JAKARTA-Kelangkaan bahan pokok dan harga yang melonjak akibat genosida telah membuat penduduk Gaza berpuasa lebih lama. Tak jarang, banyak orang terpaksa melewatkan sahur dan berbuka karena sama sekali tidak mendapatkan makanan. Namun, kini setelah sekian lama menahan lapar dan dahaga, penduduk Gaza akhirnya bisa berbuka puasa dengan bantuan dari Sahabat Adara. Pada tanggal 25 Februari 2026, bantuan bahan pokok dari Sahabat Adara telah tiba di Gaza dan diterima oleh 225 keluarga di Khan Younis.

Menurut Mohammed Barbakh, Direktur Jenderal kebijakan dan perencanaan di Kementerian Ekonomi Gaza, data resmi yang melacak harga dari sebelum genosida pada 7 Oktober 2023 hingga hari-hari pertama Ramadan telah menunjukkan peningkatan yang mencengangkan. Harga pangan di Gaza melonjak hingga lebih dari 700 persen, termasuk sayuran dan bahan-bahan pokok.
Lonjakan dramatis harga pangan di bulan Ramadan telah mempengaruhi daya beli penduduk Gaza. Daya beli masyarakat turun drastis, sebab banyak orang kesulitan mendapat pekerjaan yang layak di tengah kehancuran. Akibatnya, momen sahur dan berbuka puasa yang seharusnya penuh kebahagiaan, berubah menjadi penuh tantangan dan kesulitan.

Jika di belahan dunia lain orang-orang berbuka puasa saat matahari terbenam, di Gaza berbeda. Penduduk Gaza terpaksa terus berpuasa sepanjang hari dan baru bisa berbuka saat mereka menemukan makanan. Namun, kini puasa panjang mereka telah berakhir dengan hadirnya bantuan bahan pokok dari Sahabat Adara. Bantuan ini terdiri dari beberapa jenis bahan pangan yang dapat penduduk Gaza manfaatkan untuk sahur dan berbuka puasa. Bantuan ini telah memberi manfaat bagi 225 keluarga yang tinggal di Khan Younis.


Di tengah gelapnya tenda-tenda pengungsian, hadirnya bantuan dari Sahabat Adara seolah menjadi cahaya harapan bagi penduduk Gaza. Terima kasih Sahabat Adara, bantuan bahan pokok darimu telah membebaskan penduduk Gaza dari lapar dan dahaga akibat genosida.








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)