• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Januari 19, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan Anak

Meski Dunia Alami Krisis, Setidaknya Ada 10 Perubahan Positif untuk Anak-Anak pada Tahun 2022!

by Adara Relief International
Desember 24, 2022
in Anak, Berita Kemanusiaan
Reading Time: 5 mins read
0 0
0
Meski Dunia Alami Krisis, Setidaknya Ada 10 Perubahan Positif untuk Anak-Anak pada Tahun 2022!
10
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Mulai dari pelarangan pernikahan anak di Zimbabwe dan Senegal hingga memberikan kesempatan kepada anak-anak di KTT iklim COP27, berikut 10 kebijakan positif bagi anak-anak yang terjadi pada 2022:

1.Kemajuan untuk mengakhiri pernikahan anak di Zimbabwe dan Senegal

Undang-Undang Perkawinan Zimbabwe merupakan undang-undang baru yang disahkan pada Mei 2022. UU tersebut melarang pernikahan anak, mengakomodasi satu dekade advokasi dan kampanye dari Save the Children dan Koalisi Hak Anak yang lebih luas. 

Sementara itu, pemerintah Senegal memperkenalkan Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perkawinan Anak di Senegal, berkat upaya advokasi dari Save the Children dan kelompok hak anak lainnya.

2. Pelarangan hukuman fisik

Zambia dan Mauritius melarang hukuman fisik di semua tatanan kehidupan anak-anak, memberi hampir 10 juta anak perlindungan hukum dari kekerasan, dan mengirimkan pesan yang jelas bahwa tidak ada tingkat kekerasan dalam membesarkan anak yang dapat diterima. Kuba melarang hukuman fisik di rumah dan perawatan alternatif.

3. COP27: Hak-hak anak dibawa ke meja perundingan perubahan iklim

Untuk pertama kalinya, negara-negara secara resmi mengakui anak-anak sebagai agen perubahan dalam mengatasi dan menanggapi krisis iklim. Selain itu, negara-negara tersebut sepakat bahwa pemerintah harus menyertakan anak-anak dalam rancangan dan penerapan kebijakan terkait iklim. Hal tersebut merupakan sebuah langkah besar dalam mengenali krisis iklim sebagai seorang anak krisis hak.

Save the Children mendukung 10 anak untuk menghadiri konferensi dari Mesir, termasuk Mustafa yang berusia 12 tahun, dari Minya di tepi barat Sungai Nil di Mesir. Mustafa mengatakan bahwa hujan yang semakin deras telah menyebabkan banjir dan pemadaman listrik yang terkadang membuatnya tidak bisa pergi ke sekolah atau belajar. Berbicara di sebuah acara di KTT COP27 dia berkata, “Saya tidak menyebabkan krisis iklim. Saya tidak pernah membangun pabrik, saya tidak pernah membeli mobil, saya tidak pernah mencemari lingkungan.”

4. Perlindungan dari senjata peledak

Pada bulan November, 82 negara, termasuk lebih dari dua pertiga negara anggota NATO dan dua dari 10 militer terbesar dunia, secara resmi mengesahkan Deklarasi Politik tentang Perlindungan Warga Sipil dari Penggunaan Senjata Peledak di Area Berpenduduk. Hal tersebut bertujuan untuk “membatasi” dan “menahan diri” dari penggunaan senjata peledak di daerah berpenduduk dan mengutip kerentanan khusus anak-anak.

James Denselow, Kepala Konflik di Save the Children UK, mengatakan, “Anak-anak secara tidak proporsional menderita akibat konflik bersenjata saat ini karena pusat kota berubah menjadi medan perang. Ini adalah langkah maju yang signifikan untuk menghentikan perang terhadap anak-anak, tetapi deklarasi tersebut tidak akan berarti apa-apa tanpa implementasi yang kuat dan mendesak.”

5. Ratusan anak yang terjebak di kamp-kamp Suriah Timur Laut kembali ke rumah

Repatriasi anak-anak asing yang telah terjebak selama bertahun-tahun di kamp-kamp yang tidak aman dan tidak sehat di Suriah Timur Laut telah meningkat tiga kali lipat selama enam bulan terakhir. Ini menunjukkan peningkatan keinginan dari komunitas internasional untuk membawa pulang anak-anak. Sejak Juni hingga November, sebanyak 411 anak dan perempuan kembali ke rumah dari kamp-kamp yang menampung orang-orang yang mengungsi sejak runtuhnya ISIS, jumlah yang hampir sama dengan mereka yang dipulangkan antara Januari 2021 dan Mei 2022. Secara keseluruhan, ada peningkatan 60% pada anak-anak yang dipulangkan dari kamp pada tahun ini. Pada bulan Maret tahun ini, Save the Children memperingatkan bahwa perlu waktu 30 tahun untuk mengembalikan anak-anak asing kecuali repatriasi dipercepat.

6. Bantuan penyelamat hidup akhirnya sampai ke Tigray, Ethiopia

Pada bulan November, Save the Children di Ethiopia dapat mengirimkan bantuan ke Tigray untuk pertama kalinya dalam lebih dari setahun berkat perjanjian damai. Hal ini sangat dibutuhkan karena terdapat ratusan ribu orang menghadapi tingkat bencana kelaparan, dan 13 juta orang yang membutuhkan di seluruh wilayah Tigray, Amhara, dan Afar di Ethiopia utara. Namun, meski akses kemanusiaan telah meningkatkan pengiriman bantuan, tantangan tetap ada.

