• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Sabtu, Mei 9, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan Anak

Sedang Viral, Pemerhati Anak Rekomendasikan Batas Usia Minimum Pemain Latto-Latto

by Adara Relief International
Januari 11, 2023
in Anak, Berita Kemanusiaan
Reading Time: 2 mins read
0 0
0
Sedang Viral, Pemerhati Anak Rekomendasikan Batas Usia Minimum Pemain Latto-Latto
11
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Permainan latto-latto kini banyak digandrungi dan dimainkan berbagai kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa di Indonesia. Permainan tersebut cukup sederhana, yakni dengan menggoyangkan dua bola yang diikat dengan tali supaya saling berbenturan. Meskipun terlihat mengasyikan, tetapi permainan tersebut juga cukup berbahaya.  

Baru-baru ini, viral latto-latto kena mata seorang bocah berinisial AN di Kubu Raya, Kalimantan Barat. Usai bermain dari rumah temannya, AN pulang dengan luka di bagian mata setelah terkena serpihan bola latto-latto. Hal tersebut mengakibatkannya harus menjalani operasi mata lantaran terluka di bola matanya. “Jadi ada luka di bola matanya sehingga harus dioperasi dan dijahit tiga jahitan,” ucap Kadis Kesehatan Kubu Raya Marijan. Usai dioperasi saat ini kondisi AN dinyatakan berangsur membaik. Meski demikian, penglihatan mata sebelah kanannya masih terganggu akibat insiden tersebut.

Pemerhati anak Retno Listriyati meminta orang tua agar lebih bijak saat memberikan mainan untuk anak di tengah demam latto-latto. Ia menyerukan agar latto-latto dimainkan di tempat yang tepat, oleh anak dengan usia yang tepat, dan dengan pendampingan orang tua demi keselamatan anak. “Saya mendorong batas usia anak bermain latto-latto, yaitu minimal delapan tahun,” kata Retno pada Selasa (10/1).

Sedang Viral, Pemerhati Anak Rekomendasikan Batas Usia Minimum Pemain Latto-Latto

Menurut Retno, anak usia delapan tahun ke atas telah memiliki kemampuan kognitif untuk menangkap aturan saat bermain latto-latto, baik dilakukan secara sendiri maupun bersama temannya. Retno juga mendorong ayah dan ibu memastikan latto-latto yang dimainkan anaknya berbahan aman dan tak mudah pecah meski dibenturkan berkali-kali. Ini penting agar anak-anak terhindar dari serpihan latto-latto ketika pecah dan berpotensi mengenai wajah, terutama mata. Sebelum membiarkan anak-anak bermain, orang tua harus memastikan tali latto-latto kuat dan tidak mudah putus. Sebab, ketika talinya putus saat dimainkan akan berpotensi mengenai benda atau manusia di sekitar anak yang sedang bermain.

Meski kini tengah menjadi tren di Indonesia, ternyata permainan itu sudah dimainkan sejak periode 1960-an. Latto-latto atau yang dikenal dengan clackers mulai muncul pertama kali di Amerika Serikat dan Eropa. Namun, permainan tersebut berisiko mencederai mata dan membuat luka sehingga latto-latto sempat ditarik dari peredaran.

Baca Juga

Kementerian Gaza Peringatkan Krisis Parah Pasokan Medis

Pemukim dan Rabi Glick Nodai Masjid Al-Aqsa

Sumber:

https://www.republika.co.id

https://www.kompas.com

https://www.cnnindonesia.com

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

Tags: AnakIndonesia
ShareTweetSendShare
Previous Post

613 Kali Israel Larang Azan di Masjid Ibrahimi 

Next Post

4 Juta Anak di Pakistan Masih Tinggal di Dekat Genangan Air Banjir yang Kotor

Adara Relief International

Related Posts

Kementerian Gaza Peringatkan Krisis Parah Pasokan Medis
Berita Kemanusiaan

Kementerian Gaza Peringatkan Krisis Parah Pasokan Medis

by Adara Relief International
Mei 8, 2026
0
17

Kementerian Kesehatan Gaza memperingatkan krisis obat dan perlengkapan medis di Jalur Gaza semakin memburuk. Dalam pernyataan pada Kamis, kementerian menyebut...

Read moreDetails
Pemukim dan Rabi Glick Nodai Masjid Al-Aqsa

Pemukim dan Rabi Glick Nodai Masjid Al-Aqsa

Mei 8, 2026
19
Israel Rencanakan Pusat Warisan Yahudi di Al-Quds (Yerusalem)

Israel Rencanakan Pusat Warisan Yahudi di Al-Quds (Yerusalem)

Mei 8, 2026
19
Sejumlah Pelajar Palestina Sesak Napas saat Serbuan Israel

Sejumlah Pelajar Palestina Sesak Napas saat Serbuan Israel

Mei 8, 2026
14
PBB: Wabah PMK Meningkat di Tepi Barat

PBB: Wabah PMK Meningkat di Tepi Barat

Mei 8, 2026
25
Tentara Israel Tangkap 17 Warga Palestina di Tepi Barat

Tentara Israel Tangkap 17 Warga Palestina di Tepi Barat

Mei 7, 2026
25
Next Post
4 Juta Anak di Pakistan Masih Tinggal di Dekat Genangan Air Banjir yang Kotor

4 Juta Anak di Pakistan Masih Tinggal di Dekat Genangan Air Banjir yang Kotor

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]

    Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Palestina dalam Kebutaan Dunia: Di Tengah Eskalasi Regional, Tepi Barat dan Gaza Menghadapi Teror Tanpa Akhir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2.250 Tenaga Medis dan Pasien di RS Asy Syifa, Gaza Terima Makanan Berbuka Puasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bahan Pokok Ramadan untuk 160 Keluarga di Tulkarem Tepi Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630