• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Rabu, April 15, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Artikel

Menyoal Kedatangan Timnas U-20 Israel ke Indonesia, Benarkah Tidak Ada Kaitannya antara Olahraga dengan Politik?

by Adara Relief International
Agustus 11, 2024
in Artikel, Sorotan
Reading Time: 6 mins read
0 0
0
Menyoal Kedatangan Timnas U-20 Israel ke Indonesia, Benarkah Tidak Ada Kaitannya antara Olahraga dengan Politik?
22
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Tahun ini Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 yang akan diselenggarakan pada 20 Mei hingga 11 Juni mendatang. Hal ini tentu sangat menggembirakan dan membanggakan, sehingga mendapatkan sambutan luas dan hangat di kalangan masyarakat, khususnya pecinta bola. Namun demikian, ada satu hal yang terus menjadi pertanyaan, yaitu tentang posisi Timnas Israel yang lolos ke Piala Dunia U-20; akankah mereka tetap diizinkan berlaga di Indonesia?

Pandangan terhadap Israel, dari Presiden Soekarno hingga Presiden Jokowi

Sejak awal, Indonesia telah memosisikan Israel sebagai penjajah dan oleh karenanya, Indonesia sebagai negara yang menganut politik antiimperialisme dengan tegas menentang segala bentuk kerja sama dengan Israel. Dahulu, sikap tegas Indonesia bukan sekadar lip service, sebab jelas termaktub dalam pembukaan UUD 1945 bahwa “Sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.”

Sikap tegas ini juga ditunjukkan dalam hal olahraga. Pada kualifikasi Piala Dunia 1958, jalan bagi Indonesia untuk turut serta dalam Piala Dunia di Swedia sudah terbentang. Tim Indonesia telah berhasil mengalahkan Cina di putaran pertama Grup I. Namun, di putaran selanjutnya, Indonesia harus berhadapan dengan Mesir, Sudan, dan Israel. Indonesia yang dijadwalkan bermain dengan Israel pun memilih untuk mengundurkan diri. Dalam wawancaranya dengan Historia, kiper Timnas Indonesia Maulwi Saelan mengatakan bahwa keputusan tersebut merupakan perintah langsung dari Presiden Soekarno. “Itu sama saja mengakui Israel. Kami nurut (dengan Bung Karno) dan enggak jadi berangkat.”

Ketika Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 1962, Soekarno Kembali menegaskan pandangan antikolonialnya dengan menolak partisipasi Taiwan dan Israel dalam pertandingan itu, terlebih Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan keduanya. Acara berjalan lancar, meskipun akhirnya Indonesia tidak diperbolehkan mengikuti Olimpiade 1964 oleh International Olympics Committee (IOC) karena menolak keikutsertaan Israel dan Taiwan.

Cabang tenis juga pernah menolak bermain di “Israel” pada babak grup dunia Piala Fed 2006. Tim Fed Indonesia awalnya mendapat ‘lampu hijau’ dari pemerintah untuk terbang ke “Israel” yang jadi tuan rumah Piala FED 2006, karena event itu merupakan undangan dari Federasi Tenis Dunia (ITF), bukan dari pemerintah Israel. Namun demikian, Kementerian Luar Negeri yang saat itu dipimpin Menteri Hassan Wirajuda memilih mempertimbangkan izin tersebut dan Sekjen PB Pelti Augus Ferry Raturandang mengonfirmasi Indonesia batal tampil di “Israel”. Indonesia pun mendapat sanksi denda sekitar Rp268 juta jika tidak ingin didepak dari ITF.

Dalam hal dukungan terhadap Palestina, pada KTT Luar Biasa OKI 2016 di Jakarta, Presiden Jokowi mengatakan pentingnya meningkatkan dukungan terhadap Palestina melalui sejumlah langkah konkret, yaitu ‘penguatan tekanan kepada Israel, termasuk boikot terhadap produk Israel yang dihasilkan di wilayah pendudukan’. Sikap tersebut kembali ditegaskan pada KTT OKI 2018 di Istanbul, terkait pemindahan Kedutaan AS di Israel ke Al-Quds.

Dalam pidatonya, Wamenlu AM Fachir mendesak OKI untuk mengambil langkah tegas, konkret, dan praktikal untuk mendukung Palestina. Salah satunya, dengan memboikot produk Israel yang dihasilkan di tanah pendudukan di Palestina, juga memberikan bantuan bagi badan pengungsi PBB untuk pengungsi Palestina, UNRWA.

