JAKARTA-Bulan Ramadan akan segera berakhir, namun penduduk Gaza masih belum terbebas dari rasa lapar. Krisis pangan yang terjadi akibat genosida telah memaksa mereka untuk terus menahan lapar dalam waktu yang lama. Namun, menjelang Idulfitri, rasa lapar tersebut memudar ketika bantuan dari Sahabat Adara tiba di Gaza. Pada tanggal 15 Maret 2026, bantuan bahan pokok dari Adara telah diterima oleh 209 keluarga yang tinggal di Deir Balah, Gaza.

Genosida yang berlangsung ditambah dengan perang Israel-AS dengan Iran telah mempengaruhi harga pangan di Gaza. Dalam waktu singkat, harga bahan-bahan pokok meningkat, menjadi langka, atau menghilang sama sekali. Kalau pun sedang tersedia, banyak orang tidak mampu membeli bahan pokok karena sangat sulit mendapatkan penghasilan di tengah kehancuran.
Penutupan perbatasan juga semakin menambah kekhawatiran penduduk Gaza. Israel menutup perbatasan sejak tanggal 28 Februari 2026, membuat pengiriman ke Gaza menjadi terhambat. Hampir semua makanan, bahan bakar, obat-obatan, dan barang-barang kebutuhan pokok lainnya masuk ke Jalur Gaza dengan truk. Ketika perbatasan ditutup atau beroperasi dengan kapasitas terbatas, dampaknya dengan cepat terasa di pasar, rumah sakit, dan sistem air.

Menjelang Idulfitri, stok kebutuhan bahan pokok yang tersedia di Gaza semakin menipis. Namun, beberapa hari sebelum Hari Kemenangan tiba, hadirnya bantuan dari Sahabat Adara telah membantu banyak keluarga. Pada tanggal 15 Maret 2026, bantuan bahan pokok dari Adara telah tiba di Gaza. Bantuan tersebut diantarkan langsung ke tenda-tenda pengungsian dan diterima oleh 209 keluarga yang tinggal di Deir Balah, Gaza.


Meski situasi belum sepenuhnya stabil akibat genosida dan perang terbaru, namun bantuan dari Sahabat Adara telah memantik rasa bahagia bagi ratusan keluarga. Terima kasih Sahabat Adara, jangan lupa untuk terus mendoakan saudara-saudara kita agar kebutuhan pokok mereka terus tercukupi di tengah kesulitan yang terjadi.








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)