• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Mei 4, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Artikel Sorotan

Selenggarakan Talkshow Daring, Adara Ajak Masyarakat untuk Mengenang Hari Pembebasan Al Quds

by Adara Relief International
Oktober 3, 2020
in Sorotan
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Selenggarakan Talkshow Daring, Adara Ajak Masyarakat untuk Mengenang Hari Pembebasan Al Quds
17
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

SIARAN PERS, JAKARTA – Peringatan 833 tahun Hari Pembebasan Al Quds oleh Salahuddin Al-Ayyubi dan pasukannya menjadi momen spesial bagi Adara Relief International (Adara). Pada Jumat (2/10), Adara menggelar kegiatan online talkshow bertajuk “Semangat Perempuan Pecinta Al Quds di Masa Salahuddin: Kisah Cinta di Balik Nasi Maqlubah dan Parfum Mawar”. Melalui tema ini, Adara menyorot sebuah pelajaran besar tentang pentingnya berkontribusi bagi pembebasan Al Quds dan Palestina dengan segenap kemampuan meski nampak kecil dan sederhana.

Antusiasme masyarakat nampak dengan hadirnya sekitar 1.800 orang peserta yang bergabung melalui online platform dan live streaming di media sosial Adara. Dalam kesempatan ini pula, Adara meluncurkan kemudahan donasi melalui OVO dan Gopay. Sebuah upaya pelayanan bagi seluruh masyarakat Indonesia yang ingin berkontribusi bagi rakyat Palestina.

Kegiatan ini menghadirkan Agung Waspodo, MPP (Pembaca Sejarah Dunia Islam Librarian di Pustaka Fatih), Aisyah Al-Maghoribah (Sindiyanatul Quds Palestina), Syaima Raihana (Pelajar asal Gaza, Palestina), dan Sri Vira Chandra (Ketua Adara).

Mengenal Sosok Salahuddin Al Ayyubi

Pembahasan diawali dengan mengenalkan sekilas sosok Salahuddin Al Ayyubi. Nara sumber pertama Agung Waspodo MPP menyampaikan, “Untuk memahami Salahuddin Al-Ayyubi, maka kita harus memahami sebuah kejadian besar, yaitu Perang Salib. Salahuddin muncul di antara Perang Salib kedua dan ketiga, namun penting juga bagi kita mengenal kaitannya sejak Perang Salib pertama.”

Dari kejadian besar ini, ada pelajaran penting yang dapat dipetik. Saat umat Islam sedang berjaya, maka fitnah yang menimpa berupa perpecahan dan pertikaian. Maka dari itu, Salahuddin memegang peranan penting untuk menyatukan umat. “Pada masa Salahuddin, salah satu tanda keberhasilan kaum muslimin bangkit dari perpecahan adalah semakin merapatnya barisan. “ jelas Agung.

“Kekuatan sosok pemilik nama asli Yusuf bin Ayyub ini adalah pada hati yang lembut. Ia adalah seorang pejuang yang memahami hukum-hukum Islam. Salahuddin Al-Ayyubi  tidak pernah meninggalkan salat berjamaah, tidak senang berdebat, seorang pribadi yang zuhud, dan gemar bersedekah. Salahuddin beserta pasukannya telah memberikan peran dan kontribusi yang luar biasa bagi pembebasan Al Quds. Melalui harta, jiwa, bahkan seluruh hidupnya dihabiskan di atas kuda demi tujuan membebaskan Al Aqsa,” tambahnya.

Namun, perjuangan Salahuddin dan pasukannya bukan tanpa strategi. Ia memiliki tahapan-tahapan kemenangan yang dijabarkan dalam jadwal harian, jadwal pekanan, jadwal bulanan, bahkan jadwal tahunan. Hal ini senada dengan yang disampaikan oleh Aisyah Al-Maghoribah.

Sang Sindiyanatul Quds Palestina ini menjelaskan, “Satu kata kunci, yaitu persiapan. Salahudin menyiapkan pasukannya lebih dari 20 tahun. Ia juga menyusun setiap aspek penting dalam menyiapkan suatu bangsa atau generasi, yaitu ilmu, amal, serta pembangunan akhlak, akidah, dan ibadah.”

Lebih lanjut dijelaskan oleh Aisyah mengenai peran yang dilakukan seorang ibu meski tidak pergi ke medan perang adalah menyiapkan generasi. “Kapanpun, baik itu kemarin, sekarang, maupun di masa depan, peran perempuan tidak akan pernah berubah. Bagaimana pun dia menjadi sekolah pertama bagi anak-anaknya. Seorang ibu lah yang menanamkan kesadaran dan cinta terhadap Palestina. Ibu adalah poin kunci penanaman pemahaman pada anak yang insyaallah akan siap menjadi bagian dari pembebasan Al Aqsa,” ungkapnya.

Kisah Inspiratif Para Perempuan Al Quds

Kisah inspiratif mengenai para perempuan Al Quds yang menyambut kemenangan Salahuddin dengan menyiapkan nasi maqlubah dan juga cerita parfum mawar yang dibuat oleh perempuan-perempuan Diyar Bakr untuk wewangian Al Aqsa memberikan kesan tersendiri. Meski sederhana, namun keterlibatan diri dalam perjuangan pembebasan Al Quds merupakan bentuk nyata dari rasa cinta untuk mengembalikan kedamaian ke tanah para Nabi tersebut. Hal yang sama juga dilakukan seorang perempuan tak dikenal namanya yang sangat ingin menjadi bagian dari pasukan pembebas Al Quds. Saat salah satu pasukan Shalahudin tak mendapati apapun untuk tali kekang kudanya, ia rela memberikan rambutnya yang berharga untuk dijadikan penyambung tali kekang kuda tersebut.