Berbagai pernyataan dan sikap Indonesia yang konsisten menolak penjajahan yang dilakukan oleh Israel dan mendukung kemerdekaan Palestina, tentu dapat menjadi titik tolak dalam mengambil kebijakan apa pun terkait hubungan antara Indonesia dengan Israel. Dengan demikian, ketegasan sikap pemerintah terhadap partisipasi Israel di Kejuaraan U-20 ini sangat ditunggu.

Sebelumnya, Kemenpora dan PSSI sebagai kementerian dan organisasi yang mengurus hajat besar ini menyatakan penerimaan mereka atas Timnas Israel yang nantinya akan hadir dan turut berlaga di Indonesia dengan alasan bahwa politik jangan dicampuradukkan dengan olahraga. Selain itu, Menteri BUMN Erick Thohir juga menyatakan bahwa penolakan terhadap Israel akan menjadi hambatan bagi Indonesia jika ingin menjadi tuan rumah untuk event olahraga berskala internasional lainnya.

Namun demikian, sikap tersebut mendapatkan penolakan dari MUI yang mengingatkan bahwa Indonesia telah berkomitmen kuat untuk tidak membuka hubungan diplomatik dengan Israel selama penjajahan masih terus berlangsung. Dalam rangka mencari solusi atas persoalan ini, MUI menyatakan keinginannya untuk mengadakan dialog dengan Menpora, Menlu, Menko Polhukam, dan PSSI.

Penjajahan masih berlangsung

Kini, Israel semakin gencar merampas tanah-tanah Palestina dan terus melakukan pelanggaran HAM. PBB bahkan menyatakan bahwa tahun 2022 merupakan tahun paling mematikan di Tepi Barat, Palestina yang diduduki, dengan 152 orang yang dibunuh, sementara Israel terus menikmati impunitasnya. “Masyarakat internasional tidak dapat dan tidak boleh menoleransi apa yang tampaknya mencerminkan kebijakan dan praktik Israel yang sengaja menggunakan kekuatan mematikan tanpa memperhatikan batasan yang ditetapkan oleh hukum internasional,” tegas PBB. Perilaku dehumanisasi, demonisasi, dan hukuman kolektif terhadap warga Palestina yang diberlakukan oleh Israel terhadap Palestina terus terjadi, meskipun hukuman kolektif secara khusus dilarang berdasarkan Hukum Humaniter Internasional karena merupakan kejahatan perang.

Di bidang sepak bola, Asosiasi Sepak Bola Israel (IFA) mengizinkan klub sepak bola yang berbasis di enam permukiman ilegal Tepi Barat, seperti Kiryat Arba, Givat Zeev, Maale Adunim, Ariel, Oranit, dan Tomer, untuk berpartisipasi dalam kompetisi sepak bolanya. Tindakan yang melanggar garis batas tahun 1967 ini bertentangan dengan resolusi PBB No. 2334 tahun 2016 yang menyatakan bahwa permukiman ilegal melanggar hukum internasional.

Atas dasar pelanggaran tersebut, Palestina meminta agar Israel dikeluarkan dari FIFA karena memiliki tim di Tepi Barat yang melanggar aturan FIFA itu sendiri, yakni “asosiasi anggota dan klub mereka tidak boleh bermain di wilayah asosiasi anggota lain tanpa persetujuan.” Ketika Rusia menduduki Krimea pada 2014, afiliasi Eropa FIFA, UEFA, memblokir Rusia untuk memasukkan tim dari Krimea ke liga nasionalnya berdasarkan aturan yang sama.

Lebih lanjut, pada Desember 2022 lalu, seorang penembak jitu Israel membunuh Ahmed Daraghmeh, salah seorang pemain sepak bola andalan Palestina. “Penjajahan Israel tidak hanya memengaruhi kami, tetapi memengaruhi olahraga Palestina secara umum,” kata penjaga gawang tim Palestina Rami Hamadeh kepada CNN Sports. “Apakah itu dengan pemain kami yang ditangkap atau dibunuh.”

