memulai kisahnya. Ia mengawali cerita dengan ajakan untuk bersabar dan memperkuat kesabaran dengan tetap melaksanakan ibadah di jalan Allah subhanahu wata’ala agar menjadi orang-orang yang beruntung.

Tiba-tiba ia mengeluarkan air mata, “Mohon maaf kalau saya mengeluarkan air mata. Namun ini bukanlah air mata kesedihan melainkan air mata kerinduan untuk melihat Gaza kembali.”

Beliau kemudian menjelaskan bahwa yang saat ini terjadi bukanlah peperangan, melainkan agresi, sebab hakikat peperangan adalah pertempuran antara dua negara yang sepadan kemampuan militernya. Sementara, kemampuan militer Palestina dan Israel sangat tidak bisa dibandingkan. Dengan demikian, apa yang dilakukan oleh rakyat Palestina adalah pembelaan terhadap hak mereka.

Ustazah Abeer merupakan seorang guru di lembaga Darul Qur’an wa Sunnah. Menurutnya, keteguhan rakyat Palestina saat ini adalah karena Al-Qur’an. Rakyat Gaza menjadikan Al-Qur’an bukan sekadar ucapan di lisan, tetapi betul-betul melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pada 2023, Gaza melaksanakan Shofwatul Huffaz yang ke-2, suatu momen berkumpulnya para penghafal Al-Qur’an yang mampu menyetorkan 30 juz dalam sekali duduk, sejak pagi hingga sore atau magrib. Peserta yang mengikutinya berasal dari berbagai kalangan, seperti dokter polisi, tentara, dosen, dan lainnya. Seluruh segmen masyarakat di Gaza telah akrab dengan kegiatan menghafal Al-Qur’an dan kesibukan tidak menghalangi mereka untuk menghafalkannya.

 

1 of 5
- +

1. (Foto-foto suasana shofwatul huffadz 2 yang berlangsung di Gaza pada bulan Agustus 2023 yang diikuti oleh 1471 orang mulai dari anak-anak hingga orang tua. Sumber: dikelola dari berbagai sumber)

2.

3.

4.

5.

 

“Inilah hasil dari menghafal Al-Qur’an, kita menyaksikan bahwa mereka mampu bersikap teguh berkat mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an, sekaligus memiliki keyakinan dan akidah yang sangat kuat dalam mengamalkan sunnah,” ungkap Ustazah Abeer.

Di Gaza, anak yang berusia 3 tahun sudah mulai dimasukkan ke lembaga tahsin di masjid-masjid. Inilah yang menyebabkan penduduk Gaza dikenal sebagai penduduk yang memiliki izzah atau harga diri yang sangat tinggi. Orang Gaza hidup layaknya umat Islam di tempat lain, yang membedakannya adalah keteguhan mereka dalam memegang Al-Qur’an.

Ketika terjadi peristiwa 7 Oktober, Ustazah Abeer sedang bersiap-siap untuk berwisata ke tepi pantai bersama ibu-ibu jamaah majelis taklim. Namun, serangan 7 Oktober menyebabkan rencana mereka batal. Pada hari pertama dan kedua Taufan Al-Aqsa, ia bersama suami dan anak perempuannya tetap bertahan di rumah dan menghabiskan waktu dengan membaca Al Qur’an.

(Pada 7 oktober 2023 pejuang Palestina berhasil membuka tembok ‘apartheid’ yang membatasi Gaza dengan wilayah Palestina Terjajah (Israel). Sumber: Aljazeera)

Pada hari ketiga, mereka keluar rumah dan menyadari bahwa hanya keluarga mereka saja yang masih berada di wilayah itu. Dengan membawa barang seadanya, mereka mengungsi ke rumah saudara laki-lakinya di sekitar rumah sakit terdekat. Namun, karena terus-menerus mendengar suara rudal yang berdengung, mereka beristikharah dan memutuskan untuk pindah ke Gaza bagian selatan. Setelah mengungsi ke selatan, terjadi ledakan bom yang menyebabkan kaca jeep dan rumah mereka pecah. Mereka akhirnya memutuskan untuk kembali ke Kota Gaza.

 

1 of 2
- +

1. (Foto-foto serangan Israel ke Gaza pada bulan Oktober 2023. Sumber: WGCU, AA)

2.

Nyatanya, tidak ada ketenangan di mana pun. Rudal terus menyasar Gaza, akses internet terputus, demikian pula dengan akses air. Tidak ada yang dapat mereka lakukan, selain mengulang-ulang bacaan surah Al-Baqarah, sehingga dengan kondisi tersebut Ustazah Abeer dapat tertidur sembari duduk, sementara anaknya tertidur di lantai, meski kondisi saat itu sangat mencekam. Namun demikian, beliau tidak lepas dari salat. Beliau bertayamum, salat, kemudian tidur, terbangun, dan kembali salat sepanjang malam.

Ketika fajar tiba, mereka memutuskan untuk kembali mengungsi. Ustazah Abeer dan keluarganya terus berpindah hingga akhirnya tiba di Jalan Salahuddin. Jalur yang ketika itu diklaim Zionis sebagai jalur evakuasi yang aman, ternyata menjadi sasaran Zionis. Keadaan ini menyebabkan beliau dan keluarganya lagi-lagi harus berpindah ke Rafah dengan menggunakan kendaraan. Rombongan mereka adalah rombongan terakhir yang dapat melewati Jalan Salahuddin dengan menggunakan kendaraan. Setelah rombongan tersebut, Zionis Israel melarang siapa pun untuk naik kendaraan; semua harus berjalan kaki dengan tangan diangkat.

