• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Artikel

Abdul Kahar Mudzakkir, Jejak Pemuda Indonesia dalam Muktamar Dunia Islam 1931 di Al-Quds

by Adara Relief International
Maret 31, 2023
in Artikel, Biografi
Reading Time: 4 mins read
0 0
0
Abdul Kahar Mudzakkir, Jejak Pemuda Indonesia dalam Muktamar Dunia Islam 1931 di Al-Quds
189
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Usianya masih 24 tahun ketika Abdul Kahar Mudzakkir turut serta sebagai wakil umat Islam Indonesia (Centraal Committee al Islam Surabaya) di forum internasional di Baitul Maqdis, Al-Quds (Yerusalem), Palestina. Forum itu adalah Muktamar ‘Alam Islami yang pertama, sebuah forum persaudaraan yang diadakan pada 1931 oleh utusan dari berbagai negara Islam atau negara berpenduduk muslim yang tengah menapaki ‘masa perjuangan kemerdekaan’, yaitu berjuang melepaskan diri dari penjajah dan meraih kemerdekaan.

Sejak menuntut ilmu di Kairo, Kahar sering berkunjung ke berbagai negara Timur Tengah menghadiri konferensi Islam tingkat dunia, aktif memperkenalkan Indonesia yang sedang berjuang melepaskan diri dari penjajahan. Ia juga mengirimkan tulisan-tulisannya ke surat kabar Mesir seperti al-Ahram, al-Balagh, dan al-Hayat. Hal tersebut membuat namanya dikenal di kalangan aktivis Islam di Mesir. Pada 1931, ia diminta oleh Mufti Besar al-Quds, Sayid Amin al-Husaini untuk menghadiri Muktamar Islam Internasional di Palestina mewakili Asia Tenggara. Kahar pun menyurati Partai Syarikat Islam Indonesia untuk mendapatkan persetujuan kemudian berangkat ke Palestina sebagai peserta termuda. Kesempatan baik itu dimanfaatkan Kahar untuk memperkenalkan Indonesia kepada dunia Islam.

Kahar diundang dan hadir pada forum tersebut bersama Abubakar Al Asy’ari, pemuda Malaya (kelak menjadi negara Malaysia) yang sama-sama sedang belajar di Kairo, Mesir. Bersama ratusan pemuda dari Semenanjung Melayu–ketika itu disebut Djawah, keduanya aktif dalam Organisasi al-Jam’iyah al-Khairiyah al-Azhariyah al-Jawiyah, di bawah pimpinan Djanan Thaib. Melalui wadah tersebut, sejak 1925, mahasiswa Djawah aktif mengobarkan semangat antipenjajahan dan kemerdekaan untuk Indonesia dan Malaya. Gagasan dan suara mereka kemudian dituangkan melalui tulisan-tulisan yang diterbitkan di majalah-majalah yang mereka rintis, yaitu Seruan Azhar, Pilihan Timur, Merdeka, dan Usaha Pemuda.

Pada Muktamar ‘Alam Islami di Baitul Maqdis, panitia memiliki kebijakan untuk memilih dua orang pengurus berdasarkan usia para peserta atau utusan yang hadir. Jabatan ketua dipercayakan kepada peserta dengan kriteria umur tertua, sedangkan sekretaris dipercayakan kepada peserta dengan kriteria umur termuda. Dengan aturan tersebut, terpilihlah Syekh Muhammad Amin al-Husaini yang berasal dari Palestina sebagai ketua (rais), sementara pemuda Indonesia, Abdul Kahar Mudzakkir tepilih sebagai sekretaris (katib).

Ketika itu, usia Al-Husaini 38 tahun, sementara Kahar 24 tahun. Kiranya inilah perjumpaan pertama Muhammad Amin al-Husaini dengan putra Indonesia sekaligus mengenal perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia melawan penjajah Belanda. Muktamar Islam di Palestina itu telah menyatakan dukungannya terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia. Setiap kali dilangsungkan muktamar serupa sebagai kelanjutannya, senantiasa pula dukungan kepada bangsa Indonesia tidak pernah terlupakan.

Adapun isi atau agenda muktamar pada 1931 itu adalah untuk mencegah zionisme ketika pemerintah Inggris berkuasa di Palestina. Dalam artikel berjudul “Israel Didirikan dengan Melakukan Gerakan-gerakan Teror” disebutkan siasat pemerintah kolonial Inggris ketika berkuasa di Palestina. Artikel tersebut memuat penjelasan mengenai sejarah Palestina yang tidak pernah berdiri sebagai negara Yahudi, tetapi selalu di bawah kekuasaan negara-negara asing seperti Mesir, Babilonia, dan Assiria. Ide negara Yahudi baru muncul melalui gerakan zionisme yang kemudian ditegaskan dengan Deklarasi Balfour untuk memberikan Palestina sebagai tanah air bagi Yahudi.

Siasat kolonial Inggris dengan mengeluarkan Deklarasi Balfour segera disambut oleh Zionis. Pada 1917, ketika Perang Dunia I berakhir, bangsa Yahudi di Palestina hanya berjumlah 50 ribu jiwa di tengah-tengah bangsa Arab yang berjumlah 700 ribu jiwa. Setelah keluarnya Deklarasi Balfour, orang-orang Yahudi dari Barat berdatangan ke Palestina dan menduduki tanah-tanah rakyat Palestina tanpa ada pencegahan dari pihak penguasa Inggris. Teror terus berlangsung terhadap orang-orang Arab, sedangkan penguasa Inggris ketika itu hanya berpangku tangan.

