UNRWA: 50% Anak-Anak Gaza Butuh Dukungan Kesehatan Mental – Lebih dari separuh anak-anak Palestina di Jalur Gaza sangat membutuhkan dukungan kesehatan mental akibat serangan militer Israel, kata badan pengungsi PBB, UNRWA, pada Rabu (3/11).
Lebih dari separuh anak-anak Palestina di Jalur Gaza sangat membutuhkan dukungan kesehatan mental akibat serangan militer Israel baru-baru ini, kata badan pengungsi PBB, UNRWA, Rabu.
Kepada wartawan di Kota Gaza, Direktur UNRWA, Thomas White, mengatakan bahwa 9.090 anak menunjukkan gejala gangguan psikologis dan syok. White mengatakan bahwa serangan Israel di Gaza pada Mei lalu telah merusak pertumbuhan ekonomi di wilayah Palestina. Anak-anak itu “butuh diberikan dukungan psikologis utama,” katanya.
“Kondisi di Gaza sulit, terutama mengingat meningkatnya tingkat pengangguran dan kemiskinan,” tambahnya.
Kepala UNRWA menggambarkan gencatan senjata yang ditengahi Mesir antara faksi-faksi Palestina yang berbasis di Gaza dan Israel sebagai hal yang penting, menekankan bahwa wilayah Palestina membutuhkan pemulihan ekonomi setelah serangan tersebut. Saat ini, ada 1.211 rumah tangga yang masih kehilangan tempat tinggal di Gaza setelah serangan Israel.
Serangan Israel menyebabkan hampir 260 warga Palestina tewas dan ribuan terluka, dan meninggalkan jejak kehancuran yang luas di Gaza. Kelompok perlawanan Palestina, pada bagian mereka, menanggapi dengan rentetan roket ke wilayah Israel, menewaskan sedikitnya 13 orang Israel.
Sumber : Middle East