Baca Juga

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

7. Jaring pengaman sosial dan hak bagi penyandang disabilitas di Nigeria

House of Assembly di Negara Bagian Zamfara, Nigeria barat laut, mengesahkan RUU Perlindungan Sosial dan RUU Disabilitas pada awal tahun ini. RUU Perlindungan Sosial ini menjamin hak atas jaring pengaman sosial bagi masyarakat miskin dan paling rentan. RUU Disabilitas melindungi semua penyandang disabilitas, termasuk anak-anak, dari segala bentuk kekerasan, diskriminasi, dan pelecehan serta mempromosikan akses atas kesempatan yang sama dalam hidup, sebagian melalui pembentukan komisi untuk penyandang disabilitas. Penyandang disabilitas sekarang juga dapat mengajukan dukungan pemerintah.

8. Komitmen penting untuk mengakhiri FGM dan perkawinan anak dari komunitas terpencil di Sudan

Sebuah komunitas di daerah terpencil pegunungan Laut Merah di Sudan berjanji untuk mengakhiri Pemotongan Alat Kelamin Perempuan (FGM/C) dan pernikahan anak. Fatima, seorang bidan, menjelaskan mengapa dia termotivasi untuk mendukung keputusan masyarakat setelah melihat efek berbahaya dari praktik tradisional, “Dalam pekerjaan saya, saya telah melihat konsekuensi dari FGM/C, seperti pendarahan hebat, sakit parah, komplikasi kelahiran dan yang terburuk, bahkan kematian. Di daerah kami, prosedur ini telah dilakukan pada anak perempuan berusia dua tahun.” Pada 2020, Sudan mengkriminalkan segala bentuk FGM/C. Namun, diperlukan keterlibatan dan tindak lanjut yang sangat erat dari masyarakat untuk memastikan pelaksanaan undang-undang ini. 

9. Menanggapi disinformasi COVID di Nepal

Sebanyak 90% audiens yang terlibat dengan permainan audio ‘Get Vaxed’, yang dikembangkan oleh Save the Children di Nepal dan mitra teknologi VIAMO, berjanji untuk mengatasi rumor dan informasi yang salah dan hanya membagikan pesan berbasis fakta tentang vaksin COVID-19. Permainan yang menjangkau lebih dari 30.000 orang di minggu pertama peluncurannya ini mendorong masyarakat untuk mendapatkan vaksinasi agar masyarakat dapat bangkit kembali setelah pandemi.

10. Partisipasi anak di Ethiopia, Guatemala, dan di Uni Afrika

Pemerintah Ethiopia telah membentuk Parlemen Anak Nasional, yaitu ruang bagi anak-anak berusia antara 10 dan 18 tahun untuk mendiskusikan masalah yang memengaruhi mereka dengan para pemimpin nasional. Langkah bersejarah ini akan memberi anak-anak di Ethiopia lebih banyak kesempatan untuk berpartisipasi dalam proses demokrasi, mengungkapkan keprihatinan mereka, dan menuntut hak-hak mereka.

Di Dewan Perdamaian dan Keamanan Uni Afrika (AU PSC), Save the Children mendukung anak-anak dari Somalia, Mozambik, dan Sudan Selatan untuk berpartisipasi dalam sesi terbuka, menyoroti bagaimana mereka telah terpengaruh oleh konflik bersenjata. AU PSC kini telah berkomitmen untuk melibatkan anak-anak dalam sesi mendatang.

Sementara itu, di Guatemala, untuk memperingati Hari Anak Perempuan, Presiden Komisi Anak dan Keluarga dari Kongres Guatemala, dengan dukungan dari Save the Children, mendirikan Parlemen Nasional Perempuan. Sebanyak 85 gadis dari 18 departemen di seluruh negeri berkumpul untuk membahas tantangan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Save the Children mengundang tiga gadis adat dari komunitas pedesaan terpencil untuk mengungkapkan keprihatinan mereka tentang krisis iklim dan ketidaksetaraan sebagai bagian dari kampanye Generation Hope organisasi tersebut.

Sumber:

https://www.savethechildren.net

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

Tags: AnakInternasional
ShareTweetSendShare
Previous Post

Pernikahan Dini Meningkat! 923 Pasangan Menikah Dini di Aceh dalam Dua Tahun

Next Post

AS Rencanakan Tolak Visa Orang Israel yang Lakukan Kejahatan terhadap Penduduk Palestina

Adara Relief International

Related Posts

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak
Berita Kemanusiaan

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
13

Presiden AS Donald Trump secara resmi menguraikan struktur "Dewan Perdamaian", yang diharapkan dapat "memenuhi" 20 poin rencana Trump untuk Gaza,...

Read moreDetails
Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Januari 19, 2026
12
Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Januari 19, 2026
11
Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Januari 19, 2026
18
Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Januari 19, 2026
11
Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Januari 15, 2026
20
Next Post
AS Rencanakan Tolak Visa Orang Israel yang Lakukan Kejahatan terhadap Penduduk Palestina

AS Rencanakan Tolak Visa Orang Israel yang Lakukan Kejahatan terhadap Penduduk Palestina

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630