Prof. Vincent Monteil, seorang orientalis dan guru besar Universitas Sorbonne, Paris, berpandangan bahwa masalah Palestina adalah perjuangan dari suatu bangsa yang bertujuan membebaskan negerinya dari pendudukan asing, dan bukan menyangkut masalah agama. Ia bahkan menyebut bahwa Israel sekarang ini bukanlah keturunan Bani Israil sebagaimana termaktub dalam Injil.

“Israel sekarang ini bukan lah keturunan Bani Israil seperti termaktub dalam kitab Injil, melainkan pendatang dari luar, dari negara-negara Barat dengan menggunakan nama agama. Yang dikehendaki oleh penduduk asli negeri itu adalah Palestina harus dijadikan sebagai suatu negara yang berdemokrasi; baik orang Yahudi, Nasrani, maupun Islam dapat hidup berdampingan dalam suasana damai dan tenteram sebagai jalan keluar memecahkan masalah tersebut.”

Kelak, Muktamar umat atau negara Islam pertama di Palestina ini menjadi embrio dan cikal bakal terbentuknya World Moslem Conference atau Muktamar al-’Alam al-Islamy yang secara formal dicetuskan dalam muktamar kedua yang digelar di Karachi, Pakistan, pada 19–20 Februari 1951. Jika pada tahun 1931 hanya negara-negara di semenanjung Laut Merah yang hadir, maka pada muktamar kedua ada 40 negara yang hadir. Hal ini tidak lepas dari situasi dunia Islam yang ketika itu menemukan kembali kepribadiannya karena tercapainya kemerdekaan. Di antara negara yang hadir adalah Afghanistan, Albania, Aljazair, Kamerun, Republik Afrika, Chad, Dahomei, Guinea, Indonesia, Iran, Iraq, Pantai Gading, Jordan, Kuwait, Lebanon, Libya, Malaysia, Mali, Mauritania, Maroko, Niger, Nigeria, Pakistan, Arab Saudi, Senegal, Siera Leone, Republik Somalia, Sudan, Syria, Zanzibar, Togo, Tunisia, Turki, Republik Persatuan Arab, Upper Volta, Taman, Gambia, Brunei, Maldiv, dan Yaman Selatan.

 

Penulis: Fatmah Ayudhia Amani, S.Ag

Diploma in Islamic Early Childhood Education (International Islamic College Malaysia)
S1 Tafsir dan Ulumul Qur’an (STIU Dirosat Islamiyah Al Hikmah Jakarta)
Sumber dari Pusat Dokumentasi Islam Indonesia Tamadun

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Baca Juga

Berkurban Sebagai Bentuk Syukur

71 Tahun Setelah KAA: Masih Relevankah Sikap Indonesia terhadap Palestina?

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

Tags: Al QudsArtikelIndonesiaInternasionalNasionalPalestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

Selama Ramadan, Tak Hanya Batasi Jamaah Masuk ke Masjid Al-Aqsa, Tapi Zionis Israel Juga Menangkapi Para Penjaganya

Next Post

Menko PMK Lakukan Roadshow Stunting dan Kemiskinan Ekstrem, Ini Kunci Pengurangannya…

Adara Relief International

Related Posts

kurban
Artikel

Berkurban Sebagai Bentuk Syukur

by Adara Relief International
Mei 5, 2026
0
29

Bicara tentang kurban berarti bicara tentang Surat Al-Kautsar. Di dalam surat terpendek ini, Allah SWT menegaskan betapa nikmat-Nya telah tercurah...

Read moreDetails
71 Tahun Setelah KAA: Masih Relevankah Sikap Indonesia terhadap Palestina?

71 Tahun Setelah KAA: Masih Relevankah Sikap Indonesia terhadap Palestina?

April 27, 2026
57
Sejarah Palestina pada Masa Kekhalifahan (Part 5):  Menelusuri Dua Setengah Abad Kesultanan Mamluk di Palestina

Sejarah Palestina pada Masa Kekhalifahan (Part 5): Menelusuri Dua Setengah Abad Kesultanan Mamluk di Palestina

April 27, 2026
43
Habis Gelap, Terbitlah Terang: Menelusuri Kembali Pemikiran Kartini dalam Menentang Penjajahan Terhadap Perempuan

Habis Gelap, Terbitlah Terang: Menelusuri Kembali Pemikiran Kartini dalam Menentang Penjajahan Terhadap Perempuan

April 21, 2026
42
Sejarah Palestina di Masa Kekhalifahan (Part 4):  Penaklukan Baitul Maqdis dari Pasukan Salib pada Masa Kekhalifahan Ayyubiyah

Sejarah Palestina di Masa Kekhalifahan (Part 4): Penaklukan Baitul Maqdis dari Pasukan Salib pada Masa Kekhalifahan Ayyubiyah

April 21, 2026
33
Tiga warga Palestina yang dieksekusi di penjara Akka – Fouad Hijazi, Atta al-Zeer, dan Mohammed Khalil Jamjoum. (Samidoun)

Dari Tiang Gantungan Inggris 1930 hingga Meja Legislasi Israel Hari Ini, Eksekusi Tidak Membungkam Palestina

April 13, 2026
84
Next Post
Menko PMK Lakukan Roadshow Stunting dan Kemiskinan Ekstrem, Ini Kunci Pengurangannya…

Menko PMK Lakukan Roadshow Stunting dan Kemiskinan Ekstrem, Ini Kunci Pengurangannya…

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]

    Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2.250 Tenaga Medis dan Pasien di RS Asy Syifa, Gaza Terima Makanan Berbuka Puasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Palestina dalam Kebutaan Dunia: Di Tengah Eskalasi Regional, Tepi Barat dan Gaza Menghadapi Teror Tanpa Akhir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bahan Pokok Ramadan untuk 160 Keluarga di Tulkarem Tepi Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ribuan Warga Gaza di Zaitun Nikmati Makanan Berbuka Puasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630