Jibril Rajoub, kepala Asosiasi Sepak Bola Palestina dan Komite Olimpiade Palestina, mengatakan “Kejahatan baru terhadap seorang atlet dan pemain Palestina merupakan tambahan baru untuk rangkaian kejahatan yang terus berlanjut terhadap olahraga dan atlet Palestina secara khusus.” Ia menyerukan FIFA dan semua organisasi internasional dan regional untuk menegakkan hukum hak asasi manusia mereka dan untuk melakukan tindakan hukuman terhadap Israel.

Politik adalah politik, olahraga adalah olahraga, benarkah?

Pada tahun 1979, invasi Uni Soviet ke Afghanistan mendorong Presiden AS Jimmy Carter untuk menyerukan boikot Olimpiade 1980 di Moskow. Ia mengumpulkan solidaritas dari sekutu termasuk Inggris Raya, Kanada, Jerman Barat, Chili, dan Haiti. Secara total, 65 negara menolak untuk berpartisipasi dalam permainan tersebut. Parlemen AS dan Senat AS juga mengeluarkan langkah-langkah untuk menyetujui boikot tersebut.

Selain itu, Olimpiade Tokyo 1964 menandai tahun pertama dilarangnya Afrika Selatan untuk berpartisipasi dalam Olimpiade karena politik apartheid yang diterapkan. Larangan itu berlanjut hingga 1992. Beberapa peristiwa yang telah disebut sekurangnya telah menunjukkan bahwa antara politik dan olah raga sering kali bersinggungan, bahkan menjadi sikap yang diperlihatkan untuk menanggapi hal-hal yang bertentangan dengan pandangan kemanusiaan.

Terkait dengan politik apartheid, pada 2021, Human Right Watch (HRW) menyimpulkan bahwa otoritas Israel melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan berupa apartheid dan persekusi terhadap Palestina. HRW menemukan bahwa kejahatan kemanusiaan yang berkumpul di wilayah pendudukan merupakan kebijakan tunggal pemerintah Israel untuk mempertahankan dominasi Israel atas Palestina, termasuk di wilayah yang diduduki. Hal tersebut menimbulkan penindasan sistematis dan tindakan tidak manusiawi terhadap warga Palestina yang tinggal di sana. Maka, dengan berkaca pada apa yang diberlakukan terhadap Afrika Selatan dalam ajang Olimpiade 1964—1992 karena temuan politik apartheid dan kejahatan kemanusiaan yang terjadi di sana, hal yang sama pun seharusnya dapat diberlakukan terhadap Israel yang terbukti telah melakukan kejahatan yang sama.

Jika olahraga tidak ada kaitannya dengan sikap politik, maka FIFA tidak perlu memboikot Rusia dari ajang pertandingan sepak bola. FIFA juga tidak perlu memberi sanksi kepada Rusia atas invasi yang dilakukannya ke Ukraina. Demikan pula dengan negara-negara Eropa lainnya, yang seharusnya tidak perlu menolak pertandingan yang mengharuskan mereka melawan Rusia. Namun, nyatanya, sikap negara atau federasi sangat menentukan arah kebijakan yang diambil, sekalipun itu “hanya” berkaitan dengan olahraga.

 

Referensi:

https://www.aljazeera.com/news/2022/12/22/israeli-army-kills-man-in-west-bank-confrontations-medics

https://www.arabnews.com/node/2220451/sport

Baca Juga

Dari Tiang Gantungan Inggris 1930 hingga Meja Legislasi Israel Hari Ini, Eksekusi Tidak Membungkam Palestina

Sejarah Palestina di Masa Kekhalifahan (Part 3): Rangkaian Tantangan pada Masa Kekhalifahan Abbasiyah

https://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/03/160307_indonesia_jokowi_oki

https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20220623120710-142-812566/2-momen-indonesia-tolak-israel-di-dunia-olahraga

https://www.cnnindonesia.com/internasional/20180519031239-120-299466/di-pertemuan-oki-indonesia-serukan-boikot-produk-israel

