• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Rabu, Mei 27, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Ancaman Aneksasi Tepi Barat, Risiko Pembersihan Etnis oleh Israel

by Adara Relief International
September 8, 2025
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 1 min read
0 0
0
Ancaman Aneksasi Tepi Barat, Risiko Pembersihan Etnis oleh  Israel

Para pemukim Yahudi, di bawah perlindungan pasukan Israel, menyita sebuah rumah milik keluarga Nasir al-Din di Kota Tua Hebron, Tepi Barat pada 2 September 2025. [Amer Shallodi - Anadolu Agency] Para pemukim Yahudi, di bawah perlindungan pasukan Israel, menyita sebuah rumah milik keluarga Nasir al-Din di Kota Tua Hebron, Tepi Barat pada 2 September 2025. [Amer Shallodi – Anadolu Agency]

23
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Organisasi Dokter Lintas Batas/Médecins Sans Frontières (MSF) memperingatkan bahwa rakyat Palestina di Tepi Barat menghadapi risiko pemindahan paksa secara massal oleh tentara pendudukan Israel dan pemukim ilegal, yang berujung pada ancaman pembersihan etnis. MSF menegaskan bahwa langkah aneksasi Israel merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional dan hukum hak asasi manusia.

Baca Juga

Serangan Israel Kembali Bunuh Pengungsi Gaza

Anak Gaza yang Hilang Kian Bertambah

Sepanjang 2025, tim MSF menyaksikan aturan dan praktik yang secara terang-terangan dirancang untuk mengusir warga Palestina dari tanah mereka dan mencegah kemungkinan kembali. Menurut MSF, satu-satunya cara untuk meredakan penderitaan berat rakyat Palestina adalah dengan mengakhiri pendudukan. Organisasi ini pun mendesak AS, Uni Eropa, dan komunitas internasional agar memberikan tekanan nyata untuk menghentikan praktik pemindahan paksa dan memastikan berakhirnya pendudukan ilegal Israel.

Peringatan MSF muncul setelah Menteri Keuangan Israel yang berhaluan ekstrem kanan, Bezalel Smotrich, menyatakan niat Tel Aviv untuk menganeksasi 82 persen wilayah Tepi Barat guna menggagalkan pembentukan negara Palestina. Sejak genosida Israel di Gaza dimulai pada Oktober 2023, kejahatan di Tepi Barat semakin meningkat, termasuk penghancuran rumah, pengusiran massal, perampasan tanah, dan percepatan pembangunan permukiman ilegal.

Namun, rencana aneksasi itu menuai tekanan diplomatik. Media Israel melaporkan bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada Kamis lalu menarik isu aneksasi dari agenda kabinet setelah menerima peringatan langsung dari Uni Emirat Arab (UEA) bahwa langkah tersebut akan membahayakan Perjanjian Abraham. UEA menegaskan aneksasi adalah “garis merah” yang dapat menggagalkan normalisasi hubungan yang dicapai pada 2020.

Sebagai gantinya, agenda rapat kabinet diubah untuk membahas situasi keamanan di wilayah Palestina, sementara dunia menanti apakah isu pengakuan negara Palestina akan mencuat dalam sidang Majelis Umum PBB mendatang. Sejumlah negara Arab, termasuk Arab Saudi, menolak normalisasi dengan Israel sebelum berdirinya negara Palestina berdasarkan perbatasan 1967.

Sumber:

ShareTweetSendShare
Previous Post

Penjara Israel Jadi “Ladang Penyiksaan” bagi Ribuan Tawanan Palestina

Next Post

Serangan di Rumah Sakit Nasser: Kisah Imad Sang Pemadam dan Hussam Sang Jurnalis

Adara Relief International

Related Posts

Garis Oranye Israel Mempersempit Wilayah Gaza
Berita Kemanusiaan

Garis Oranye Israel Mempersempit Wilayah Gaza

by Adara Relief International
Mei 27, 2026
0
21

Wilayah Jalur Gaza terus menyempit sejak gencatan senjata berlaku pada Oktober 2025 akibat perluasan wilayah kontrol Israel. Dalam perjanjian gencatan...

Read moreDetails
AS-Israel Berupaya Cabut Perwalian Al-Aqsa

AS-Israel Berupaya Cabut Perwalian Al-Aqsa

Mei 27, 2026
17
Serangan Israel Kembali Bunuh Pengungsi Gaza

Serangan Israel Kembali Bunuh Pengungsi Gaza

Mei 27, 2026
16
Anak Gaza yang Hilang Kian Bertambah

Anak Gaza yang Hilang Kian Bertambah

Mei 27, 2026
15
Krisis Gaza Memburuk Jelang Iduladha

Krisis Gaza Memburuk Jelang Iduladha

Mei 27, 2026
17
Wabah Penyakit Palestina Kian Memburuk

Wabah Penyakit Palestina Kian Memburuk

Mei 25, 2026
28
Next Post
Serangan di Rumah Sakit Nasser: Kisah Imad Sang Pemadam dan Hussam Sang Jurnalis

Serangan di Rumah Sakit Nasser: Kisah Imad Sang Pemadam dan Hussam Sang Jurnalis

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • 2.250 Tenaga Medis dan Pasien di RS Asy Syifa, Gaza Terima Makanan Berbuka Puasa

    2.250 Tenaga Medis dan Pasien di RS Asy Syifa, Gaza Terima Makanan Berbuka Puasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bahan Pokok Ramadan untuk 160 Keluarga di Tulkarem Tepi Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jelang Idul Adha, Sahabat Adara Terus Membersamai 2000 Yatim Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630