(Jalan Salahuddin merupakan jalan utama di Gaza yang melintas dari utara hingga selatan. Sumber: BBC)

 

1 of 5
- +

1. (Penduduk Palestina yang terpaksa mengungsi dari wilayah utara ke selatan Gaza melalui Jalan Salahuddin. Sumber: inews.uk, the globe & mail, reuters, CNN)

2.

3.

4.

5.

Meskipun berada dalam kondisi serba terbatas dan mencekam, Ustazah Abeer merasakan bagaimana Allah menjaga dan memudahkan keluarganya. Mereka pun tiba di sebuah sekolah UNRWA. Selama berada di sekolah itu beliau tidak henti-hentinya membaca surah Al-Baqarah dan Al Anfal dalam kondisi gelap dan lapar. Beliau juga menahan diri untuk tidak makan, selain karena sulitnya mendapatkan makanan, juga menjaga untuk tidak buang air karena kelangkaan air bersih.

Suami Ustazah Abeer merupakan warga negara Turki, maka beliau pergi ke Rafah agar dapat dievakuasi dari Gaza dan pergi ke Turki. Akan tetapi, petugas terkait menyatakan bahwa nama suaminya tidak tercantum dalam daftar nama yang dapat dievakuasi keluar Gaza.

Mereka memutuskan untuk tetap berada di Rafah dan menyewa sebuah kamar yang dimiliki oleh pekerja UNRWA, sambil menunggu kabar evakuasi. Beliau tinggal selama 20 hari, dan selama itu pula pemiliknya menolak menerima bayaran sewa karena menganggap mereka sebagai keluarga.

Baca Juga

In Honor of Resilience (1): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Bersuara Lantang dan Berjuang Mempertahankan Kehidupan

Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

Pada akhirnya, hari yang dinantikan tiba. Nama suaminya muncul dalam daftar warga negara Turki yang harus dievakuasi, sehingga Ustazah Abeer dan keluarganya dapat keluar dari Gaza dan menceritakan kisahnya.

Di akhir ceritanya, Ustazah Abeer berpesan, “Jangan segan untuk mempersembahkan hal sekecil apa pun yang dapat dilakukan (untuk Palestina), terutama doa. Hal tersebut sangat penting, sebab walaupun kelihatannya kecil tetapi itu sangat memberikan dukungan bagi perjuangan saudara-saudara kita.”

 

Fitriyah Nur Fadilah, S.Sos., M.I.P.

Penulis merupakan Ketua Departemen Penelitian dan Pengembangan Adara Relief International yang mengkaji realita ekonomi, sosial, politik, dan hukum yang terjadi di Palestina, khususnya tentang anak dan perempuan. Ia merupakan lulusan sarjana dan master jurusan Ilmu Politik, FISIP UI.

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

 

Tags: ArtikelPalestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

Update Hari ke-249: Korban tewas melampaui 37.000 di Gaza

Next Post

Israel Mengambil 35 Juta Dolar AS Milik Rakyat Palestina

Adara Relief International

Related Posts

Lukisan karya Maram Ali, seniman yang suka melukis tentang Palestina (The New Arab)
Artikel

In Honor of Resilience (1): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Bersuara Lantang dan Berjuang Mempertahankan Kehidupan

by Adara Relief International
Januari 14, 2026
0
23

Jika aku meninggal, aku ingin kematian yang menggemparkan Aku tidak ingin hanya menjadi berita utama,  atau sekadar angka dalam sebuah...

Read moreDetails
Sebuah grafiti dengan gambar sastrawan Palestina, Mahmoud Darwish, dan penggalan puisinya, “Di atas tanah ini ada hidup yang layak diperjuangkan”. (Zaina Zinati/Jordan News)

Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

Januari 12, 2026
86
Banjir merendam tenda-tenda pengungsian di Gaza (Al Jazeera)

Banjir dan Badai di Gaza: Vonis Mati Tanpa Peringatan

Januari 7, 2026
59
Pemusnahan Umat Kristen: Bentuk Pembersihan Etnis Zionis yang Tak Pandang Bulu

Pemusnahan Umat Kristen: Bentuk Pembersihan Etnis Zionis yang Tak Pandang Bulu

Januari 7, 2026
30
Tawanan Palestina di penjara Sde Teiman (The Guardian)

Dari Tashrifeh Hingga Pembantaian: Penjara Israel Menjelma Neraka Bagi Tawanan Palestina

Desember 15, 2025
57
Seorang ibu di Gaza menunjukkan foto anaknya sebelum kakinya diamputasi karena serangan Israel (The New Arab)

“Pandemi Disabilitas” Ciptakan Penderitaan Tak Berujung Bagi Perempuan dan Anak-Anak Gaza

Desember 5, 2025
59
Next Post
Israel Mengambil 35 Juta Dolar AS Milik Rakyat Palestina

Israel Mengambil 35 Juta Dolar AS Milik Rakyat Palestina

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630