Baca Juga

71 Tahun Setelah KAA: Masih Relevankah Sikap Indonesia terhadap Palestina?

Sejarah Palestina pada Masa Kekhalifahan (Part 5): Menelusuri Dua Setengah Abad Kesultanan Mamluk di Palestina

 

“Menghilangkan rasa kikir menjadi bagian dari perjuangan membantu Palestina. Kita bisa membantu dengan sedikit apapun yang kita miliki. Bila kita tidak memiliki harta, kita masih memiliki kata,” tambah Aisyah Al-Maghoribah.

Syaima binti Ahed juga menyampaikan hal serupa pada sesi ketiga acara talkshow ini. Mewakili generasi muda Palestina, ia menyampaikan bahwa bagi umat muslim yang jauh dari Palestina, bisa turut berjuang dengan mengedukasi diri sendiri dan orang lain, juga menyebarluaskan kabar terkini mengenai Palestina melalui media sosial.

“Dengan banyak membaca, maka kita memiliki banyak referensi untuk menyusun strategi memenangkan Palestina. Selain itu, membaca adalah perintah pertama dan utama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad.” jelas Syaima.

Sri Vira Chandra menutup acara online talkshow dengan merefleksikan kembali kisah anak-anak Palestina serta cerita perempuan yang dengan keterbatasan fisiknya terus saja disiksa oleh zionis Yahudi. “Salah satu kontribusi yang dapat kita berikan adalah memberikan didikan terbaik untuk generasi penerus guna melanjutkan amanah pembebasan Al Quds yang diwasiatkan Rasulullah,” pungkasnya.

Lelang dan Donasi

Kegiatan ini ditutup dengan lelang barang Palestina, yang hasilnya akan didonasikan melalui program bantuan Adara yang sedang berjalan. Meski hari sudah larut, namun para pemburu merchandise Palestina terlihat sangat bersemangat untuk berdonasi dan mendapatkan barang-barang khas Palestina.

Perjuangan pembebasan Al Quds tidak dibangun oleh satu negara saja, namun juga gabungan dari seluruh negara di dunia. Seluruh umat harus berkolaborasi dan berkonsolidasi, guna membantu perjuangan rakyat Palestina dengan apa pun yang dimilikinya, sesedikit atau sesederhana apa pun itu.

Ikuti akun Instagram resmi @adararelief untuk info seputar Palestina lainnya.

ShareTweetSendShare
Previous Post

Penderitaan Gaza 14 Tahun Terpenjara: Dunia, Berbicaralah! (Bagian 2)

Next Post

Kita dan Para Murobithoh

Adara Relief International

Related Posts

71 Tahun Setelah KAA: Masih Relevankah Sikap Indonesia terhadap Palestina?
Artikel

71 Tahun Setelah KAA: Masih Relevankah Sikap Indonesia terhadap Palestina?

by Adara Relief International
April 27, 2026
0
50

Tujuh puluh satu tahun telah berlalu sejak Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 digelar di Bandung, sebuah momentum ketika negara-negara Asia...

Read moreDetails
Sejarah Palestina pada Masa Kekhalifahan (Part 5):  Menelusuri Dua Setengah Abad Kesultanan Mamluk di Palestina

Sejarah Palestina pada Masa Kekhalifahan (Part 5): Menelusuri Dua Setengah Abad Kesultanan Mamluk di Palestina

April 27, 2026
37
Tiga warga Palestina yang dieksekusi di penjara Akka – Fouad Hijazi, Atta al-Zeer, dan Mohammed Khalil Jamjoum. (Samidoun)

Dari Tiang Gantungan Inggris 1930 hingga Meja Legislasi Israel Hari Ini, Eksekusi Tidak Membungkam Palestina

April 13, 2026
83
Pos pemeriksaan di Tepi Barat (PCHR)

Palestina dalam Kebutaan Dunia: Di Tengah Eskalasi Regional, Tepi Barat dan Gaza Menghadapi Teror Tanpa Akhir

Maret 18, 2026
641
Sepuluh Terakhir Ramadan, Apa yang Terjadi dengan Masjid Al-Aqsa?

Sepuluh Terakhir Ramadan, Apa yang Terjadi dengan Masjid Al-Aqsa?

Maret 11, 2026
277
Anak-anak Gaza kembali bersekolah di sebuah tenda pengungsian (Al Jazeera)

Bawa Harapan Akan Masa Depan, Sejumlah Institusi Pendidikan Gaza Kembali Dibuka setelah Dua Tahun

Februari 10, 2026
48
Next Post
Kita dan Para Murobithoh

Kita dan Para Murobithoh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]

    Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dermawan yang Hakiki; Memberi Tanpa Diminta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Palestina dalam Kebutaan Dunia: Di Tengah Eskalasi Regional, Tepi Barat dan Gaza Menghadapi Teror Tanpa Akhir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2.250 Tenaga Medis dan Pasien di RS Asy Syifa, Gaza Terima Makanan Berbuka Puasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630