JAKARTA-Tahun ini, penduduk Gaza kembali menjalankan ibadah di bulan Ramadan dengan situasi kemanusiaan yang terus memburuk. Tak ada makanan dan air bersih untuk sahur dan berbuka, membuat hadirnya Ramadan terasa lebih muram. Akan tetapi, masuknya bantuan dari Sahabat Adara seolah menjadi pelita yang menerangi gelapnya Gaza. Pada 16 Maret 2026, Sahabat Adara menyalurkan bantuan makanan berbuka puasa ke Jalur Gaza. Bantuan ini telah memberi manfaat bagi 1.700 orang di Tel El Hawa, Gaza utara.

Tahun ini, Lembaga Pemantau Hak Asasi Manusia Euro-Med mengatakan Israel memanfaatkan fokus internasional pada perang Israel-AS dengan Iran untuk membuat warga Gaza kelaparan. Sejak 28 Februari 2026, Israel telah menangguhkan masuknya bantuan kemanusiaan dan bahan bakar ke Jalur Gaza. Akibatnya, banyak orang di Gaza tidak memiliki makanan untuk sahur dan berbuka puasa.
Berdasarkan analisis terbaru Integrated Food Security Phase Classification (IPC) pada Desember, sekitar 77 persen penduduk Gaza masih berada pada tingkat kerawanan pangan krisis (IPC-3 ke atas), dengan lebih dari 100.000 orang mengalami kelaparan pada tingkat katastrofik (IPC-5). Ini membuat kelaparan di Gaza tidak hanya menjadi persoalan gizi, namun merupakan pertaruhan antara hidup dan mati.

Di Gaza, momen berbuka puasa tahun ini tak lagi sama. Tak ada makanan dan minuman khas Ramadan yang tersaji, juga tak ada keluarga yang berkumpul untuk berbuka puasa bersama. Akan tetapi, meski situasi masih sulit, bantuan Sahabat Adara yang tiba di Gaza telah menjadi pelipur lara mereka. Pada 16 Maret 2026, bantuan makanan berbuka puasa dari Sahabat Adara telah tiba di Jalur Gaza. Bantuan ini terdiri dari hidangan nasi dan daging, serta hiburan yang memberi manfaat bagi 1.700 orang di Tel El Hawa, Gaza utara.
Buka puasa kali ini berbeda, tim Adara mengadakan buka bersama yang dihadiri oleh 1.700 orang. Mereka menyulap reruntuhan menjadi tempat yang nyaman untuk kegiatan buka bersama. Selain itu, kegiatan buka bersama ini juga dimeriahkan oleh tim nasyid, serta kegiatan lainnya seperti face painting dan lain-lain.
Terlihat kebahagiaan terpancar dari wajah warga Gaza terutama anak-anak, mereka sangat menikmati hidangan berbuka puasa diiringi dengan berbagai hiburan, sejenak membuat mereka lupa akan semua penderitaan yang mereka alami.



Setelah sekian lama berpuasa tanpa sahur dan berbuka, kini penduduk Gaza dapat berbuka puasa dengan makanan yang layak. Terima kasih Sahabat Adara, bantuan makanan berbuka puasa darimu telah menjadi sumber bahagia ratusan orang di bulan suci ini. Semoga kebaikanmu akan membawa semakin banyak kebaikan dan keberkahan dalam kehidupan.








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)