PBB membuka serangkaian audiensi publik di Jenewa pada Senin (7/11) dengan korban dugaan pelanggaran hak asasi manusia Israel . Namun, Israel menolak sidang tersebut dan menyatakannya sebagai “pengadilan palsu”, lapor Reuters. Komisi Penyelidikan independen (COI) yang dibentuk oleh badan tertinggi Hak Asasi Manusia PBB tahun lalu telah merencanakan sidang selama lima hari yang tidak memihak, guna memeriksa klaim tuduhan dari pihak berwenang Israel dan Palestina.
Akan tetapi, Israel mengatakan sidang berlangsung dengan minim pemberitahuan dan menunjuk pada agenda “anti-Israel”. “COI dan diadakannya pengadilan palsu ini mempermalukan dan melemahkan Dewan Hak Asasi Manusia,” kata perwakilan Israel dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh misi diplomatik di Jenewa. Sebuah kantor HAM PBB sebelumnya telah menolak tuduhan bias tersebut dan mengatakan Israel tidak ingin bekerja sama untuk menyelesaikan pekerjaan Komisi.
Fokus dari rangkaian rapat dengar pendapat pertama adalah perintah penutupan sejumlah organisasi Palestina oleh Israel pada bulan Agustus dan pembunuhan jurnalis Palestina-Amerika, Shireen Abu Akleh pada Mei lalu. Kantor Hak Asasi PBB mengatakan temuannya menunjukkan bahwa Shireen dibunuh oleh pasukan Israel, sementara penyelidikan Israel menyimpulkan dia kemungkinan telah ditembak “secara tidak sengaja” oleh seorang tentara Israel.
Baik sidang maupun Dewan HAM PBB tidak memiliki kekuatan hukum, tetapi investigasi yang diluncurkan oleh Dewan HAM terkadang digunakan sebagai bukti di depan pengadilan nasional atau internasional. Selain Israel, Amerika Serikat juga telah mengkritik Dewan HAM PBB, menudingnya memiliki “bias kronis” terhadap Israel, hingga AS keluar dari badan tersebut pada tahun 2018 dan baru bergabung kembali sepenuhnya pada tahun ini.
Tiga anggota COI dibentuk setelah agresi 11 hari pada Mei 2021 yang mengakibatkan 250 warga Palestina di Gaza dan 13 orang di Israel tewas. Mandat penyelidikan mencakup dugaan pelanggaran hak asasi manusia sebelum dan sesudah itu, dan berusaha untuk menyelidiki akar penyebab ketegangan.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








