Serangan Israel di Jalur Gaza membunuh sedikitnya tujuh warga Palestina dalam 24 jam terakhir, termasuk seorang pekerja Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Serangan terjadi di sejumlah wilayah, dari Gaza tengah hingga selatan, dan menunjukkan berlanjutnya pelanggaran gencatan senjata.
Di kamp pengungsi Bureij, serangan udara menargetkan sebuah rumah dan membunuh empat orang. Serangan lain di Kota Gaza dan kawasan Shujaiyya juga menimbulkan korban jiwa dan luka-luka. Di selatan, Israel menembak mati seorang pemuda penyandang disabilitas di Khan Younis.
Baca juga : “Krisis Medis di Gaza dan Serangan di Tepi Barat Kian Memburuk“
Serangan turut menyasar kendaraan sipil dan kemanusiaan. Di Gaza utara, satu warga terbunuh dan seorang anak terluka parah akibat serangan terhadap sepeda listrik. Sementara di Khan Younis, serangan terhadap kendaraan WHO membunuh Majdi Aslan (54), sopir PBB, dan melukai beberapa orang lainnya.
Laporan menyebutkan pasukan Israel juga menargetkan kendaraan sipil lain di wilayah tersebut serta menghambat pergerakan pasien yang keluar-masuk Gaza, memperparah krisis kemanusiaan.
Meski gencatan senjata telah diumumkan sejak Oktober, serangan Israel terus berlanjut. Ratusan pelanggaran dilaporkan, termasuk penembakan terhadap warga sipil dan pembatasan bantuan.
Kementerian Kesehatan Palestina mencatat lebih dari 72.300 warga Palestina telah terbunuh sejak Oktober 2023, dengan ratusan ribu lainnya terluka.