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20230314153314-32-924909/mui-akan-undang-mahfud-md-hingga-pssi-soal-polemik-timnas-israel

https://edition.cnn.com/2023/02/22/football/palestianian-national-soccer-team-world-cup-spt-intl/index.html

https://historia.id/olahraga/articles/mengucilkan-israel-di-arena-olahraga-bagian-i-vqr7E/page/2

https://www.hrw.org/news/2021/07/19/israeli-apartheid-threshold-crossed

https://internasional.kompas.com/read/2021/12/08/090424370/6-olimpiade-yang-pernah-diboikot-indonesia-sempat-terlibat?page=all

https://www.idntimes.com/sport/soccer/tino-satrio/alasan-indonesia-wajib-layani-israel-di-piala-dunia-u?page=all

https://www.jta.org/2017/10/27/sports/world-soccer-body-refuses-further-review-of-palestinian-request-for-israel-sanctions

https://kemlu.go.id/portal/id/read/595/berita/indonesia-janji-kampanye-israel-langgar-hukum-internasional?fbclid=IwAR0SSLsXlMXBj1UmQFXlOnuorrKGVjl8zoS0tt-7hnDVq3awSIj14Bwq46E#

https://kumparan.com/kumparanbola/ketika-sukarno-perintahkan-timnas-indonesia-tolak-tanding-lawan-israel-1yLYSJONbxp

https://mediaindonesia.com/sepak-bola/474610/kecewa-dengan-sanksi-fifa-sejumlah-tim-eropa-berencana-boikot-rusia

https://www.middleeasteye.net/opinion/israel-apartheid-amnesty-pariah-state-why

https://www.ohchr.org/en/press-releases/2023/01/israelpalestine-un-experts-condemn-renewed-violence-and-israeli-killings#:~:text=The%20UN%20experts%20expressed%20dismay,Palestinians%20killed%20by%20Israeli%20forces.

https://setkab.go.id/organisasi-kerja-sama-islam-oki-dan-deklarasi-jakarta/

(LMS)

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

 

Tags: Hubungan Indonesia - PalestinaOlahragaPalestinaPolitik
ShareTweetSendShare
Previous Post

Mohammad Natsir dan Pandangannya tentang Masalah Palestina

Next Post

Penolakan Timnas Israel 60 Tahun yang Lalu: Relevansi dan Kontroversi dalam Sejarah Sepakbola Hari Ini

Adara Relief International

Related Posts

Tiga warga Palestina yang dieksekusi di penjara Akka – Fouad Hijazi, Atta al-Zeer, dan Mohammed Khalil Jamjoum. (Samidoun)
Artikel

Dari Tiang Gantungan Inggris 1930 hingga Meja Legislasi Israel Hari Ini, Eksekusi Tidak Membungkam Palestina

by Adara Relief International
April 13, 2026
0
72

Min sijn Akka wa tala’at al-janaza... (Dari Penjara Akka, jenazah itu diberangkatkan...) li tsalatsati rijal zinati as-shabab (tiga lelaki, pahlawan...

Read moreDetails
Situs Nabi Yaqin di dekat Al-Khalil (Hebron), tempat peninggalan Dinasti Ikhshidiyah (MDPI)

Sejarah Palestina di Masa Kekhalifahan (Part 3): Rangkaian Tantangan pada Masa Kekhalifahan Abbasiyah

April 6, 2026
59
Istana Hisham, salah satu kastil peninggalan Kekhalifahan Umayyah (MEE)

Sejarah Palestina di Masa Kekhalifahan (Part 2): Kemajuan Pembangunan pada Masa Kekhalifahan Umayyah

April 2, 2026
57
Pos pemeriksaan di Tepi Barat (PCHR)

Palestina dalam Kebutaan Dunia: Di Tengah Eskalasi Regional, Tepi Barat dan Gaza Menghadapi Teror Tanpa Akhir

Maret 18, 2026
504
Sepuluh Terakhir Ramadan, Apa yang Terjadi dengan Masjid Al-Aqsa?

Sepuluh Terakhir Ramadan, Apa yang Terjadi dengan Masjid Al-Aqsa?

Maret 11, 2026
272
Rahasia Malam Seribu Bulan: Mengapa Waktunya Disembunyikan dan Bagaimana Cara Kita Bersiap?

Rahasia Malam Seribu Bulan: Mengapa Waktunya Disembunyikan dan Bagaimana Cara Kita Bersiap?

Maret 11, 2026
34
Next Post
Penolakan Timnas Israel 60 Tahun yang Lalu: Relevansi dan Kontroversi dalam Sejarah Sepakbola Hari Ini

Penolakan Timnas Israel 60 Tahun yang Lalu: Relevansi dan Kontroversi dalam Sejarah Sepakbola Hari Ini

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dermawan yang Hakiki; Memberi Tanpa Diminta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Eskalasi dan Agresi; Dalih Israel untuk Mengambil Alih Kendali Masjid Al-Aqsa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630