Dalam sebuah insiden kemanusiaan yang sangat memilukan, baru-baru ini tentara Israel menyiksa seorang balita Palestina di bawah usia dua tahun untuk menekan ayahnya selama sesi interogasi di Jalur Gaza.
Insiden ini menimpa Osama Abu Nassar, seorang pria yang sudah menikah dan menderita tekanan psikologis berat. Setelah kematian kuda yang selama ini ia andalkan untuk menghidupi keluarganya, ia kesulitan untuk mencari sumber pemasukan.
Dua hari lalu, Abu Nassar pergi keluar bersama anaknya untuk membeli beberapa kebutuhan. Namun, tiba-tiba ia mendapati dirinya terjebak dalam baku tembak hebat dari pasukan Israel. Hal tersebut terjadi karena rumahnya terletak di dekat perbatasan timur wilayah Al-Maghazi di Gaza tengah.
Baca juga : “112 Anak Gaza Meninggal, Kelaparan Buatan Israel Picu Krisis Malnutrisi Balita“
Menurut keterangan dari warga yang menyaksikan kejadian tersebut, sebuah quadcopter milik tentara Israel memaksa pria itu untuk meninggalkan anaknya di tanah. Tentara Israel memaksanya maju menuju pos pemeriksaan militer, kemudian melucuti pakaiannya di sana.
Kesaksian menegaskan bahwa tentara Israel menahan balita Palestina tersebut sementara ayahnya diinterogasi di pos pemeriksaan. Mereka kemudian mulai menekan Abu Nassar dengan menyakiti anaknya di depannya, dengan tujuan untuk mendapatkan pengakuan tertentu.
Menurut kesaksian ibu anak tersebut, seperti yang tampak dalam video yang beredar, para tentara melakukan berbagai bentuk penganiayaan terhadap Karim, putranya yang berusia dua tahun. Tentara Israel menyundutkan rokok di tubuh balita itu, menusuknya, dan memasukkan paku ke kakinya. Sang ibu mengatakan bahwa tanda-tanda penyiksaan pada tubuh anaknya telah mendapatkan konfirmasi oleh laporan medis.
Pasukan pendudukan Israel membebaskan anak itu setelah sekitar 10 jam penahanan. Israel menyerahkannya kepada keluarganya melalui Komite Palang Merah Internasional di pasar al-Maghazi. Namun, hingga kini Israel masih menahan ayahnya.
Sumber: Palinfo








