• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Rabu, April 22, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Serangan di Rumah Sakit Nasser: Kisah Imad Sang Pemadam dan Hussam Sang Jurnalis

by Adara Relief International
September 8, 2025
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 2 mins read
0 0
0
Serangan di Rumah Sakit Nasser: Kisah Imad Sang Pemadam dan Hussam Sang Jurnalis

Serangan di Rumah Sakit Nasser: Kisah Imad Sang Pemadam dan Hussam Sang Jurnalis

19
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Pada suatu pagi bulan Agustus yang terik, di dekat Rumah Sakit Nasser, Khan Younis, Imad Al-Shaer meninggalkan rumahnya untuk membeli sarapan bagi keluarganya. Istrinya, Aida, tengah menyiapkan adonan roti, sementara tiga anak mereka menunggu di apartemen kecil di samping rumah sakit. Tak lama kemudian, dentuman meriam Israel mengguncang kawasan itu.

Imad sempat menyerahkan makanan kepada putranya dan berjanji akan menyusul pulang. Namun naluri kemanusiaannya mendorongnya berlari ke lokasi ledakan untuk menolong orang lain. Ia memang seorang pemadam kebakaran, tetapi di Gaza, panggilan tugas tak mengenal jam kerja. Serangan kedua datang. Serpihan logam menembus dadanya dan langsung merenggut nyawanya.

Imad meninggalkan Aida, anak-anak, serta keluarga yang berduka tanpa bisa menghadiri pemakamannya. Dalam keterpaksaan akibat pengepungan, Aida sendiri yang mempersiapkan jasad sang suami dan menguburkannya. “Imad adalah segalanya bagiku,” ujar Aida dengan suara bergetar. “Bersamanya, tidak ada yang berarti, tidak lapar, tidak takut, bahkan kehilangan rumah pun tidak terasa.”

Namun, Imad bukan satu-satunya korban di sekitar RS Nasser. Sebuah investigasi terbaru mengungkap bahwa serangan Israel di lokasi itu juga membunuh jurnalis Hussam al-Masri bersama 21 orang lainnya, termasuk empat jurnalis dan beberapa petugas penyelamat. Israel berdalih bahwa ada kamera di atap rumah sakit yang digunakan Hamas. Faktanya, kamera itu adalah milik Hussam, yang rutin meliput dari tangga luar rumah sakit dan menutupi kameranya dengan kain putih untuk melindungi dari panas dan debu.

Baca Juga

Malnutrisi dan Anemia Ancam Generasi Anak Gaza

Rekonstruksi Gaza Butuh Lebih dari 71 Miliar Dolar AS

Associated Press (AP) melaporkan bahwa posisi tersebut telah lama diketahui militer Israel sebagai titik berkumpul para jurnalis. Bahkan sekitar 40 menit sebelum serangan, drone Israel terlihat mengamati lokasi itu. Setelah serangan pertama, pasukan Israel kembali menghantam area yang sama ketika tim medis dan jurnalis berdatangan untuk menolong korban. Jenis amunisi yang digunakan diduga berdaya ledak tinggi, bukan senjata presisi yang bisa meminimalkan korban sipil.

Bagi Aida, tidak ada keraguan atas maksud serangan itu. “Ini genosida,” katanya tegas. “Tidak ada penjelasan lain.” Kini, ia hanya ingin dunia mengingat nama suaminya: Imad Al-Shaer, seorang pemadam kebakaran yang gugur saat berusaha menyelamatkan nyawa orang lain, bahkan di luar jam kerjanya.

Seperti halnya Hussam al-Masri, jurnalis yang dibungkam saat merekam kebenaran, Imad menjadi bagian dari daftar panjang korban sipil yang ditargetkan di Gaza, para penyelamat dan saksi yang seharusnya dilindungi, tetapi justru menjadi sasaran.

Sumber: Qudsnen

 

ShareTweetSendShare
Previous Post

Ancaman Aneksasi Tepi Barat, Risiko Pembersihan Etnis oleh Israel

Next Post

Cucu Nelson Mandela, “Palestina Hadapi Apartheid yang Lebih Buruk daripada Afrika Selatan

Adara Relief International

Related Posts

Citra Satelit Ungkap Ekspansi Militer Israel di Gaza
Berita Kemanusiaan

Citra Satelit Ungkap Ekspansi Militer Israel di Gaza

by Adara Relief International
April 21, 2026
0
31

Citra satelit terbaru menunjukkan kontras tajam antara mandeknya rekonstruksi sipil dan percepatan pembangunan militer Israel di Jalur Gaza. Ini terjadi...

Read moreDetails
Otoritas Al-Quds Peringatkan Serbuan Pemukim ke Masjid Al-Aqsa

Otoritas Al-Quds Peringatkan Serbuan Pemukim ke Masjid Al-Aqsa

April 21, 2026
19
Malnutrisi dan Anemia Ancam Generasi Anak Gaza

Malnutrisi dan Anemia Ancam Generasi Anak Gaza

April 21, 2026
13
Rekonstruksi Gaza Butuh Lebih dari 71 Miliar Dolar AS

Rekonstruksi Gaza Butuh Lebih dari 71 Miliar Dolar AS

April 21, 2026
19
Israel Terapkan Aneksasi di Tepi Barat

Israel Terapkan Aneksasi di Tepi Barat

April 21, 2026
13
Sistem Kesehatan Gaza di Ambang Kehancuran

Sistem Kesehatan Gaza di Ambang Kehancuran

April 20, 2026
17
Next Post
Cucu Nelson Mandela, “Palestina Hadapi Apartheid yang Lebih Buruk daripada Afrika Selatan

Cucu Nelson Mandela, “Palestina Hadapi Apartheid yang Lebih Buruk daripada Afrika Selatan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]

    Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dermawan yang Hakiki; Memberi Tanpa Diminta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Palestine Situation Report 86

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630