Taybeh, salah satu desa Kristen Palestina di Tepi Barat, telah tentara Israel tetapkan sebagai zona militer tertutup pada Senin. Keputusan ini muncul setelah serangan pemukim Israel terhadap desa tersebut meningkat.
Menurut media Israel KAN, perintah tersebut melarang warga Israel dan warga asing memasuki Taybeh. Namun, aturan itu tidak berlaku bagi warga Palestina yang tinggal di desa maupun wilayah sekitarnya.
Taybeh merupakan salah satu desa Palestina yang mayoritas penduduknya beragama Kristen. Warga dan pihak gereja menegaskan bahwa keberadaan komunitas Kristen di wilayah tersebut telah berlangsung selama ribuan tahun.
Penetapan status zona militer di Desa Taybeh terjadi bersamaan dengan serangan pemukim kolonial yang terus meningkat di berbagai wilayah Tepi Barat. Komisi Perlawanan Kolonisasi dan Tembok Palestina mencatat 3.488 serangan terhadap warga Palestina dan properti mereka selama paruh pertama tahun ini.
Pada saat ini sekitar 750.000 pemukim Israel kini tinggal di 156 permukiman ilegal dan 360 pos permukiman di Tepi Barat, termasuk Al-Quds bagian timur (Yerusalem Timur). Warga Palestina memandang bahwa rangkaian teror dan pembatasan tersebut bertujuan mendorong mereka meninggalkan tanahnya.
Seiring dengan peningkatan eskalasi di Tepi Barat, pada Senin (10/8) tentara Israel menangkap 25 warga Palestina dalam operasi di berbagai wilayah Tepi Barat, termasuk mantan tawanan dan seorang jurnalis. Penangkapan terjadi di Bethlehem, Nablus, Jenin, Hebron, Ramallah, Al-Bireh, dan Qalqilya. Hingga 4 Agustus, lebih dari 9.400 warga Palestina berada di penjara Israel.
Sejak awal agresi genosida Gaza pada Oktober 2023, situasi keamanan di Tepi Barat turut memburuk secara drastis. Data Palestina mencatat lebih dari 1.182 orang terbunuh, sekitar 13.000 terluka, dan hampir 25.000 ditangkap.
Banyak pihak menilai bahwa apa yang terjadi di Taybeh mencerminkan tekanan yang semakin besar terhadap warga Palestina. Mereka memperingatkan bahwa rangkaian serangan dan pembatasan tersebut dapat membuka jalan bagi aneksasi resmi Tepi Barat.








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)