Stok makanan telah habis di Jalur Gaza, lapor badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) pada Ahad (27/4)
“Kelaparan semakin parah di Gaza. Masyarakat, termasuk banyak anak-anak, berharap mendapatkan makanan untuk bertahan hidup selama distribusi makanan hangat oleh organisasi amal.”
UNRWA mengatakan persediaan tepung di daerah kantong itu telah habis pekan ini. “Sekitar 3.000 truk bantuan UNRWA siap memasuki Gaza,” katanya. “Pengepungan harus dihentikan.”
Sebelumnya, kepala badan PBB untuk pengungsi Palestina mengatakan pada Jumat (25/4) bahwa anak-anak di Jalur Gaza “kelaparan” karena blokade bantuan Israel, Anadolu melaporkan.
“#Gaza: anak-anak kelaparan. Israel terus memblokir masuknya makanan dan kebutuhan pokok lainnya. Kelaparan ini disebabkan oleh manusia dan bermotif politik, (selama) hampir dua bulan pengepungan. Seruan untuk membawa pasokan tidak dihiraukan,” tulis Philippe Lazzarini di X.
Pernyataan tersebut muncul saat Program Pangan Dunia (WFP) mengumumkan telah mendistribusikan stok makanan terakhir yang tersisa ke dapur-dapur di Gaza. Menurut badan PBB, daerah kantong itu berisiko kehabisan persediaan dalam beberapa hari. Penyeberangan juga telah ditutup sejak 2 Maret, menghalangi semua bantuan selama lebih dari tujuh pekan — penutupan terlama dalam sejarah Gaza.
Sumber:
https://english.wafa.ps/Pages/Details/156851
https://english.wafa.ps/Pages/Details/156844
https://www.#/20250426-children-starving-in-gaza-as-israel-blocks-aid-unrwa-chief/
https://www.#/20250427-hunger-deepens-in-besieged-gaza-as-food-supplies-run-out-un-agency/








