Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Kami menyampaikan surat ini kepada Anda dari Libanon—sebuah wilayah yang dahulu menjadi bagian dari bumi Syam—yang kini kembali menjadi sasaran serangan Zionis Israel.
Situasi di Libanon saat ini cukup mencekam. Ketegangan dan ancaman akan serangan dari zionis membuat banyak warga hidup dalam kewaspadaan. Namun di tengah kondisi tersebut, anak-anak di pengungsian Palestina tetap menunjukkan ketangguhan yang luar biasa. Mereka terbiasa bertahan dalam kerasnya kehidupan kamp pengungsi, karena sejak lahir telah tumbuh sebagai anak-anak Palestina yang memiliki sejarah panjang pengungsian, kehilangan, dan perjuangan untuk tetap hidup dengan harapan.
Pada awal Februari tahun ini, anak-anak pengungsi Palestina yang tergabung dalam program Hidupkan Ahlul Qur’an (HAQ) tengah menghadapi ujian tengah semester di sekolah mereka masing-masing. Ini adalah salah satu ujian terpenting tahun ini, karena materi yang diujikan mencakup setengah dari kurikulum. Anak-anak pun bersemangat, mereka memberikan perhatian besar pada ujian, belajar dengan giat, dan memberikan kesan yang baik atas upaya mereka.
Di markaz-markaz Al-Qur’an, kami menyediakan lingkungan pendidikan bukan hanya untuk belajar, namun juga untuk melakukan pembinaan. Kami selalu berupaya untuk berperan lebih terhadap siswa, yakni tidak terbatas pada kegiatan menghafal Al-Quran saja namun juga sangat memperhatikan keunggulan akademis mereka. Hal ini karena kami tidak memisahkan pelajaran Al-Qur’an dengan pelajaran sekolah, karena keduanya dapat membawa kebaikan bagi diri mereka sendiri dan bagi bangsa di dunia dan akhirat. Inilah yang mendorong kami untuk mendukung mereka dan membersamai mereka serta memenuhi kebutuhan mereka selama periode ini.
Akhir ujian tengah semester bertepatan dengan dimulainya bulan suci Ramadan, bulan yang penuh berkah dan sangat dinantikan oleh umat Islam. Seperti biasa, para siswa mempersiapkan diri untuk Ramadan dengan melakukan ibadah, berkumpul, dan menyelenggarakan kegiatan untuk menyambut bulan suci tersebut.
Karena Ramadan adalah bulan Al-Qur’an, bulan suci ini memiliki makna yang sangat istimewa, terutama bagi para penghafalnya. Ramadan menjadi momen penting untuk semakin mendekatkan diri dengan Al-Qur’an sekaligus menginspirasi para siswa agar lebih semangat dalam menghafal dan mempelajarinya. Oleh karena itu, selama Ramadan jam sekolah mereka dikurangi, sehingga mereka dapat lebih fokus mengabdikan waktu untuk belajar, mengulang hafalan, dan mendalami Al-Qur’an.
Dalam upaya mendukung kesungguhan mereka menjalani masa istimewa ini, dukungan dari Bapak/Ibu Sahabat Adara para donatur HAQ menjadi sangat berarti bagi keberlangsungan pembinaan mereka.
Alhamdulillah, berkat bantuan Bapak/Ibu, kami dapat menyampaikan kafalah bagi mereka. Jumlah anak yang dikafalahi pada bulan Februari 2026 ini yakni sebanyak 388 anak.
Semoga Allah memberkahi Bapak/Ibu dan memberikan pahala yang berlimpah karena terus membersamai ahlul Qur’an Palestina. Dukungan yang diberikan menjadi penguat bagi anak-anak yang tetap berusaha menjaga hafalan dan belajar Al-Qur’an di tengah kondisi yang tidak mudah.
Di saat yang sama, mereka juga harus menghadapi bayang-bayang ancaman serangan Israel yang meluas hingga ke Libanon. Meski hidup dalam situasi yang penuh ketidakpastian, anak-anak ini tetap berusaha teguh—belajar, menghafal, dan menjaga Al-Qur’an—seolah menjadikannya sebagai sumber kekuatan untuk bertahan di tengah ujian yang mereka hadapi.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Tim Lapangan Adara di Lebanon,
Maret 2026








